Banyak sekali kampanye di luar sana yang menyuarakan mengenai “back to nature” dan “go green”. Tapi sampai sejauh mana sih kamu sudah melakukan gaya hidup ini? Bisa dilihat dari beberapa kebiasaan kecil di bawah ini.

 

1. Buang sampah sembarangan

Hayooo ketahuan....

Hayooo ketahuan.... via http://www.kaltim.prokal.co

Menurut hasil survei, negara Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbanyak 10 besar di dunia. Tentu hal ini bukanlah sebuah prestasi yang dibanggakan, meskipun judulnya 10 besar. Lihatlah dari kebiasaan kita sehabis makan dari makanan kemasan, apakah kemasannya kita buang begitu saja di sembarang tempat, ataukah kita mencari tempat sampah di sekitar kita untuk tempat membuang sampah? Jika tidak menemukannya lebih baik kita menyimpannya di tas terlebih dahulu. Baru jika sudah menemukan tempat sampah, buanglah sampah tersebut.

Terkadang hal-hal sederhana ini sering diabaikan oleh orang-orang. Tak jarang banyak sampah di jalan-jalan yang seharusnya bebas dari sampah, karena akan mengganggu pengendara lainnya yang melintas apalagi jika sampahnya terbang dan mengenai pengendara.

Sering juga kita jumpai orang-orang yang naik mobil tiba-tiba membuka jendelanya kemudian seenaknya sendiri melemparkan sampahnya ke luar mobil. Ya boleh lah secara sosial ekonomi mapan dengan mobil yang bagus, secara pendidikan bisa dikatakan berpendidikan, tapi kalau masih buang sampah dari kaca jendela, duh rasanya nggak banget deh. 

2. Minum minuman kemasan sekali pakai

botol sekali pakai

botol sekali pakai via http://scs579.typepad.com

Tidak banyak yang tahu bahwa membawa botol air minum sendiri memiliki banyak manfaat. Selain lebih hemat, kita juga turut membantu mengurangi angka sampah plastik dari botol kemasan. Kalau untuk pelajar dan mahasiswa memang banyak yang sudah melakukannya, apalagi sekarang di berbagai tempat umum sudah disediakan kran air siap minum, jadi kapanpun air kita habis, kita bisa isi dengan gratis di kran-kran tersebut. Selain itu, minum air putih juga menyehatkan dibandingkan dengan minum-minuman berwarna dengan jenis soda dan semacamnya. 

3. Pakai kantong plastik belanja dari supermarket

Siapa mau mengikuti jejakku...

Siapa mau mengikuti jejakku... via http://kompasiana.com

Sudah merasakan dong pastinya belanja di supermarket dan untuk kantong plastik belanjanya dikenakan biaya Rp 200,-. Memang tidak seberapa harganya dibandingkan dengan harga belanjaan kita, tapi ternyata efeknya lumayan besar lho bagi dunia. Negara kita lagi-lagi menduduki peringkat tinggi yaitu peringkat kedua untuk penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Fantastis bukan?

Di lautan Indonesia, banyak ditemukan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang sehingga akibatnya dapat mencemari lingkungan. Jika mulai sekarang kita mencoba untuk membawa kantong belanja dari kain sendiri, cukup membantu untuk mengurangi angka sampah plastik di Indonesia yang katanya hanya sekali pakai itu.

4. Sering pakai kendaraan pribadi

Bapaknya aja mau naik angkot....

Bapaknya aja mau naik angkot.... via http://ciricara.com

Memang transportasi umum di Indonesia, masih belum senyaman transportasi umum di negara-negara maju. Banyak bus yang tidak dilengkapi AC jadi terasa seperti di panggangan atau oven. Selain itu banyak juga kendaraan umum macam bus atau angkot yang berhenti tiba-tiba, kemudian berhentinya bisa lama sekali untuk menanti penumpang.

Ditambah lagi dimungkinkannnya kejadian kriminal di dalam kendaraan umum macam KRL, Bus Trans, atau angkutan umum lainnya. Hal ini membuat sebagian besar orang memilih untuk tidak mau naik kendaraan umum. Padahal sebenarnya dengan naik kendaraan umum, kita cukup bisa berkontribusi untuk tidak menimbulkan asap kendaraan pribadi. Apalagi kalau jarak yang ditempuh cukup dekat, jalan kaki pun sebenarnya kuat, kan? 

5. Merokok

Kasihan dedeknya ya...

Kasihan dedeknya ya... via http://klcbs.net

Satu hal yang menjadi kontributor polusi adalah sumbangan dari asap rokok. Asap yang mengandung berbagai kandungan berbahaya seperti karbonmonoksida dan amonia ini mencemari udara yang dibutuhkan oleh manusia. Satu orang merokok, sudah pasti satu penjuru ruangan bisa menghirup gas hasil buangnya. Apalagi jika di ruangan itu ada anak kecil yang paru-parunya masih bersih. Apa itu namanya tidak jahat? Apa tega meracuni anak kecil demi kesenangan semata yang hanya berlaku beberapa detik? Think again, guys!

6. Menyisakan Makanan

duh sayang banget

duh sayang banget via http://kompasiana.com

Menyisakan makanan merupakan salah satu penghasil gas metana terbesar. Memang sih kalau kita makan di tempat makanan yang menyediakan porsi besar, ada alasan untuk kita tidak menghabiskan makanan. Tapi, bisa kan kalau makanan yang bersisa itu dibungkus dan dibawa pulang ke rumah? Atau prevensi dari awal dengan meminta porsi setengahnya saja.

Bisa juga dengan mengajak teman yang memang punya porsi makan besar untuk makan bareng, ini malah bisa sekalian nambah kebaikan. Jadi, sebisa mungkin habiskan ya makanan yang sudah disajikan. Kan sayang... di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa menikmati makanan seperti halnya kita. 

Kira-kira kamu sudah melakukan hal-hal simpel di atas belum? Kalau belum, yuk dimulai dari sekarang. Tidak perlu langsung semuanya tapi perlahan-lahan asalkan konsisten sehingga dalam jangka waktu panjang bakal kerasa manfaatnya buat diri kita juga lingkungan kita. Baru deh kamu berhak untuk menyandang gelar anak “go green.”