Dalam menjalin hubungan memang tak semudah yang dipikirkan sebelumnya. Terkadang ada saja yang mengganggu hubungan itu, terlebih hubungan jarak jauh yang sangat riskan sekali terjadi perpecahan, apabila tak ada komitmen di awal.

Bicara soal komitmen, apa pentingnya sebuah komitmen tanpa dilandasi rasa mengerti? 

Lalu bagaimana mengatasi hubungan yang sudah didasari komitmen yang jelas, namun di tengah jalan keduanya menemukan 1 titik yang membuat mereka tak bisa bersatu? 

Berikut, hal-hal sepele yang boleh jadi bisa merusak komitmen kalian saat awal berhubungan.

 

1. Dia jarang menyebut namamu di media sosial, padahal dia sering nyebut nama temen-temennya dalam setiap postingannya.

dia sering menyebut teman-temannya di media sosial

dia sering menyebut teman-temannya di media sosial via http://malesbanget.com

Sepele. Hanya soal disebut namanya atau tidak di media sosial. Boleh jadi dianya memang gak suka mengumbar kemesraan di media sosial. Oke, tapi kalau nama temen-temennya sering disebut di media sosial, apalagi foto-foto mereka sering terpampang di setiap postingannya, seberapa pentingkah kamu untuknya? 

2. Saat lagi asik telfon kamu, mendadak dia mematikan telfonnya hanya gara-gara diajak ngomong sama temennya.

telpon mati gara-gara..... hmmm

telpon mati gara-gara..... hmmm via http://aiendyu.wordpress.com

Hampir sama sebenernya sama poin pertama, namun bedanya kalau ini soal adab telpon menelpon. Pada hal ini, kamu dihadapkan pada situasi dimana saat kamu asik telponan sama dia, tiba-tiba dia mematikan telpon begitu saja. Setelah kamu bertanya kenapa, alasannya gak jauh-jauh dari kata temen. Entah itu keluar sama temennya, atau cuma ngobrol sama temennya. Jadi, menurut dia, ngobrol sama temen memang lebih asik daripada ngobrol sama kekasih. Dan itu terjadi bukan hanya sekali, tapi berulang. 

Pada poin pertama, mungkin kamu sudah mencoba untuk sabar, tapi pada poin ini, masih kuatkah kamu?

3. Dia sering berubah pikiran terhadap masalah yang lumayan serius.

mulai plin plan

mulai plin plan via http://www.cangkibar.cf

Kemarin bilang ini, sekarang bilang itu. Seringkali plin-plan dalam memutuskan masalah. Seperti halnya kisah berikut, kali ini khusus para cowok. Kamu dihadapkan pada situasi dia (cewek) yang menantang untuk ditembung (istilah menanyakan dari Bahasa Jawa), dan awal-awal tahun adalah deadline untuk nembung. Kalau tidak, dia akan pergi dan menandakan kalau kamu gak serius. Setelah beberapa hari mendekati hari nembung, dia tiba-tiba bilang belum siap. 

Apa yang akan kamu lakukan? Tetap pada komitmen awalmu atau lebih sabar lagi dari poin-poin sebelumnya?

4. Dia terang-terangan sama kamu, kalau dia belum sepenuhnya move on dari bayang mantannya.

How can I move on when I'm still in love with you..

How can I move on when I'm still in love with you.. via http://www.psychoshare.com

Setelah kamu berusaha mati-matian buat meyakinkan orang tuanya, tapi dianya dengan mudah bilang gitu. Ibarat layangan, kamu itu layangannya, dia yang mainin kamu, tarik ulur sampai kusut, lebih buruknya lagi sampai putus. 

Bagaimana? Masih sabar? 

5. Dia sudah bilang putus ke kamu, tapi beberapa saat kemudian minta balikan karena takut orang tuanya.

Kita putus!

Kita putus! via http://www.vemale.com

Di posisi ini, kamu dihadapkan pada saat orang tuanya dia sudah srek (nyaman) sama kamu. Namun dianya seperti masih setengah hati menerima kamu. Walaupun pada akhirnya sudah bilang putus, tapi dia ngajak balikan lagi. Namun di sisi lain, kamu pun enggan mutusin karena betapa besarnya rasa sayangmu padanya. Serba salah, bukan?

Masih mau lanjut?