Masih dalam suasana peringatan Hardiknas nih, guys. So, nggak ada salahnya dong kita tetap sharing-sharing berbagai hal yang dapat mendukung dunia pendidikan di Indonesia? Nih, sedikit mengulas tentang latar belakang dari Hardiknas.

Ki Hadjar Dewantara merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, politisi, dan tentu saja pelopor pendidikan bagi bagi kaum pribumi di Indonesia, serta pendiri Perguruan Taman Siswa yang berlokasikan di Yogyakarta. Untuk mengenang jasa-jasanya, maka Hari Pendidikan Nasional jatuh pada hari lahirnya, dimana seluruh masyarakat Indonesia memperingatainya pada tanggal 2 Mei di setiap tahunnya. Ia percaya bahwa pendidikan bermutu tidak hanya menjadi hak untuk para priyayi dan kaum bangsawan saja, melainkan menjadi hak setiap orang tanpa terkecuali. Berikut adalah beberapa ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan di Indonesia. 

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. (Di depan guru memberi contoh, di tengah ia memberi semangat, di belakang ia mendorong.)

Lawan sastra ngesti mulya. (Dengan ilmu, kita menuju kemuliaan.) 

Proses pembelajaran ala Ki Hadjar: niteni (memperhatikan), niroke (meniru), nambahi (menambahi). 

Tringo konsep pendidikan: ngerti (kognitif), ngrasa (afektif), nglakoni (psikomotorik).

Hormatilah segala adat istiadat yang kuat dan sehat, yang terdapat di daerah-daerah dan yang tidak menganggu atau menghambat persatuan negara dan bangsa Indonesia."

Bersyukurlah kita sebagai warga negara Indonesia atas perjuangan Ki Hadjar Dewantara akan pendidikan bagi bangsa Indonesia. Ia tidak ingin membiarkan bangsa Indonesia jauh dari kecerdasan dan keunggulan, sehingga kesadarannya akan hal tersebut menuntutnya untuk segera bertindak. Selain Ki Hadjar Dewantara, berikut ini adalah beberapa tokoh inspiratif yang mendukung pemikiran-pemikiran tentang pentingnya pendidikan bagi seluruh manusia di muka bumi ini.

 

1. Raden Ajeng Kartini (1879-1904)

"Tetapi apakah kecerdasan pikiran itu sudah berarti segala-galanya? Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan!" 

"Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu harus berasal. Siang malam anak-anak ada di rumah, di sekolah sehari hanya beberapa jam saja." 

"Bagi saya ada dua macam bangsawan, ialah bangsawan pikiran dan bangsawan budi. Tidaklah yang lebih gila dan bodoh menurut pendapat saya dari pada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya."

2. Jane Addams (1860-1935)

"Sekolah sebagai agen yang memiliki misi untuk membangun kembali kesetiakawanan sosial, dalam negara yang sedang mengalami perkembangan dan transsi dari masyarakat desa ke masyarakat industrial." 

"Seorang pendidik harus mengamati profil dan lingkungan sosial, mencermati corak kehidupan di situ, baru kemudian mengajarkan apa yang mereka butuhkan."

"Esensi dari imoralitas adalah mengecualikan diri sendiri!"

 

3. Socrates (469-399)

"Aku tidak dapat mengajarkan sesuatu. Yang aku bisa hanyalah merangsang mereka untuk berpikir."

"Pengetahuan merupakan dasar kebenaran universal, dimanapun dan kapanpun. Demi pengetahuan, ia menganjurkan supaya setiap orang memiliki kebebasan untuk berpikir, bertanya, dan mengajar."

"Manusia harusla berupaya untuk menjadi insan yang bermoral, hidup secara bijaksana, dan berpikir secara rasional. Ini akan lebih penting dari sekedar kelihaian berkata-kata."

 "Pengetahuan itu sebenarnya telah ada dan terkubur di benak murid. Pendidikan yang sejati adalah merangsang murid untuk menemukannya." 

"Budi yang kuat bertukarpikir tentang ide-ide, budi yang semenjana bertukarpikir tentang peristiwa-peristiwa, budi yang lemah membicarakan orang lain."

4. Plato (427-346 SM)

"Dalam benak manusia sebenarnya telah ada konsep-konsep yang ideal tentang segalanya. Seringkali, kita hanya terlalu terlenda sehingga tidak sadar." 

"Pengawasan yang ketat dan disiplin sangatlah perlu untuk melakukan sensor pada hal-hal yang jelas-jelas tidak mendidik. Sebaliknya, orangtua perlu memilihkan buku yang baik, lagu yang bermutu, atau pengajar yang benar-benar bermoral." 

"Tindakan manusia mengalir ada tiga sumber utama, yaitu pengharapan, perasaan, dan pengetahuan." 

 

5. Aristoteles (384-322 SM)

"Dengan melihat perubahan di alam, manusia bisa mengetahui sebab-sebab datangnya suatu peristiwa. Dari situlah, nalar manusia terbentuk. Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang berakal sehat."

"Mereka yang tahu, melakukan. Mereka yang mengerti, mengajarkan." 

"Tanda yang sangat jelas dari pengetahuan yang cemerlang seseorang ditampakkan dalam kekuatannya dalam mengajar." 

6. Marthin Luther (1483-1546)

"Pendidikan sebagai gerbang utama demi membangun jiwa seseorang. Sekolah, gereja, negara, dan keluarga merupakan institusi yang berperan penting." 

"Saya khawatir, sekolah-sekolah akan menjadi gerbang neraka, kecuali jika sekolah-sekolah itu tekun menjelaskan Kitab Suci dan mengukir ajaran-ajarannya di hati para pemuda." 

"Tuhantidak hanya menuliskan sabda-Nya di dalam Kitab Suci saja. Ia juga mengguratkan kata-katanya pada pepohonan, bunga-bunga, awan gemawan, dan bintang-bintang di langit."

7. John Dewey (1859-1952)

"Pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri." 

"Identitas bukanlah sesuatu yang tercipta secara langsung. Identitas terbentuk secara berkelanjutan, melalui pilihan-pilihan tindakan kita." 

"Keyakinan bahwa semua pendidikan yang sejati berawal dari pengalaman, tidak berarti bahwa semua pengalaman merupakan pengalaman yang edukatif."

8. Albert Einstein (1879-1955)

"Pendidikan adalah apalah yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang telah ia pelajari di sekolah." 

"Kalau Anda tidak dapat menjelaskannya secara sederhana, Anda belum benar-benar memahami." 

"Teknik mengajar tertinggi seorang guru adalah ketika ia mampu membangkitkan perasaan gembira dengan ekspresi dan pengetahuan yang kreatif." 

"Banyak orang berkata bahwa kepandaianlah yang menjadikan seseorang ilmuwan besar. Mereka salah, jawaban yang benar adalah: karakter!"

"Satu-satunya hal yang mericuhi proses berpikirku adalah pendidikan."

 

9. Maria Montessori (1870-1952)

"Bebaskanlah potensi anak, dan Anda akan mentransformasi dia." 

"Ide pertama yang harus diserap baik oleh anak adalah perbedaan yang baik dan yang buruk." 

"Kita, para guru, hanya dapat menolong proses pendidikan ini dengan cara selayaknya seorang pelayan yang menunggui tamunya." 

"Pengalaman-pengalaman awal anak-anak memiliki pengaruh yang penting dalam tahapan perkembangan mereka selanjutnya."

10. Jean Piaget (1896-1980)

"Anak-anak membangun konsep mereka tentang realitas dengan secara aktif mengeksplorasi lingkungan mereka." 

"Intelegensia seseorang berkembang melalui beberapa tahap, yang dicirikan oleh struktur mental yang tampak pada usia-suia tertentu." 

"Doronglah anak-anak untuk mengeksplorasi dan melakukan percobaan-percobaan. Buatlah instruksi-instruksi yang personal, supaya anak-anak dapat belajar sesuai tingkat kesiapan masing-masing." 

"Rancanglah kelas sebagai pusat pembelajaran yang penuh dengan material-material yang bisa diraba, dirasakan, dipakai, dan dimanipulasi oleh anak-anak."

11. Johann Heinrich Pestalozzi (1746-1827)

"Pendidikan yang baik harus pertama-tama didesain untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, senyaman rumah. Guru-gurunya pun haruslah cerdas secara emosional, sehingga mampu memperoleh kepercayaan murid-muridnya dan memupuk rasa percaya diri mereka."

"Setiap guru haruslah mengolah indera murid secara langsung, yang dengan mempelajari objek-objek di sekitar, seperti tumbuhan, karang, batu, dan lain sebagainya yang mudah ditemukan sehari-hari." 

"Hidup itu sendirilah yang mendidik kita."

12. Mangunwijaya (1929-1999)

"Sebuah konsep pendidikan kiranya dapat mendorong anak untuk selalu bertanya dan selalu berpikir kontekstual." 

"Indonesia harus ditata mulai dari dini, yaitu dengan menata mental berjatidiri, sehingga ia merdeka!" 

"Dimana hari diletakkan, disitu proses belajar dan kemajuan dimulai." 

"Yang perlu dimekarkan ialah semangat bertanya dan mencari, menyelidik, dan meneliti." 

"Kalau ketaatan anak keterlaluan, pastilah perkembangan kepribadiannya tidak akan subur."

13. Edward de Bono (Mei 1933)

"Keinginan untuk selalu benar di segala situasi merupakan halangan terbesar bagi ide baru."

"Manusia perlu diajak untuk keluar dari cara berpikir yang telah dianggap rutin, yaitu berpikir yang telah dianggap rutin, yaitu berpikir kritis atau argumentatif. Ini harus diperkaya dengan satu cara lagi, yaitu berpikir kreatif." 

"Terdapat bahaya dari internet dan media sosial. Bahayanya adalah anggapan bahwa informasi sudah mencukupi, begitu banyak informasi yang bisa Anda dapat dan Anda sudah merasa cukup sehingga tidak perlu lagi berpikir."

14. Paulo Freire (1921-1997)

"Tujuan utama pendidikan adalah penyadaran alias konsientisasi, yaitu sadar akan kondisi dan kontradiksi seseorang dalam ranah sosial, politik, dan ekonomi."

"Pendidikan yang baik selayaknya tidak membuat orang-orang terasingkan dan hanya bisa diam atas ketidakadilan, tapi justru terampil menganalisis kondisi objektif kehidupan mereka. Disitulah mereka menjadi merdeka."

"Pembelajaran yang sesungguhnya terjadi ketika dialog berlkelanjutan antara murid dan gurunya." 

"Tidak ada orang yang terlahir 'sudah jadi': melalui pengalaman pribadi di dunialah, kita bisa menjadi seperti adanya kita sekarang." 

"Apa yang dilakukan pendidik ketika mengajar adalah untuk membimbing murid-muridnya menjadi diri mereka apa adanya."

15. Marietta Johnson (1864-1938)

"Kita harus menghormati fase masa kanak-kanak anak didik, dan bukannya 'memperpendek' dengan menimpakkan jadwal orang dewasa pada aktivitas persekolahan mereka." 

"Sebagai guru, kita harus menyadari bahwa anak-anak sepatutnya mengikuti dinamikan mereka sendiri, sehingga bisa benar-benar siap." 

"Guru tidak boleh bersikap otoriter dengan memaksa anak untuk masuk ke level yang diluar tingkat kesiapan mereka." 

 

(referensi: Teacher's Wisdom oleh Tim Wesfix)