Untuk beberapa kalangan, ngomong adalah hal yang menakutkan khususnya ngomong di depan banyak orang. Tak jarang sebelum naik ke podium, perut mulai mules, keringat dingin bercucuran deras walau dalam ruangan AC. Ada juga yang sampai muntah sebelum naik podium karena saking takutnya.

Terkadang kamu mulai iri sama temanmu yang dengan lancarnya ngomong tanpa tersendat sama sekali. Sepintas kamu mikir kalau teman kamu emang settingannya seperti itu dari mereka lahir. Diantara kamu mungkin ngikutin saran dari teman atau baca-baca artikel bagaimana ngomong didepan orang banyak, sayangnya masih nihil.

Jika tips yang kamu pakai sebelumnya masih membuatmu gagal berbicara di depan banyak orang. Coba ikuti cara di bawah ini.

1. Cari sosok pembicara favoritmu, amati, pelajari dan tiru

Contoh saja idolamu via http://blog.ted.com

Segala sesuatu yang kita pelajari pasti ada contohnya. Di sekolah aja, setiap pelajaran akan diberikan contoh oleh guru kita tercinta agar mudah diterima. Hal ini sama juga dengan kemampuan bersilat lidah.

Untuk kamu yang udah terbisa ngomong depan banyak orang, nggak akan masalah. Bagaimana dengan kamu yang masih ketakutan? Kamu bisa memulai dari tokoh pembicara atau pembawa acara favorit kamu. Dalam dunia public speaking nggak ada undang-undang yang mewajibkan ngomong harus begini, begitu dan begini-begitu. Intinya adalah kamu menyampaikan pesan dan orang lain bisa menerima pesan kamu dengan baik. Delivery-nya bebas. Kamu bisa mengamati pembicara seminar, host acara TV atau standup comedian yang sesuai dengan karaktermu. Sekedar untuk acuan agar nggak keringat dingin dan mules-mules ketika di podium.

2. Agar tidak terlihat plonga-plongo, siapkan materi dan poin yang hendak disampaikan sebelum bicara

Jangan lupa materinya via http://wowprezi.com

Advertisement

Ketika berada diatas podium, kamu akan diberi ketentuan sesuai kesepakatan untuk ngomong dihadapan puluhan, bahkan ratusan pasang mata. Untuk beberasa kasus,masih ada beberapa orang sering kebingungan karena nggak tau apa yang mau diomongin, sehingga apa yang diomongkan ngalor-ngidul nggak karuan. Akibatnya presentasimu menjadi berantakan.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kamu siapkan apa yang ingin kamu sampaikan sebelum di podium. Lebih baik lagi materi yang hendak disampaikan kamu tulis ulang dalam kertas atau buku kecil. Hal ini sangat membantu bagi kamu yang kemampuan menghafal pas-pasan dan kamu yang introvert. Walau banyak orang menganjurkan jangan membawa catatan ketika berbicara di podium tetapi gak ada salahnya kamu membawa catatan materimu. Jika kamu ngerasa nyaman membawa catatan, ya silahkan bawa. Bawa catatan bukan berarti kamu nggak menguasai materi, bisa aja kamu nemu istilah yang sulit kamu inget dan alhasil kamu tulis biar nggak lupa.

3. Asupan Materi Tanpa Nutrisi = Nihil

Makan dulu ya.. via http://www.nutrifitblr.com

Kamu sudah mengisi kepalamu dengan materi yang sudah dipersiapkan. Sudah kamu tulis ulang biar gak lupa. Ada hal lagi yang kamu harus perhatikan setelahnya, jika tidak presentasimu akan berantakan jika melupakan hal yang satu ini. MAKAN.

Kamu bukanlah mesin diesel yang dalam waktu tertentu harus diisi solar. Kamu mahluk hidup yang butuh nutrisi setiap hari. Nutrisi yang kamu perlukan untuk beraktivitas sehari-hari. Begitu juga halnya dengan ngomong di atas podium. Ingat, kamu bukan sedang ngomong santai macam tempat tongkrongan bareng temen-temenmu. Kamu di atas podium, ngomongin sesuatu yang bersifat informasi dan didengar banyak orang. Jadi pastikan kamu sudah mengisi diri dengan materi dan nutrisi pada tubuhmu. waktu yang tepat untuk makan adalah saat pagi hari atau satu jam sebelum presentasi. Makan secukupnya aja, supaya aksimu berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

4. Relaksasi sebelum bicara agar badanmu tenang dan nyaman

Relaksasi via http://csdnews.com

Kamu udah punya gambaran untuk presentasi. Punya materi untuk presentasi dan udah kamu tulis ulang. Makan juga udah. Poin berikutnya yang harus kamu lakukan adalah menenangkan diri. Percuma kamu udah nyiapin semua yang kamu perlukan kalau grogimu membuat kamu jatuh.

Menenangkan diri diperlukan disini agar badan kamu gak tegang dan apa yang ingin kamu sampaikan bisa diterima dengan baik. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menenangkan diri. Bisa kamu mulai dengan mendengarkan musik, membaca buku atau kamu menyendiri sampai kamu merasa tenang, silahkan aja. Namun ada yang harus kamu perhatikan.

Setiap orang punya cara sendiri-sendiri. Cara kamu dengan cara orang lain belum tentu sama.

Kurang lebih maknanya adalah jangan terpaku sama cara orang lain. Sebenarnya gak dosa sih kamu ngikutin cara orang, namun itu semua gak ada asuransinya lho. Ketika orang lain melakukan dengan caranya sendiri dikarenakan dia merasa nyaman setelah melakukan ritualnya sendiri. Jadi kamu yang mau melakukan presentasi, ketemu dosen atau open mic, carilah ritualmu sendiri agar ragamu tidak tegang.

5. Desainlah Personamu Sendiri

Bentuk Personamu via http://www.lifehack.org

Setiap pembicara manapun pasti dikenal apabila mereka punya ciri khas yang bisa diingat orang. Mereka punya cara sendiri untuk menggaet massa agar memberikan waktunya untuk si pembicara. Bisa dari gaya bicara, pakaian yang dikenakan atau gimmick yang memudahkan orang ingat padanya. Kamu perlu membangun personamu sendiri.

Persona hanya bisa dibangun apabila kamu sudah nyaman dengan dirimu sendiri. Beberapa orang selalu tersiksa dengan saran dari buku atau majalah yang mengharuskan untuk melebarkan bibir, melihat audience atau membuat joke agar suasana menjadi santai. Ingat, kamu gak harus melakukan seperti itu. Jangan memaksakan kehendak orang lain kepadamu. Jika orang tertawa saat kamu ngomong, anggap aja bonus. Walau ekspresimu datar kaya Dodit Mulyanto, kamu tetap bisa mengguncang podium dengan gaya penyampaianmu.

Inti dari sebuah public speaking adalah menyampaikan pesan dan orang lain menerima pesanmu dengan baik. Apa yang kamu sampaikan selama berpuluh-puluh menit hanya sebagian yang nyantol ke orang lain. Jadi pastikan kamu membuat konklusi yang orang selalu ingat dari apa yang kamu sampaikan. Media penyampaiannya bebas, gak ada undang-undang yang melarang kamu berekspresi.