Halo, Sayang! Malaikatku terkasih...

Coba tolong kurangi tatapan ragumu padaku. Setelah sekian lama kita memadu kasih, kuharap kamu mengenali hatiku hingga ke relung yang terdalam. Aku, pasanganmu yang hingga detik ini masih setia tertawa bersamamu. Masih setia bersisian denganmu. Tak perlu kamu takut dengan mereka yang kamu anggap melebihimu di luar sana. Aku tak tertarik dengan mereka. Karena hingga saat ini, hatiku masih jatuh di genggamanmu.

 

1. Setelah sekian lama menjalin kisah ini, aku tak pernah berpikir untuk mencari yang lain.

aku tak pernah bosan berada di sampingmu

aku tak pernah bosan berada di sampingmu via http://google.com

Waktu panjang yang telah kita lalui masih terasa singkat bagiku. Kehadiranmu membuatku enggan mencari yang lain. Apapun yang kubutuhkan ada pada dirimu. Kita yang bisa bertingkah seperti layaknya kekasih, saudara, sahabat, membuatku tak pernah bosan dengan cerita cinta kita.

Kuharap kamu pun seperti itu. Merasa terlengkapi dengan memilikiku.

2. Darimu kudapat kebahagiaan. Kamu mencintaiku dengan tulus tanpa aku perlu menjadi sosok yang lain.

aku bebas menjadi diriku sendiri, dan kamu tetap memilih untuk terus mencintaiku

aku bebas menjadi diriku sendiri, dan kamu tetap memilih untuk terus mencintaiku via http://google.com

Ini yang kusuka dari cerita cinta kita. Kita sama-sama tak perlu berpura-pura menjadi orang lain agar disukai. Aku bebas bertingkah dengan sifat asliku. Begitupun kamu. Alih-alih merasa kesal, kita justru menghabiskan hari dengan menertawai kekonyolan kita masing-masing.

Itu yang membuatku tak berhenti menyayangimu. Karena kita sudah sama-sama saling mencintai dengan tulus.

3. Hey, tak perlu minder dengan dirimu! Aku mencintaimu apa adanya.

aku jatuh cinta sepenuhnya denganmu, ya, dengan kesederhanaanmu juga

aku jatuh cinta sepenuhnya denganmu, ya, dengan kesederhanaanmu juga via http://google.com

Tidakkah kamu lihat senyum ini, Sayang? Selalu merekah menyambut kehadiranmu. Aku bahagia denganmu. Sangat bahagia. Masalah apapun terasa lebih ringan dengan pendampinganmu. Aku mencintaimu. Kurang lantangkah bisikanku itu, Sayang? Tak perlu minder dengan kekuranganmu. Tak perlu takut aku meninggalkanmu karena itu. Dunia sudah melihat kebersamaan kita. Dunia sudah menjadi saksi atas kebahagiaan kita yang tulus.

Kubisikkan sekali lagi,

"Tak perlu minder, Sayang. Aku sudah menerimamu untuk terus kucintai."

4. Kalau tak tulus, sedari aku mengenalmu, pasti kamu sudah kutinggalkan.

tak cukupkah waktu yang kita jalani ini dijadikan pembuktian?

tak cukupkah waktu yang kita jalani ini dijadikan pembuktian? via http://google.com

Sayang, tidakkah kamu sadar? Jika aku tak tulus menerimamu, pasti aku sudah memutuskan untuk meninggalkanmu sedari aku tahu kekuranganmu. Tapi apa yang kulakukan? Aku memilih untuk terus mencintaimu. Kuharap kamu menyadari ini semua. Hingga saat ini, aku masih setia berdiri di sampingmu. Hingga saat ini aku masih setia tertawa dan berbagi kasih denganmu. Kamu sudah kupilih untuk menempati hati ini.

5. Hapus ragumu sayang! Aku memilih bersedia menemanimu meski memulai dari titik terendah.

kita akan selalu bersama

kita akan selalu bersama via http://google.com

Hidup itu seperti roda yang berputar. Ada kalanya kita harus memulai semuanya dari titik terendah, sebelum akhirnya tiba di puncak. Pemikiran itu yang kupakai untuk selalu menguatkan cintaku padamu.

Kita berjuang sama-sama, ya? Aku berjanji akan setia menapaki perputaran roda hidup ini. Denganmu, bersamamu.

6. Aku berjanji untuk setia saat mendaki bersama. Aku berjanji. Demi kamu dan kita.

aku sudah mempercayakan hati padamu

aku sudah mempercayakan hati padamu via http://google.com

Kita tetap bersama, ya? Aku berjanji akan tetap setia meski harus mendaki. Aku menyadari, kita kan mendaki juga untuk kebahagiaan hubungan kita di masa depan. Aku sadar akan hal itu. Hidup ini harus realistis. Tidak bisa semua masa dipaksakan selalu melimpah. Ada masanya harus mendaki, ada masanya menuai panen saat tiba di puncak. Dan aku sudah membulatkan komitmen untuk melalui itu semua denganmu, bersamamu.

Kita lalui semua ini sama-sama, ya? Aku mencintaimu...