Aku wanita yang selalu mencari kekurangan pasanganku, agar aku dapat melengkapinya dengan kelebihanku. Sehingga, kelak kita menjadi pasangan yang sempurna berjalan beriringan, meski kadang perbedaan selalu ada...

 

1. Mampukah usia menjadi penghalang?

youandme

youandme via http://bersama.com

Aku wanita yang terlahir 5 tahun  lebih muda daripada dia, tapi usia tak perlu menjadi penghalang yang harus dikhawatirkan. Dia yang selalu menjadi pembimbingku, mengajari aku bagaimana menjadi seorang wanita dewasa.

Sebenarnya usia bukan alasan utama menjadi tolak ukur kedewasaan seseorang untuk menjalin hubungan. Karena pasangan adalah seseorang yang berjalan beriringan bersama-sama melalui proses dan pembelajaran untuk menuju sebuah hasil.

2. Bisakah kesibukkan menghilangkan perhatian?

pendukunghidup

pendukunghidup via http://motivasi.com

Rutinitasku dan dia sangat jauh berbeda, kami memiliki rutinitas dibidang yang tidak sama, sehingga itu membuat kami terkadang kesulitan untuk berkomunikasi. Tapi, itu tidak lagi menjadi alasan kami untuk tidak memberikan perhatian. Mendengar keadaannya disana baik-baik saja itu lebih dari cukup buatku.

Karena dengan itu kami lebih perhatian satu sama lain dalam waktu yang mungkin tak cukup lama. Keadaan seperti ini membuat kami lebih menghargai waktu bagaimana berharganya waktu satu menit dalam hidup kami untuk memberikan kabar.

Sebagai wanita hati kecilku ini ingin sekali diperlakukan seperti wanita pada umumnya diberikan perhatian lebih, tapi apa dayaku ini yang kupilih dan ini resikonya.

3. Apakah jarak menjadi penghalang atas semuanya?

indonesiaku

indonesiaku via https://nkri.com

Kami pasangan yang dipisahkan oleh jarak yang jauh. Aku ditanah kelahiran kami, sedangkan dia berada di kota orang, sehingga kami jarang bertemu.

Rindu selalu menghampiriku, kadang ingin kusudahi keadaan seperti ini, tapi aku tahu jarak tidak akan mungkin mengalahkan rasa cintaku ini padanya, karena aku ingat kami sama-sama berjuang untuk masa depan kami. Itu yang dapat membuatku bangun dari rindu yang keliru. Ku titipkan rindu ini dibarisan do’a yang setiap hari aku baca dengan debar .

4. Sulitkah waktu mengerti kami?

loveclock

loveclock via http://123i.com

2 jam lebih dulu di kota dia berada dari kota kami, kadang siangnya menjadi malamku, dan malamnya menjadi siangku. Membuat aku selalu melihat alat komunikasi kami sesring mungkin, menunggu kabar darinya, karena dia menghubungiku saat luangnya, dan aku tak tahu itu kapan. Di sinilah aku tahu indahnya bersabar dan menunggu.

5. Kutemukan indahnya perbedaan diujung lelahku !!

satukankami

satukankami via http://ourtogether.com

Ketika semua perbedaan itu kita lalui beriringan dengan waktu kami menjadi terbiasa dengan hal seperti ini. Bersama-sama mengalahkan perbedaan. Perbedaan akan menjadi teman untuk kita, jika kita bisa menjadikan perbedaan itu penguat untuk kami.

Tak pernah menyerah putus asa atas diciptakannya perbedaan yang sangat indah ini. Di sinilah kami mendapatkan kesempurnaan yang benar-benar sempurna untuk kami.