7 Tips Public Speaking ala si Pemalu, Simon Sinek. Cocok Dipraktikkan Saat Presentasi Pekerjaan

public speaking presentasi

Kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak menjadi salah satu kemampuan yang paling dibutuhkan terutama jika sudah masuk ke dunia kerja. Sebagus apapun gagasan yang dimiliki akan terlewat begitu saja jika dalam penyampaiannya kurang jelas dan lugas. Hal ini mungkin masih sulit dilakukan sebagian orang apalagi mereka yang memiliki sifat dasar pemalu, rasanya ini jadi momok besar dalam perjalanan karier. Akan tetapi, rasa ini harus kamu perangi sampai berhasil seperti Simon Sinek.

Advertisement

Mungkin tak ada yang menyangka bahwa ia adalah orang yang pemalu dan tidak suka tampil di depan umum. Apalagi video Ted Talk miliknya telah dilihat sebanyak 22juta kali dan menjadi video Ted Talk paling banyak dilihat. Lalu bagaimana ia melakukannya? Ini dia 7 tips yang ia bocorkan dilansir dari Entrepreur.com. Simak yuk!

1. Alih-alih langsung berbicara ketika namamu dipanggil, ada baiknya berikan waktu sejenak untuk menguasai situasi

Tarik napas dulu/ Credit: user4107146 via www.freepik.com

Simon menyarankan untuk berjalan pelan-pelan ke ‘panggung’, ambil napas dalam-dalam, temukan tempat paling nyaman, tunggu beberapa detik dan mulailah. Mungkin awalnya akan terasa canggung namun hal ini justru akan menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan mampu menguasai suasana.

2. Jangan menunjukkan bahwa dalam presentasi ini kamu adalah seorang taker, namun posisikan diri sebagai seorang giver

Seringnya ketika melakukan presentasi baik untuk menunjukkan ide atau untuk menjual sesuatu maka sangat terlihat bahwa tujuannya adalah menjual itu sendiri, di sini berarti posisimu adalah seorang taker. Biasanya orang yang mendengarkan akan merasa tidak tertarik isi presentasimu. Berbeda jika kamu memosisikan diri sebagai orang yang menunjukkan value atau menunjukkan hal yang baru. Biasanya mereka akan lebih percaya.

3. Pandangan mata menjadi hal yang penting, Simon menyarankan untuk melihat satu demi satu bukan semuanya sekaligus

Simon merasa bahwa akan lebih mudah dan efektif ketika menatap satu orang saat berbicara untuk meningkatkan koneksi. Sebisa tatap satu orang selama menyelesaikan satu kalimat dan ganti ke yang lain di kalimat selanjutnya. Hal ini akan membuat para audiens merasa dirimu ‘mengajak ngobrol’ mereka, bukan ‘ngobrol bersama mereka.’

4. Berbicara tegas bukan berarti tergesa-gesa, cara berbicara yang pelan-pelan malah membuat audiens penasaran

Pelan tapi pasti/ Credit: pereslavtseva via www.freepik.com

Saat grogi maka suara cenderung akan lebih cepat dan tergesa-gesa padahal hal tersebut membuat audiens cenderung malas. Kamu bisa kembali mengambil napas, berhenti sejenak, dan berbicara pelan-pelan. Audiens akan mengamati satu demi satu perkataanmu.

5. Mungkin akan ada beberapa audiens yang menunjukkan gelagat tidak menyetujui apa yang kamu katakan, yang seperti ini sebaiknya diabaikan

Masa sih?/ Credit: boggy via www.freepik.com

Biasanya akan ada orang-orang yang mengernyitkan dahi, mengangkat bahu, atau geleng-geleng untuk menunjukkan bahwa mereka tak setuju. Alih-alih berusaha meyakinkan, sebaiknya abaikan mereka dan fokus dengan orang-orang yang mendukungmu serta berkata iya karena hal tersebut akan membuatmu semakin percaya diri.

Advertisement

6. Grogi itu wajar terjadi tapi ternyata kamu bisa mengubahnya menjadi sebuah ekspresi antusias serta senang

Simon mempelajari hal ini saat ia menonton Olympics. Setiap ada yang ditanya “Apakah kamu grogi?” maka jawaban mereka selalu “Tidak, aku gembira.” Hal ini bisa diterapkan di panggung yaitu memberi tahu diri sendiri bahwa kamu tak sedang merasa grogi namun justru antusias dan gembira. Hal ini cukup efektif menurutnya.

7. Setelah selesai Simon tidak pernah lupa untuk mengakhirinya dengan ucapan terima kasih karena telah mendapatkan ‘hadiah’

Tepuk tangan yang datang setelah menyelesaikan presentasi adalah sebuah hadiah, sehingga frasa yang tepat untuk menjawabnya adalah ucapan terima kasih. Kalaupun tak ada tepuk tangan, mereka juga sudah meluangkan waktunya untuk mendengarkanmu jadi ucapan tersebut layak untuk diberikan di akhir presentasi.

Walaupun terasa sulit, kemampuan ini juga bisa berkembang seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, mempelajari hal-hal seperti yang disebutkan oleh praktisinya juga menjadi hal penting. Salah satu yang tak kalah penting adalah menguasai materi sebelum kamu menyampaikannya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE