Bukan waktu yang sebentar semua ini kita jalani. Masa dimana aku mengenal rasa nyaman darimu. Masa dimana aku belajar setia darimu. Kita yang dulu begitu jatuh cinta, saling melengkapi, saling berjuang akhirnya kalah. Ya,, bukan kamu yang kalah, tapi aku. Aku yang kalah karena jarak

 

1. Semoga Rasa Ini Tetap Sama

dan kamu yang mengajariku menjadi diri sendiri

dan kamu yang mengajariku menjadi diri sendiri via http://emilieiggiotti.com

"LDR tidak begitu sulit untuk kamu jalankan, ketika pupuk itu selalu kamu berikan diantara jarak "

Benarkah? maafkan aku sayang, aku mulai ragu

2. Harusnya Kamu Menjadi Bagian Cita-Citaku

harusnya kamu menjadi bagian cita cita ku.

harusnya kamu menjadi bagian cita cita ku. via http://lisadawn.co.uk

Semua berawal ketika jarak datang di tengah tengah aku dan kamu. Jarak yang ku undang karena keegoisan ku mengejar cita cita . Tanpa ku pikir saat itu bahwa kamu harusnya adalah cita cita yang akan menjadi masa depan ku juga yang harus ke perjuangkan.

3. Jangan Salahkan Jarak, Salahkan Aku yang Menciptakan Jarak di Antara Kita.

dan jarak yang membuat ini berubah

dan jarak yang membuat ini berubah via http://mariannetaylorphotography.co.uk

aku hanya perlu membiasakan diri menjadi wanita mandiri tanpa iming iming kamu yang selalu ada. Seperti bayi yang baru belajar jalan, begitu juga aku yang belajar untuk terbiasa adanya orang ketiga di antara kita, siapa dia? Jarak

4. Terimakasih untuk Kedewasaanmu Menghadapi Aku yang Selalu Rindu

terimakasih untuk kedewasaanmu

terimakasih untuk kedewasaanmu via http://emilieiggiotti.com

Awalnya baik baik saja, kamu yang selalu dewasa menghadapi  setiap kekanak-kanakan ku karena rindu yang selalu datang. Rindu yang belum terbiasa untuk ku hadapi.hingga akhirnya, aku begitu tertatih untuk membiasakan ini. Aku semakin sulit untuk menghadapi ini.

5. “Apakah mungkin ini bisa berjalan di tengah jarak yang tidak tahu kapan ujungnya?

logika ku bermain

logika ku bermain via http://emilieiggiotti.com

Jenuhku datang dan bukan hanya sesekali, tetapi berulang kali. Aku benar benar tertatih menghadapi ini.  Komunikasi kita yang mulai berkurang  adalah awal logika ku terlalu dominan bermain untuk hubungan ini.

Logika ku yang selalu bermain, “apakah mungkin ini bisa berjalan di tengah jarak yang tidak tahu ujungnya?” Tapi perasaan ku selalu berkata, “sayang ku dari dulu sampai sekarang tidak pernah berkurang untukmu”. Entahlah,, saat itu waktu ku untuk ada di tengah persimpangan.

6. Bukan hanya karna inginku, tapi aku juga ingin melihat keseriusanmu.

maafkan keegoisanku

maafkan keegoisanku via http://wrightobara.com

Maafkan aku yang tak pernah berusaha untuk mendekat dikotamu, agar jarak tidak ada lagi dalam kamus  hubungan kita. Ya kamu betul,,,, karna ada cita cita ku yang masih ku kejar.  Tapi ada hal lain yang buat ku semakin yakin untuk lebih  mengejar semua inginku. Itu karena  aku tidak melihat usahamu untuk hubungan dan jarak ini.

Aku tidak melihat kelaki-lakianmu untuk jarak yang kita hadapi. Ini yang membuat logika ku lebih bermain daripada  perasaanku.

7. Bawa aku dalam doamu. Percayalah, namamu selalu ada dalam sela doa ku.

karna doa adalah kekuatan untuk hubungan kita.

karna doa adalah kekuatan untuk hubungan kita. via http://dreamstime.com

Dan akhirnya saat ini, maafkan aku yang telah membuat hubungan ini menggantung tidak jelas.  Saat ku bilang hubungan ini berlanjut pun tidak,, karna komunikasi kita yang tak pernah muncul. Saat ku bilang hubungan ini pun selesai, hati ini tak rela, karna perasaanku masih sama untukmu. Aku masih mencintaimu.

Benarkah cinta tak harus memiliki?

Entahlah, aku tak bisa menjawabnya, saat ini aku hanya bisa menyebutmu dalam doa-doa ku. Biar kita lihat “apa yang Tuhan mau untuk hubungan kita”.

Sekali lagi, maafkan aku sayang. Maafkan aku yang kalah dengan  jarak.