Pernahkah kamu dekat dengan teman lawan jenismu, adek tingkatmu, atau siapalah dia, pokoknya lawan jenis mu ? Akibat dari terlalu dekat, saling curhat, saling berbagi pengalaman, bahkan sampai jalan berduaan kemana-mana. Gak ada bedanya seperti orang pacaran, hanya saja tidak dalam ikatan janji (pacaran). Mereka punya pasangan masing-masing, ataupun satu di antara mereka memiliki pasangan. Tapi setiap waktunya dihabiskan bersama teman dekatnya, bukan sama pacarnya.

Mencintai dalam diam itu sulit dan rumit. Iya, iyalah. Kadang merasa sakit hati gak jelas. Bisa juga merasa senang dan merasa nyaman.

Setidaknya ada 5 alasan yang membuat orang bertahan mencintai dalam diam. Bukan karena mereka masing-masing gak tau tentang perasaan masing-masing. Tapi karena alasan ini :

 

1. Trauma dengan masa Lalu

Mungkin karena masa lalunya gak seindah Romeo dan Juliet, sehingga harus berakhir dengan tragis. Menyimpan luka. Luka yang gak bisa diobati dengan Betadine ataupun alkohol. Tapi luka masa lalu yang setiap saat bisa menghantui, membayangi setiap langkah perjuangan cintanya. Sulit Move On, sulit memberikan kepastian kepada orang yang mencoba mendekatinya. Meskipun hatinya juga sudah memilih teman dekatnya menjadi pasangan hidupnya.

2. Merasa Nyaman Tanpa Ikatan

Iya banyak sekali pernyataan perempuan dan laki-laki seperti ini. Tapi tahukah kamu? Mendapatkan kenyaman itu melebihi dari segalanya. Bisa membuat lupa diri. Sampai lupa sama pacar. Iya mending lupa sama pacar, daripada lupa sama Tuhan. Pacar itu mudah melupakannya, tapi kalau pasangan hidup akhir dan terakhir itu yang sulit. Yang masing-masing diberi gelar suami dan istri, yang saling melengkapi, saling berbagi, saling menjaga, saling menuntun, dan saling semuanya yang baik-baik.

Kenyamanan itu tidak bisa dibeli, tidak bisa didapatkan sambil lalu. Tapi butuh pendekatan, butuh penggabungan sifat, menyatukan dengan Chemistry. Sehingga terbentuklah yang namanya kenyaman. Tidak semua pasangan dapat meberikan kenyaman. Tapi semua pasangan berusaha untuk mendapatkannya.

Kenyamanan itu sebagian dari hidayah Tuhan, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Hanya orang-orang pilihan yang diberikan kenyaman.

3. Cemburu Jika Ada Yang Mendekati

Nah, ini yang repot, guys. Giliran diberi kode buat saling menembak (bahasanya ngeri ya, “Menembak” memangnya perang). Iya, bahasa sederhananya memberikan kepastian untuk menjadi pasangan, baik itu diawali dengan pacaran ataupun langsung melamar. Kode itu diabaikan, dibiarkan berlalu tanpa kepastian.

Tapi jelas-jelas mereka saling suka, tapi saling gengsi untuk memulai. Bahkan cerita pacar saja mungkin masih tabu. Namun, hati masing-masing mereka menginginkan hal yang sama yaitu, status yang jelas. Tapi giliran ada orang lain mencoba mendekat, cemburu, galau, dan pusing mau berbuat apa.

Lucukan ? Iya lucu sekali. Karena mencintai dalam diam itu konsekuensinya begitu.

4. Kesepian tanpa kabar

Paling aneh lagi nih, guys. Kalo orangtua atupun pacar tidak ngasih kabar biasa aja. Tapi kalau teman dekat kita yang sudah didapat chemistry nya tidak ngasih kabar. Iya mondar-mandir, bangun-tidur, bangun-tidur, begitu saja terus menerus. Puter lagu kesukaan yang pernah didengar bersama. Tapi gak bakal mempan juga tuh.

Mencintai dalam diam itu aneh. Iya, ngapain harus saling kabar. Jelas-jelas bukan pasangan mereka. Tapi hati berkata sebaliknya, guys. Deringan bunyi HP itu penting. Harus segera buka Line, BBM, Faceebok, Path, dan media sosial lainnya, siapa tau dia komen status atau mencoba menghubungi. Buka media sosial itu tujuannya buat ngintipin masing-masing mereka. Dia lagi ngapain ya ? Pertanyaan itu selalu muncul tuh, guys. Coba deh kalo gak percaya !

5. Mencari-cari Alasan Biar Bisa Bersama Terus

Pinter kan ? Iya pinter caranya, ini pakai strategi perang kali, ya ? Segala alasan dilakukan buat bisa saling bertemu. Perasaan rindu diantara mereka gak bisa dibendung. Apalagi dihancurkan begitu saja. Mereka seperti itu ternyata punya planning yang lebih besar. Mereka gak mau menghabiskan waktu lagi buat pacaran gak jelas. Yang pada akhirnya putus ditengah jalan. Segalanya sudah menjadi korban, tapi sia-sia tanpa pertanggungjawaban dan bertanggungjawab.

Mending mencintai dalam diam. Toh kalau sudah waktunya tepat. Barulah saling memberikan kejutan untuk masa depan. Bertukar cincin dalam pertunangan dan pernikahan.

Keren kan ? Iya keren dong. Jadi menghindari dosa juga.