Hidup ini berjalan begitu cepat, tanpa kita sadari juga kita sudah tumbuh dewasa. Memori tentang masa kecil pun masih sering kali terlintas di pikiran kita. Mengingat masa-masa dimana bermain bisa begitu bebas dan tanpa beban. Seiring berjalannya waktu tentunya banyak hal yang menjadikan kita pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Mimpi dan cita-cita saat kita kecil dulu pun berubah, yang dulu mungkin bermimpi menjadi dokter saat ini mungkin menjadi pegawai kantoran mengurusi pajak. Ada juga yang dulu berteriak lantang ingin menjadi pilot namun begitu dewasa malah menjadi Bos beras di pasar. Memang hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di esok hari tapi kita juga tentu paham betul bahwa kita pun berhak merencanakan hidup kita.

Banyak hal tentang merencanakan hidup seperti membangun pendidikan, tempat tinggal, karir, keuangan sampai merencanakan jodoh hidup. Tapi sering kali juga kita terlalu fokus pada satu atau dua hal dan mirisnya lagi hal yang paling sering dilupakan juga dianggap sepele adalah merencanakan pasangan hidup.

Ah Santai aja, jodoh itu Tuhan yang atur” kalimat ini yang sering menjadi tameng ketika pertanyaan tentang pasangan menyerang sampai kita lupa bahwa Tuhan mengatur jodoh agar kita mencarinya bukan hanya menunggu. Sehingga tanpa sadar satu per satu kawan-kawan ataupun sanak saudara sudah membangun keluarganya sendiri.

Dan begitu tersadar kita telah menginjak “kepala 3” atau berumur 30 tahun. Seketika banyak dari kita langsung merasa galau karena melihat kawan yang sudah berkeluarga dan sedangkan kita dalam pencarian jodoh yang tepat. Namun kita juga kurang menyadari apa sih penyebabnya masih begitu santai melajang walaupun sudah berada “kepala 3” . Artikel ini didedikasikan untuk mereka yang siap melepas masa lajang. Begitu kalian tahu penyebabnya maka kalian siap untuk memecahkan masalahnya.

1. "Sudah terlalu lama sendiri, Sudah terlalu lama aku asik dengan diriku sendiri"

Gadis Sendirian di Restoran via https://images.pexels.com

Telalu Lama Sendiri” lagu yang dilantunkan Kunto Aji mungkin terinspirasi dari kawan-kawannya yang masih betah menyendiri walaupun umur sudah menginjak 30 tahun. Kesendirian yang membuat betah biasanya dimulai dengan niatan hidup Mandiri dan ditambah lagi biasanya jauh dari orang tua.

Sehingga untuk memikirkan asmara sering kali hanya untuk “Main-main” saja, yah sekedar menemani jalan-jalan di akhir pekan. Terbiasa hidup mandiri dan juga tidak mengandalkan orang lain membuat semakin nikmat menjalani kesendirian.

Tapi banyak dari kawan yang menjalani kesendirian setelah sekian tahun mereka merasakan “Kekosongan” di dalam hatinya. Menjalani segala hal dengan mengandalkan diri sendiri dengan hidup Mandiri memang baik namun Tuhan menciptakan segala hal di muka bumi ini berpasang-pasangan.

Advertisement

Dan percayalah hidup bersama tambatan hati akan membuat hidup semu menjadi lebih berwarna dan dinamis karena kita semua diciptakan untuk melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya. 

2. Boleh sih mengejar karir tapi jodoh juga perlu dikejar!

Membangun karir memang bukanlah hal yang mudah dan mayoritas dari kita memulainya dari tahapan yang paling awal. Banyak dari kita juga ternyata memiliki anggapan bahwa bila karir yang baik akan menjamin segala halnya terjamin.

Namun ambisius mengejar karir untuk berada di puncak tentunya membutuhkan usaha yang ekstra, waktu dan banyak hal yang dikorbankan. Sayangnya hal yang seringkali dikorbankan adalah kepentingan pribadi yang seharusnya bisa disyukuri dan dinikmati. Contohnya saja berkumpul bersama dengan keluarga, teman dan kekasih.

Memperhatikan dan menyempatkan diri untuk berkumpul bersama keluarga bukanlah hal yang akan menghalangi kita untuk membangun karir. Memiliki teman yang berkualitas pun bagian dari mengembangkan diri untuk memudahkan kita dalam menggapai karir yang kita inginkan.

Satu hal lagi yang sering juga diabaikan yaitu menemukan pasangan hidup, memang betul ketika sukses nanti akan lebih mudah menemukan jodoh. Namun akan beda ceritanya jika kita bisa membangun kesuksesan bersama-sama dengan pasangan kita. Menikmati setiap perjuangan, bahu-membahu dan saling mengingatkan ketika adanya kesalahan. Percayalah rasanya akan jauh lebih nikmat!.

3. Trauma akan cinta memang menyakitkan, maka biarkanlah cinta juga yang menyembuhkan

Pasangan Kekasih via https://images.pexels.com

Kehilangan, dikecewakan bahkan sampai dibutakan oleh cinta bagian dari cerita hidup banyak orang dan trauma sering kali “hinggap” pada mereka yang merasakannya. Parahnya trauma lebih lama “berkawan” dengan diri kita ketimbang cinta.

Cinta bukanlah hal yang buruk, hanya saja banyak yang menyalah gunakannya sebagai alat untuk mendapatkan  apa yang mereka inginkan. Sedihnya sakit yang ditimbulkan oleh cinta cenderung lebih menyakitkan dibandingkan sakit fisik.

Sekuat apapun dan setangguh apapun menghadapi trauma akan cinta biasanya membutuhkan waktu yang panjang untuk mengobatinya. Tapi tahukah kalian? Obat terbaik untuk menghadapi trauma akan cinta adalah Jatuh Cinta. Untuk itu, bukalah hatimu untuk orang yang benar-benar memperjuangkanmu dan percayalah cinta akan mengobati trauma yang kau rasakan. 

4. Sebuah komitmen memang menakutkan tapi yakinlah itu akan membahagiakanmu

Tangan Cinta via https://images.pexels.com

Ketakutan akan sebuah hubungan yang serius ternyata juga menjadi masalah. Entah takut hubungan yang tidak akan berhasil atau memang tidak memiliki keberanian untuk membangun sebuah hubungan. Sayangnya dorongan yang diberikan keluarga dan teman pun banyak yang kurang berhasil karena masih ada ketakutan dalam hatinya.

Sebuah komitmen dalam hubungan tentunya akan ada masalah dalam setiap perjalanannya karena memang seperti itulah yang akan mengajarkan kita untuk mengenal satu sama lain. Hubungan yang baik bukan berarti tidak ada masalah di dalamnya namun bagaimana satu sama lain menyelesaikan masalah tersebut. Beranikanlah dirimu untuk membuka hati dan menjalin hubungan yang kau idamkan dan jangan lupa kamu dan pasanganmu harus bahagia dalam komitmenmu itu. 

5. Punya standar pasangan sah-sah saja tapi jangan kaku dong nanti kamu jomblo sampai tua loh

Gembok Cinta via https://images.pexels.com

Kita semua tentu memiliki bayangan pasangan yang diidam-idamkan namun seiring berjalannya waktu dan kedewasaan kita, tentunya kita lebih memilih mereka yang jauh lebih memperjuangkan kita dibandingkan dengan yang sempurna namun tidak ada niat serius. Namun ternyata banyak juga loh yang tetap “kaku” pada standar pasangan yang malahan merugikan diri sendiri.

Sesempurna apapun standar yang kita inginkan untuk seorang pasangan, kalian tentu tahu bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Jadilah orang baik karena Tuhan akan menjodohkan kita dengan orang baik, Percayalah!.

Sebagai manusia kita tidak tahu siapa, kapan dan dimana akan bertemu jodoh kita. Tuhan mengatur dengan baik jodoh yang sesuai dengan diri kita. Jadilah pribadi yang baik, mantapkan hati dan biarkan Tuhan yang mengatur sisanya.

 

So, mungkin saatnya kita melihat lagi diri kita, dengan begitu kita bisa tahu apa penyebab kesendirian saat sudah memasuki kepala 3.