Dalam bekerja tentunya ada saja kendala. Tidak ada yang mulus seratus persen, begitupun soal kenyamanan saat bekerja. Kenyamanan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti masalah gaji yang tidak sepadan dengan pekerjaan, hubungan antara kamu dengan rekan kerja, hubungan dengan atasan, jenjang karier, hingga masalah politik kantor. Dampaknya, kamu jadi malas bekerja dan ingin resign saja rasanya.

Sebenarnya, semua hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi di dunia pekerjaan, namun ada baiknya kamu menimbang-nimbang terlebih dahulu sebelum resign. Berikut merupakan hal-hal apa saja yang perlu kamu pertimbangkan ketika berencana untuk resign.

 

1. Jangan terburu-buru menyatakan resign, kamu akan kehilangan banyak pundi-pundi yang seharusnya jadi hakmu

Mempunyai rencana untuk resign sebenarnya wajar-wajar saja, tapi apakah kamu sudah memikirkan matang-matang kerugian apa saja yang akan kamu dapatkan ketika kamu resign? Contohnya ketika kamu baru masuk bekerja pada saat bulan puasa, otomatis kamu nggak dapat THR dong, dan ketika kamu memutuskan resign ketika bulan puasa berikutnya belum tiba, kamu akan kehilangan satu kali gajimu yang seharusnya menjadi milikmu, rugi kan? Belum lagi kalau di kantormu ada sistem bonus dan komisi. Bisa-bisa hilang juga pundi-pundimu tersebut.

2. Carilah pekerjaan yang dapat meng-cover kerugianmu

Harus bisa meng-cover ya

Harus bisa meng-cover ya via https://www.google.co.id

Jika kamu benar-benar ingin resign, jangan langsung resign kemudian menganggur. Jika bisa, setelah kamu resign, kamu sudah harus dapat bekerja kembali. Carilah pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya, terutama dari segi penghasilan. Jika kamu sudah mendapatkan beberapa kerugian dari kantor lama setelah resign, maka carilah pekerjaan yang mana penghasilannya dapat meng-cover kerugian yang kamu alami tersebut.

3. Punya masalah dengan rekan kerja memang tidak enak, tapi kamu bisa perbaikinya kok!

Shutterstock

Shutterstock via https://www.google.co.id

Seringkali orang-orang yang resign dari tempat bekerjanya adalah karena hubungan yang tidak baik dengan sesama rekan kerja. Biasanya sih, wanita lebih banyak mengalami hal ini. Ya, memang mempunyai “batas” dengan rekan kerja akan memengaruhi produktivitasmu dalam bekerja dan membuatmu merasa tidak nyaman. Tapi jika kamu mau mengalah, kamu dapat mengubah seluruh keadaan tersebut. Semua itu tergantung dari diri kita masing-masing dan bagaimana kita menyikapi perilaku orang lain.

4. Atasanmu selalu menganggap remeh dirimu? Coba buktikan kalau kamu bukan receh

TSM Interactive

TSM Interactive via https://www.google.co.id

Untuk hal ini, sepertinya tidak sedikit atasan yang menganggap bawahannya tidak mampu mengerjakan suatu hal, selalu memandang karyawannya sebelah mata. Punya atasan seperti ini memang menyebalkan, tapi yang perlu kamu ketahui bahwa memberi ‘pelajaran’ terhadap atasan juga penting dilakukan, agar mereka tidak semena-mena dengan diri kita. Kamu dapat menunjukkan kemampuan terbaikmu di depan klien atau mungkin di depan karyawan lainnya, ketika atasanmu merendahkan kemampuanmu. Dengan begitu, atasanmu akan malu karena sudah memandang sebelah mata dirimu. Kalau atasan kamu tetap tidak respect, emang dasar aneh aja atasanmu.

5. Kalau memang stuck di situ aja sih, ya mending resign aja

Udah resign aja

Udah resign aja via https://www.google.co.id

Banyak pekerja yang bersusah-susah dahulu, kemudian bersenang-senang akhirnya. Seperti dalam dunia pekerjaan, meniti karier dari nol yaitu dari staf dan berharap dapat mencapai level manajer atau paling tidak supervisor. Tapi ingat juga, jangan terlalu lama meniti karier. Lihat jenjang karier yang ada, apakah menjanjikan atau tidak? Pergerakannya lama atau tidak? Jangan sampai ketika umurmu sudah uzur, kamu baru diangkat menjadi manajer, kasihan keluargamu sih.

6. Yang kuat yang menang, yuk ubah hal tersebut!

Menang yang mana ya kira-kira?

Menang yang mana ya kira-kira? via https://www.google.co.id

Politik kantor tampaknya menjadi hal yang sangat menyeramkan bagi sebagian orang, mengapa demikian? Karena ada sebagian orang yang rela menjatuhkan rekan kerjanya sendiri untuk mendapatkan keinginannya seperti jabatan, pujian dari atasan, hingga kepercayaan atasan. Sebenarnya berkompetisi dalam hal jabatan boleh-boleh saja, asal dilakukan dengan cara yang sehat. Jangan menjadi kaum yang lemah, dan jangan pula berpikiran kalau yang kuatlah yang akan menang, yang akan berkuasa. Tanamkan pada dirimu kalau kamu juga bisa, kamu bisa meraih hal tersebut dengan cara yang baik, tanpa menyakiti seseorang dan tanpa melalui cara yang salah.