Setiap wanita pasti ingin memberikan keturunan yang lucu, sehat, dan dapat dibanggakan. Oleh karena itu tak heran jika setiap wanita sangat memperhatikan kesuburanya. Seperti yang dilansir Go Dok ada 9 faktor penentu kesuburan wanita, yuk simak fakta-faktanya berikut!

1. Berat badan

Badan Ideal via http://google.com

Percaya nggak percaya faktor pertama yang mempengaruhi kesuburan wanita adalah berat badan. Faktanya berat badan yang terlalu berlebih dapat meningkatkan risiko terkena Polycistoc Ovarium Syndrome (PCOS), bahkan seorang Thomas Jefferson mengatakan bahwa semakin berat bobot wanita, maka fungsi ovariumnya semakin mengalami kemunduran.

Namun, bagi kamu yang mempunyai tubuh langsing jangan senang dulu. Faktanya wanita dengan badan kurus akan membuat ia kekurangan hormon Leptin. Jadi sebaiknya pastikan berat badan ideal kamu.

2. Usia

Kepala Dua via http://google.com

Advertisement

Pada usia 40 sampai 50 tahun, wanita akan mengalami manopause yaitu suatu proses di mana kesuburan wanita akan menurun secara drastis karena secara biologis tidak mampu lagi memproduksi sel telur. Tak heran jika pada usia 35 tahun sebagian besar wanita akan mengalami kesulitan mempunyai momongan.

3. Gaya hidup masa kini

Gaya Hidup via http://google.com

Menurut American Society of Reproductive Medicine, 13% dari total kasus mandul pada wanita disebabkan oleh kebiasaan merokok dan meminum miras. Jadi mulai sekarang mending ganti semua minuman alkoholmu dengan yang lebih sehat seperti air putih hingga jus aneka buah.

4. Secangkir kopi tak senikmat kesuburanmu

a cup of coffee via http://google.com

Percaya nggak percaya ternyata konsumsi kafein berlebih dapat mempengaruhi kesuburan seorang wanita, lho! Kandungan kafein di dalamnya dipercaya dapat menghambat proses pematangan sel telur. Duh, bahaya banget, khan?

5. Perhatikan pola makan, nggak boleh sembarang diet

Faktor yang memengaruhi kesuburan wanita yang terakhir adalah kebiasaan diet yang dilakukan secara ekstrem. Ya, menurut dr. Marilyn Glenville (pakar kesuburan wanita) kebiasaan diet ekstrem akan membuat kadar gula darah dalam tubuh mengalami penurunan. Inilah yang kemudian memicu penyerapan hormon progesteron berjalan kurang maksimal. Padahal, hormon progesteron dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan sel telur, lho!