Benalu menjadi ungkapan yang cocok untuk kamu yang merenggut kebahagiaan kami. Pernikahan sakral dihadapan Sang Ilahi seketika tak berarti semenjak kehadiranmu yang mengganggu ketenangan kami.

Ingin sekali ku coba masuk dalam relung hatimu, apakah kamu masih punya hati atau kamu hanya hidup dengan hati yang sebenarnya telah mati. Paras cantikmu tak berarti jika kamu sejahat ini, suami yang ku cintai menjadi tak terkendali semenjak mengenalmu dalam sebuah forum diskusi.

 

1. Terbenamnya matahari seakan tak berarti semenjak sang suami tak lagi ada disisi, karena hari yang ku lewati bagai tak bermentari

Terbenamnya matahari yang mewakili isi hati

Terbenamnya matahari yang mewakili isi hati via http://fishki.lv

Inilah awal kehancuranku, sang suami tak lagi ada di sisi, pulang larut malam dengan alasan sebuah pekerjaan yang tak bisa ditunda lagi Jam menunjukan pukul satu dini hari, apakah bekerja bisa selarut ini?

Ada yang tak wajar dalam pernikahan kami, suami yang ku cintai tak ada lagi, raganya memang kadang disini tapi hati?? Entahlah.

Kucoba berpikir bahwa ini adalah ujian untuk pernikahan kami. Tuhan terlalu mencintaiku, sampai secepat ini Dia membuat cinta yang bersemi kala itu menjadi tak tersisa sedikit pun.  

Semua ini terjadi karena kehadirannya yang ku sebut “ wanita tak berhati “ !

2. Ku coba mengikuti langkah kaki sang suami, ke manakah sebenarnya dia akan pergi ?

Jejak langkah kaki

Jejak langkah kaki via http://metropolitan.id

Kali ini ku coba memberanikan diri untuk mengikuti sang suami, kemanakah dia akan pergi? Waktu yang seharusnya dia bagi untukku sebagai seorang istri kini tak ada lagi, bahkan sekedar bertanya bagaimana hari – hariku selama ini sangat jarang ku dengar lagi.

Benar saja kali ini dia menemui seorang wanita, parasnya cantik bahkan saat itu seketika aku tak percaya diri, air mataku menetes tak terkendali, aku harus menyaksikan orang yang kucintai bermain hati.

3. Perjalanan cinta kami hanya menjadi memori indah dalam hati yang mungkin tak akan pernah terulang kembali

Memori yang tak kembali

Memori yang tak kembali via http://tekooo.com

Perjalanan panjang cinta kami sangat indah jika kukenang lagi, mulai dari tak direstui sampai akhirnya kami menikah dengan modal seadanya, tak ada pernikahan mewah, tapi saat itu kami berniat untuk dapat bulan madu ke Mekah.

Belum juga niat itu terealisasi, kami dihadapkan pada ujian pernikahan yang dasyatnya tak terkira, kehadiran orang ketiga dalam hubungan kami membuat niat itu terpaksa sirna.

4. Besarnya arus godaan wanita lain memang sebelumnya telah terjadi, tampangnya yang rupawan menjadi daya tarik tersendiri

Arus godaan yang datang tiada henti

Arus godaan yang datang tiada henti via http://aisakya.in

Godaan wanita lain memang bukan hal yang baru dalam hubungan kami, sifatnya yang humoris dan terkesan manis membuat wanita – wanita yang mengenalnya ingin selalu bisa dekat walau hanya sesaat.

Tak pernah terjadi sampai separah ini, sebelumnya dekat hanya sebatas sahabat, tidak sampai melewati batas apalagi terpikir menduakan hati. Mungkin ini memang jalan yang harus kuhadapi, saat ini aku memilih pasrah pada Ilahi karena hanya Dia Maha pembolak – balik hati.

5. Cinta segitiga kami berawal dari sebuah kata “Persahabatan“

Persahabatan terlarang

Persahabatan terlarang via http://muvila.com

Inilah hal yang sulit aku percaya, persahabatan yang kami jalani saat itu ternyata menjadi petaka dalam pernikahan kami.

Tak pernah terpikir sebelumnya bahwa mereka akan sejahat ini. Sahabat yang dulu kami nomor satukan dan berjanji untuk saling berbagi ternyata memang terjadi.

“ Berbagi suami “ mungkin itu kata paling tepat saat ini.