Jujur saja, pasti selama kalian mengenyam pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga menengah, kalian pasti disuguhkan dengan kegiatan olah skill dan kepemimpinan yang sering disebut Pramuka. Selain mengenal Pramuka di sekolah, mungkin ada dari kalian yang mengembangkan kegiatan ini lebih luas di tingkat kabupaten, daerah, sampai nasional. Tapi tahu nggak sih apa itu esensi dari Pramuka sendiri? Kenapa nih ya, jaman sekarang anak-anak muda negeri suka males kalau kegiatan yang berbau Pramuka? Katanya kunolah, nggak jaman, dan monoton. Apa iya?

Sebagai mantan anggota Pramuka yang aktif kurang lebih selama 12 tahun, sempat menjadi salah satu staf kreatifitas dalam sub divisi teknik ke-Pramukaan, dan berlatih bersama Satuan Karya binaan Kodim 0273 Klaten, Jawa Tengah, dan pernah mengikuti Kemah Bhakti Satuan Kaya Wira Kartika se-Jateng, DIY. Inilah pengalaman dan Pramuka sebenarnya yang mungkin kalian belum pahami.

 

1. Pramuka adalah jati diri Bangsa

Pramuka untuk Negeriku

Pramuka untuk Negeriku via https://twitter.com

Patriot yang sopan dan kesatria.

Awam mengenal Pramuka sebagai akronim dari Praja Muda Karana. Tahukah kalian bahwa Pramuka juga bagian dari bela negara, wujud cinta tanah air, dan peduli lingkungan? Telah banyak sumbangsih para anggota Pramuka di seluruh negeri terhadap sesama dan bumi kita. Teruntuk kesatuan, kebersamaan, dan keberagaman negeri tercinta.

Mungkin selama ini stigma bahwa Pramuka adalah kegiatan kolot sudah terlanjur mengendap di otak sebagian masyarakat bahkan anak muda kekinian. Tapi, bagi kalian wahai anak muda negeri calon pelurus bangsa, Pramuka adalah salah satu wadah untuk kalian berekspresi penuh dan legitimasi bahwa kalian siap mengabdi untuk negeri, menjunjung tinggi solidaritas dan integritas.

2. Pramuka, warisan luhur dari para leluhur

Ini mungkin menjadi alasan mengapa anak muda kekinian menganggap Pramuka sudah kuno. Ya, Pramuka memang sudah lahir sejak dulu, mulai dari terciptanya buku "Scouting Of Boys" karya Robert Baden Powell atau sering kita kenal sebagai Bapak Pandu Dunia. Tapi di Indonesia sendiri, salah satu pahlawan nasional yang turut berkiprah dalam kancah Pramuka adalah Sultan HB IX. Bukti bahwa beliau sempat menjadi anggota Kepramukaan adalah seragam Pramuka lengkap yang masih tertata rapih di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Mulai dari baju coklat, hasduk, sampai foto-foto kegiatan Kepramukaan pada jamannya.

Tentu di jaman serba praktis ini, bukan saatnya kita menanggalkan semua ajaran dari para pendahulu kita. Bagaimanapun jika itu berguna, hendaknya kita dalami dan amalkan. Sultan HB IX menjadi saksi bahwa Pramuka akan tumbuh di Indonesia dan menjadi bagian dari Indonesia pun begitu dengan kita.

3. Pramuka Membentuk Kepribadian Bangsa

Kami bangga, kami berprestasi

Kami bangga, kami berprestasi via https://twitter.com

Rajin, terampil, dan gembira.

Hemat, cermat, dan bersahaja.

Disiplin, berani, dan setia.

Pramuka mendidik kita bahwa berperilaku selalu baik, takwa kepada Tuhan, dan yakin dalam segala hal. Menjadi anggota Pramuka adalah tanggung jawab dan amanah. Kepribadian yang terbentuk melalui kegiatan-kegiatan kecil sarat nilai moral dan motivasi akan menumbuhkan pribadi tangguh, berani, dan selalu siap dalam semua keadaan,

Kalian bisa belajar mandiri, mengetahui kelebihan dan memahami diri kalian sendiri melalui Pramuka. Sudah bukan jamannya lagi Pramuka yang memberi sanksi fisik. Justru pengembangan diri yang akan kalian dapat selama menjadi Pramuka. Seorang Pramuka hendaknya selalu berguna seperti semua gabian dari pohon kelapa. Mulai dari tunas hingga setiap bagian dari pohonnya selalu bermanfaat. Kalian pun bisa memberi sumbangsih kepada negeri dengan wujud prestasi yang membanggakan. Bukankah itu menyenangkan?

4. Kini, Pramuka bukan melulu soal tali-temali, sandi, dan peluit, tapi soal jati diri

Kami Indonesia, Kami berbudaya, integritas, dan cerdas

Kami Indonesia, Kami berbudaya, integritas, dan cerdas via https://twitter.com

Stigma yang terlanjur melekat di masyarakat awam bahwa Pramuka melulu soal temali, sandi, peluit, dan anak-anak, belum sepenuhnya benar. Kalian perlu tahu, bahwa Pramuka kini telah jauh diimplementasikan dalm kehidupan sehari-hari di kurikulum pendidikan baru, yakni Kurikulum 2013.

Yak, Implementasi Pramuka telah masuk dalam kurtilas sejak pertama kali kurtilas lahir. Pramuka menjadi syarat penting naik kelas, dan masuk dalam jajaran nilai raport. Bukan cuman itu, implementasi Kepramukaan juga menjadi hal penting untuk kalian yang mau mendaftar ke perguruan tinggi.

Implementasi Pramuka bisa diwujudkan menjadi diskusi umum, pemecahan masalah, atau bersinergi dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, PPKn, dan sebagainya. Oya, jangan lupa kalau Pramuka mengajarkan kalian tentang soft skill, kepemimpinan, dan insting yang bisa jadi nggak kalian dapat di kegiatan yang biasa-biasa saja.

Kalau kalian tahu, di Pramuka ada banyak Satuan Karya. Nah di salah satu Saka kalian akan mendalami berbagai pelajaran penting. Contohnya saya yang pernah menjadi anggota Saka Wirakartika. Saya bisa belajar mengenai Survival, Navigasi Darat, Mounteneering, Pioneering, dan Penganggulangan Bencana. Lengkap, kan? Oya, saat saya mengikuti Kemah Bahkti Saka Wirakarti II di Semarang, ada pula anggota Saka dari daerah Banjarnegara yang mempraktikan bongkar pasang senjata lo.

Adapun yang saya ketahui, setia Saka memiliki bahan ajaran sendiri, sesuai instansi yang menaungi. Misal Saka Pariwisata yang mempelajari tentang kepariwisataan dan semacamnya. So, nggak lagi tuh Pramuka yang soal sandi-sandi melulu. Keren dong pastinya!

5. Pramuka membuatmu lebih mengerti alam, teman, dan keluarga

Yuk main!

Yuk main! via https://twitter.com

Pasti pernah kan kalian kemah waktu masih menjadi anggota Pramuka? Gimana rasanya? Masak sendiri dan hasilnya gosong, atau malah nggak matang. Mendirikan tenda yang akhirnya tetep roboh juga. Kedinginan di bumu perkemahan, atau yang parah lagi nggak berani ke kamar mandi umum karena jauh.
Pramuka erat kaitannya dengan alam, yang memang kita rasakan saat berkemah. Belajar mandiri untuk menghidupi diri. Jangan salah, bahwa Pramuka juga mengajarkan kita arti teman dan keluarga. Saat berkemah, pasti kalian akan merasakan kehangatan kebersamaan bersama kawan atau sahabat kalian. Walaupun baru saja bertemu atau berkenalan, suasana perkemahan akan mengubah semuanya. Tak ada rasa canggung apalagi bingung. Kemudian dengan komunikasi yang baik, kalian akan mempunyai keluargan baru yang tak kalah seru.

6. Pramuka memberikan kenangan, pelajaran, dan pengalaman

Kami tahu, kami berilmu

Kami tahu, kami berilmu via https://twitter.com

Sekian lama menjadi anggota Pramuka, pasti kalian memiliki kenangan yang tak terlupakan. Mulai dari berkemah yang nggak nyuci baju, nggak bisa masak jadi suka masak, atau yang ketemu pacar di bumi perkemahan. Pramuka bukan hanya wadah berkumpul, tapi kalian juga dapat belajar dan mengembangkan diri. Di sini kalian akan menjadi penerus bangsa yang siap menyongsong masa depan penuh kebahagiaan.

Nah, jangan lupakan setiap detik momen kalian selama menjadi seorang Pramuka. Semua itu akan berguna suatu saat. Apapun yang kalian dapat akan menjadi pengalaman yang bermanfaat, karena Pramuka adalah pribadi penuh manfaat seperti pohon kelapa.

7. Apapun kata orang, tetaplah bangga menjadi Pramuka, karena Indonesia butuh kalian para Praja Muda Karana

Untuk Indonesia lebih baik

Untuk Indonesia lebih baik via https://twitter.com

Sekalipun sulit menghilangkan predikat kuno pada Pramuka, well gak masalah. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai seorang Pramuka bisa terus mengembangkan Pramuka, mengembangkan diri, membina kepribadian menuju masa depan lebih baik. Untuk diri kita, untuk semua makhluk di bumi, dan teruntuk Indonesia.