Tak ada persahabatan atau permusuhan yang abadi itulah yang terbesit seketika saat kamu melihat realita politik saat ini yang sedang rame dan hangat dibincangkan. Yup, apalagi kalo bukan pesta demokrasi di  DKI Jakarta. Gempuran relawan masing-masing calon gubernur sudah mulai bermunculan, bagi kamu yang biasa dalam dunia yang penuh tekanan mungkin sudah biasa menghadapi bising politik. Tapi bagi kamu yang cenderung enakan damai-damai aja mungkin langsung ngerasa aneh.

"Eh.. kemaren kan si itu musuhan sama si ini kok sekarang temenan? Dasar dunia politik!"

Meski begitu, sebagai anak muda kamu mesti ikutan di pesta demokrasi ini. Apalagi di ibukota negara punya seluruh bangsa jadi wajar kalau pesta demokrasi disini agak lebih bising dibanding daerah lain. Masih belum yakin? Nih 7 alasan kalo kamu harus mulai melek politik. 

1. Pesta Demokrasi Cuma Lima Tahun Sekali

Yuk Nyoblos via http://www.google.com

Ya, ini alasan utama yang harus kamu bela-belain untuk ikutan nyoblos bagi yang punya hak suara atau ikutan berpendapat menetukan calon terbaik pilihanmu. Pesta demokrasi yang cuma lima tahun sekali harus disambut dengan gegap gempita (Kayak Mars KPU). Meskipun kamu kesel dengan kelakuan para politisi yang kerjanya ribut dan sibuk memenuhi kepentingan pribadi atau golongan, yang nyapa cuma lima tahun sekali.

Tapi di antara para politisi itu pasti ada dong sisi baiknya, sebagai orang awam kita mah fokus sama yang baik-baiknya aja deh. Kalo udah terpilih si calon mulai nyimpang kamu jangan merasa bersalah, toh pas milih niatnya juga untuk kebaikan dan kita nilainya baik versi kita. Kalo akhirnya salah milih itu bertanda jika kamu nggak bisa memperbaiki negeri ini sendirian (idealis banget ngurus diri ana masih kedodoran), mudah-mudahan sudah Tuhan catet pengorbanan kamu datang ke TPS terus dikasih *kecupan tinta dari Pak Hansip

2. Suara Kamu Murni Dari Hatimu

Beneran dari hati via http://www.google.com

Advertisement

Kamu yang nggak gabung sama kelompok manapun dan juga sebagai anak muda yang merdeka sebuah kekuatan. Disaat yang lain milih karena tergabung di satu golongan dengan mengatasnamakan nurani (Bukan partai mblo), kamu malah bebas bersuara tanpa ada tekanan dari pihak manapun atau iming-iming money politic. Relawan kampanye silih berganti berdatangan memberikan informasi keunggulan paslon. Semuanya kamu tampung ditambah suara hati kamu untuk menetukan calon yang baik untuk dipilih. Padahal hati dan pikiranmu sedang berkecamuk dengan beragam masalah mulai dari skripsi, kerja, dan cinta. Eh masih sempet-sempetnya gunain nurani dan pikiran kamu untuk mikirin politik demi kebaikan bangsa, mudah-mudahan Tuhan kasihan terus satu per satu masalah kamu diselesain oleh-Nya. Karena Tuhan dah janji: "Barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya maka urusannya akan dimudahkan Tuhan".

3. Nambah Ilmu Kehidupan

Oh.. gini toh dunia politik via http://www.google.com

Orang bijak mengatakan :

"Jika Tak Ikut Politik Maka Kalian Akan Dipolitiki"

Sadar atau tidak sadar politik yang seyogyanya menjadi alat untuk mewujudkan kebaikan bersama seperti kata Aristoteles, kini telah bermakna negatif terutama di negeri tercinta. Hingar-bingar dunia politik yang begitu rumit dari kacamata orang awam, apa yang dilihat belum tentu seperti yang terlihat. Mereka yang seakan-akan membela kepentingan rakyat justru perampok rakyat dibalut dengan jas dan dasi. Mereka yang mencoba mengungkap kebenaran tiba-tiba dibungkam bahkan ada yang harus merenggang nyawa.

Kasus Munir dan Wiji Tukul jadi saksi sejarah yang belum terungkap, sebagaimana anak muda yang awam politik tak banyak yang bisa kita perbuat. Pastikan dalam diam kamu hingar-bingar relawan politik nantinya akan menambah khasanah ilmu kehidupan kamu. Ternyata beginilah kehidupan sekarang, mau tak mau terkadang kita harus ikut serta dalam realitas ini. Karena kita meyandang status sebagai anak muda generasi penerus bangsa yang masih dibayangi kecemasan akan masa depan. Terusin langkahmu, sob…

4. Momentum Ciptakan Politik Sehat

Menciptakan Politisi Muda & Berintegritas via http://www.satunama.org

Sebagai generasi yang hidup di zaman demokrasi maka sudah saatnya pula memiliki niat untuk ikut berpartisipasi demi bangsa ini. Mau tak mau regenerasi pemimpin akan segera terjadi, suatu saat giliran kamu yang ikut serta dalam percaturan politik. Untuk itulah kamu bisa mulai belajar dari lingkunga terkecil dengan mulai berkarya dan semangat berkontribusi. Jadilah pemimpin yang bisa membuat orang yang kamu pimpin bukanlah seorang bawahan kamu namun menjadi kerabatmu.

Melihat gaya kepemimpinan yang cenderung banyak emosi yang dipertontonkan melalui media tak perlu kamu tiru. Saat ini banyak sekali buku teori kepemimpinan atau pelatiha-pelatihan kepemimpinan yang dapat kamu ikuti. Kalo kamu aktif organisasi di dunia kampus inilah kesempatan yang dapat kamu manfaatkan selama masa kuliah. Disinilah kamu harus sejak muda mulai menempah diri, karena kondisi masyarakat yang majemuk membutuhkan sentuhanmu yang tumbuh bersama dengan kemudahan teknologi. Sambil mewujudkan mimpi-mimpimu kamu juga bisa berbagi sedikit waktumu dengan kehidupan masyarakat.

5. Sarana Mengenal Diri

Apa yang sudah kuberikan buat Indonesia via http://www.google.com

Pada akhirnya hingar-bingar politik di depan matamu. Menyadarkan akan kondisi dirimu sendiri, sudah berapa banyak kontribusi yang kau berikan demi negeri tercinta. Tak perllu harus jadi politisi atau pemimpin, kamu bisa kok memberikan yang terbaik dari dirimu buat negeri ini. Lakukan saja peranmu dengan baik tak perlu melihat orang lain, karena kamu adalah pribadi unik ciptaan Tuhan.

Kamu tahu? Semua yang diciptakan Tuhan memiliki manfaat, kehadiranmu sebagai hamba Tuhan tak perlu dinodai dengan merendahkan orang lain atau merasa rendah dari orang lain. Sekaranglah saatnya kamu mulai menjadi diri sendiri ikut serta dalam memili tiga cagub yang sudah ada, gunakan semua daya dan upayamu untuk memilih cagub pilihanmu. Selamat berdemokrasi! 😀