Manusia memang nggak luput dari kesalahan, termasuk ketika kamu mengerjakan skripsi sekalipun. Duh, ngomongin skripsi bikin berat ya urusannya. Tapi gimana lagi, tugas akhir harus segera kalian tuntaskan biar cepat wisuda.

Daripada sudah susah payah ngerjain eh ternyata kena revisi total, 'kan kasihan kamu juga, mending kamu pahami nih! Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan skripsi:

1. Lupa deadline mengumpulkan draft karena terlalu santai dan menyepelekan

Yang namanya lupa apa saja bisa dilupain, termasuk lupa kalau hari ini kamu harus segera mengumpulkan draft skripsi. Kelupaan ini sering terjadi ketika masa-masa awal mengerjakan skripsi. Hari ini harus ngasih bab 1, tapi sampai akhir pekan kamu masih aja berkutat sama konsep dan teori.

Ya ampun! Ada baiknya kamu nggak banyak mikir dulu deh. Langsung aja ketik ide pertama yang muncul di otakmu. Kalau sampai kelupaan, harus nunggu sepekan lagi buat dapat nomor antrian bimbingan, 'kan? Molor deh.

2. Karena dosen pembimbing itu ibarat ‘dewa’, jangan sampai kamu lupa tanggal dan jam janjian dengannya

Saking banyaknya waktu luang saat skripsi, kamu jadi memanfaatkan waktu itu buat yang lain tanpa berpikir kapan kamu mau bertemu dosen. Ditambah lagi pemikiranmu yang suka menggampangkan untuk ketemu sama beliau.

Advertisement

Hei, dosen itu bukan sohibmu yang bisa diajak ketemuan sewayah-wayah; kamu harus buat janji dulu! Aturan ini akan berguna untuk masa mendatang. Kamu harus membiasakan bikin janji jika ada urusan bertemu orang penting karena itu termasuk pelajaran sopan santun.

3. Bagaimana dengan lampiran lembar pengesahan? Please, jangan sampai kamu lupakan!

lembar pengesahan via https://www.pexels.com

Mahasiswa waktu mengerjakan skripsi seakan-akan nggak pingin ribet. Intinya Bab 1 sampai kesimpulan selesai, ya sudah. Padahal ada beberapa dokumen yang wajib diikutsertakan, seperti lembar pengesahan. Meski tampak sepele, tapi kalau kamu nggak nunjukin lembaran itu atau kelupaan nge-print, skripsimu nggak bakalan sah, Men!

Efeknya? Kamu nggak bisa ikutan sidang.

Buruan, deh. Cek dulu semua kelengkapan skripsimu. Hehehe

4. Nggak paham skrispi sendiri dan terlalu banyak typo di dalamnya. Duh, payah!

kurang teliti via https://www.google.com

Typo adalah kesalahan dalam penulisan yang menurut kita juga wajar, sih. Tiap manusia pasti nggak luput dari kesalahan ini. Tapi ada baiknya untuk urusan skripsi kamu harus bersikap hati-hati dan lebih teliti soal penulisannya.

Ketika kamu kurang teliti dan menyepelekan, bisa jadi kamu akan berurusan lebih panjang sama dosen. Terutama kalau terjadi kesalahan teknis seperti pada judul, sub-judul, lupa nama gelar dosen. Wah, urusannya nanti merambat ke penguji, lho.

So, periksa lagi dengan teliti. Kalau bisa 2 sampai 3 kali pengeditan. Suruh temanmu untuk baca ulang. Jika dirasa aman, boleh deh kamu merasa lega.

5. Jangan ceroboh dengan menghilangkan revisian. Ini penting kalau skripsimu mau cepat kelar

Sebelum bertemu dosen tercinta, kamu harus menuntaskan revisian. Dengan jiwa bergelora, kamu segera menyelesaikan semalaman suntuk sembari ditemani kopi hangat. Eh, saking semangatnya, energi yang terkuras juga banyak sampai ketiduran dan buru-buru matiin laptop.

Keesokan harinya, pas mau nge-print ternyata bab yang sudah dikerjain belum tersimpan sempurna. Di titik ini rasanya kamu mau menikah saja ketimbang ngerjain skripsi. Hahaha. Yang sabar, ya! Masih banyak kepahitan yang harus dihadapi di masa depan.

6. Salah nge-print karena terburu-buru juga salah satu kesalahan fatal yang harus kamu hindari

Ini masih saudaraan sama poin sebelumnya. Memang "lupa" itu bikin kita gagal fokus. Eh, sudah buru-buru print revisian, sampai di tempat dosen dan bimbingan, ternyata salah nge-print! Yang kamu kasih ke dosen hasil kerja yang kemarin-kemarin alias bab yang belum direvisi. Sekali lagi, kita kudu inget, ketelitian itu maha penting!

7. Habis sidang malah leha-leha dan nggak bergegas mengurus tahap selanjutnya. Jangan sampai!

Ngerjain revisi itu memang bikin males, tapi makin males lagi kalau ngerjain revisi habis sidang. Iya, nggak? Nah, kesalahan ini nih yang biasanya dilakukan para mahasiswa. Setelah sidang selesai lebih memilih leha-leha dulu daripada langsung mengerjakan revisi.

Alhasil, revisi terlupakan dan kamu nggak mengalami progress skripsi ke dosen. Bahkan ada pengalaman sampai ditagih sama dosen. Habisnya, pas lagi butuh saja rajin, tapi habis sidang ditinggal gletak gitu aja.

Nggak mau 'kan jadi mahasiswa 'lumutan'?