Mendengar cerita cinta dua sejoli yang salalu bahagia walau diterpa banyaknya masalah memang begitu indah untuk diimpikan, ini adalah impian yang sampai saat ini semua orang masih berjuang, tak jarang justru bukan cerita indah, tapi yang didapat malah penderitaan.

“Cinta, deritanya tiada akhir”, begitulah akhir kata pepatah yang selalu gagal dalam percintaan. Berdiam diri dikamar, bahkan sampai hilangnya nafsu makan hanya karena cintanya bertepuk sebelah tangan atau kedua orang tua yang tak merestui sebuah hubungan.

Lima hal ini perlu kamu ketahui ketika dilanda asmara agar kamu semakin yakin bahwa cinta itu datang dengan indah dan pergipun dengan indah pula.

1. Sambut datangnya cintamu dengan rasa syukur

Hanya karena rasa cinta banyak orang berubah dengan mengekpresikan tingkah laku kepribadiannya, dari yang biasanya pemdiam menjadi periang, yang biasanya murung sekarang tersenyum-senyum sendiri dikamar bahkan sampai menjadi alim dadakan. Inilah ekpresi ungkapan hati seseorang. sebuah hal yang wajar dalam mengekpresiakan, selagi itu mengarah kepada kebaikan jalankan dan lakukan dengan senang. Selalu bersyukur adalah awal menuju kebaikan. Syukuri, nikmati dan rasakan perubahan untuk melangkah menyusun masa depan yang gemilang.

2. Mencintai adalah memberi yang terbaik

memberi kejutan via https://twitter.com

Mencintai adalah memberikan yang terbaik yang kita miliki, berani berkorban adalah salah satu bukti cinta itu perlu diperjuangkan. Bukan sekedar kata tapi tindakan yang nyata, Seperti seorang ibu yang mencintai anaknya, tak minta balasan namun kebahagiaan hanya mengharap anaknya dimasa depan. Ketika cinta itu datang tunjukan dengan pengorbanan, buktikan dengan tindakan nyata meskupun pada ujungnya tanpa balasan.

Advertisement

Kamu setidaknya sudah belajar mengerti tentang keikhlasan, belajar tentang pengorbanan dan ini adalah modal utama untuk menatap kedepan ketika cinta itu datang kembali kamu tak akan pernah rugi, semakin banyak gagal semakin banyak ilmu tentang kesabaran, pengorbanan dan kesetiaan yang sudah kamu miliki menjadi modal untuk dipersembahkan kepada orang yang tepat suatu saat nanti kamu dipertemukan.

3. Mencintai dengan kesabaran dan kelembutan tapi juga punya ketegasan

tegas bukan berati galak loh via http://atied-story.blogspot.co.id

Tidak ada perjuangan tanpa kesabaran., ketika sebuah pesan tak ada balasan, ketika sbuah kirima buku kesukaannya tak dapat tanggapan kamu hanya butuh kesabaran, dan menghargai orang lain menunjukan bahwa kamu sedang belajar tentang arti kesabaran dan sibukan diri dengan hal positif sambil belajar dan bekerja untuk masadepan, esok hari kamu mungkin akan mendapat balasan dan tanggapan. Tapi ketika ucapan dan pengorbanan tak pernah direspon, kamu tak perlu cemas bahkan emosi sampai malas untuk mandi.

Tenangkan diri jangan tetap jangan emosi karena tak ada kasih sayang tanpa kelembutan, mencintai bukan sekedar memanjakan tapi juga menatap kedepan bagaimana sebuah hubungan, semua cinta punya tujuan, jika pada akhirnya dirasa tujuan itu tak sesuai dengan harapan maka kamu hanya memiliki dua pilihan “Leave or stay”.

4. Mencintai dengan semangat untuk memperbaiki diri

Setiap orang wajar melakukan kesalahan, tapi jika kesalahan itu dilakukan berkali-kali tanpa intropeksi diri ini yang harus dirubah sejak dini bisa menjadi bom bunuh diri. Ucapan kamu yang kurang tepat dalam menyampaikan, atau mungkin juga penampilan kamu yang kurang diperhatikan bisa menjadi penyebab kamu akan mengalami kegagalan yang sama.

5. Berharap hanya kepada sang Maha Cinta

Allah sang membolak balikan hati manusia via https://webpraktis.com

Dalam politik setiap detik keputusan bisa berubah, begitu juga dalam asmara, sekarang baik besok bisa jadi musuh yang siap mencabik-cabik. Maka pasrahkan pada sang maha Cinta yang membolak-balikan hati manusia. Memperjuangkan cinta-Nya adalah sama dengan menghargai karunia-Nya. Dan pada akhirnya, ketika cinta itu datang sambutlah dengan kebahagiaan, perjuangkan dengan pengorbanan., dan ketika cinta itu berlalu lambaikan tangan dengan senyum kebahagiaan.

Salam.