Gagal. Tidak satupun yang ikhlas mengalaminya. Berada di bawah itu menyakitkan, terlihat buruk itu menyedihkan.

Gagal bukanlah takdir apalagi hukuman. Tuhan tak setega itu memperlakukanmu, hanya saja maukah kamu sedikit bersabar mencoba lagi saat kamu gagal lagi karena itu mendewasakanmu.

Sederhana saja, gagal segagal-gagalnya hanya di saat aku, kamu dan kita memutuskan untuk mengakhiri langkah.

 

1. Saat gagal, belajarlah dan kemudian lanjutkan untuk menang lain waktu.

saat gagal, perbaikannya itu yang penting

saat gagal, perbaikannya itu yang penting via http://partyponty.hu

Hampir semua dari kita pernah gagal. Besar kecil tetaplah terhitung dalam kuota gagal. Masing-masing dari kita bersemangat bahkan ingin sekali mengalahkan kegagalan namun disisi lain terkadang kita kalah dengan keputusasaan.

Saat gagal, pastikan bahwa yang gagal adalah caranya bukan orangnya lalu belajarlah kemudian lanjutkan untuk menang di lain waktu sebab yang disebut gagal yang sesungguhnya adalah orang yang berbuat salah namun tidak pernah belajar dari kesalahannya itu.

 

2. Miliki keberanian mengkritik diri sendiri. Selidiki kesalahan dan kelemahan dan kemudian perbaiki.

bijak menilai

bijak menilai via http://metrobali.com

Ada banyak yang hanya berani mengumbar kelebihan dan menopengkan semua kekurangan. Terkadang tantangan terberat kita manusia adalah ketika mencoba jujur tentang apa adanya kita.

Berani menertawakan diri sendiri, berani menegur diri sendiri, berani mengkritik diri sendiri adalah tentang kedewasaan.

Adalah tidak mungkin, jika menerima diri sendiri lantas tidak diterima orang lain. Mulailah darimu. Selidiki kelemahan, catatlah dan terimalah itu lalu perbaiki.

3. Menyalahkan nasib tidak pernah benar. Cari tahu apa yang keliru.

periksa setiap kemunduran

periksa setiap kemunduran via http://res.cloudinary.com

Di muka bumi ini, Tuhan tidak pernah memberikan kesuksesan secara khusus kepada siapapun. Tidak pernah. Satu-satunya paspor berkunjung kepada kesuksesan adalah usaha dan doa.

Adalah wajar jika menyalahkan nasib tetapi seorang yang mau maju tidak akan menyalahkan siapapun atau apapun atas hidupnya. Yang ada adalah percaya bahwa masa depan itu bisa diubah tanpa berusaha ''membuktikan'' bahwa yang salah adalah nasib.

4. Tekun dalam doa dan usaha. Itu modal dasar kesuksesan.

Coba pendekatan baru

Coba pendekatan baru via http://chabotspace.org

Doa dan usaha adalah satu paket sederhana yang diajarkan Tuhan sebagai pemudah kesuksesan. Doa saja bukanlah jaminan kesuksesan. Akan tetapi, doa yang diformulasi dengan usaha benar-benar memberikan jaminan akan pencapaian besar.

Bertahanlah dengan cita-citamu. Jangan beralih sedikitpun darinya. Akan tetapi, jangan benturkan kepalamu ke tembok jika belum berhasil. Kembalilah belajar lalu kembalilah menantang kekalahan.

5. Selalu ada sisi baik dalam setiap situasi. Cari itu dan temukan itu.

temukan sisi baikmu itu

temukan sisi baikmu itu via http://aboutworldlanguages.com

Selalu ada sisi baik dalam setiap situasi, apapun itu, seburuk apapun itu. Selalu ada dan selalu ada hikmah tersembunyi. 

Tuhan itu baik, Dia tak mengambil satu lalu tidak memberikan satu atau dua atau lebih sebagai gantinya. Jadi apapun itu, jika tertawa jangan lupakan bahwa di sana juga ada sebagian air mata, dan jika menangis, di sana juga tersisip sebagian tawa.

Apapun yang datang, terima. Jika itu keberhasilan, syukuri. Jika itu kegagalan, belajarlah darinya.