I never knew perfection til
I heard you speak, and now it kills me
Just to hear you say the simple things
Now waking up is hard to do
And sleeping is impossible too
Everything is reminding me of you
What can I do?

 

1. Hai. Apa kabar?

almost wish...

almost wish... via http://favim.com

Ingin rasanya aku kembali menyapamu. Namun dengan tatapan yang berbeda. Tidak lagi dengan tatapan bahagia pertanda kau milikku, ataupun dengan tatapan sendu yang bertanya-tanya kebohongan apa lagi yang akan kau berikan.

Ingin rasanya aku kembali menyapamu. Dengan tatapan hangat, dengan hati yang tenang, dengan senyum yang lega. Aku hanya ingin tahu kabarmu. Itu saja.

 

2. Datanglah. Ceritakanlah padaku...

kau masih boleh menggengamku

kau masih boleh menggengamku via http://favim.com

Apakah dia menyakitimu?

Apakah dia membohongimu?

Apakah dia membuatmu menangis sepanjang malam?

 

Ceritakan lah padaku... teman. (Atau haruskah aku memanggilmu mantan kekasihku?)

Aku sudah menduga kau akan datang lagi padaku, untuk menceritakan sakit yang kau rasakan setelah kau memilih mencintainya dan meninggalkan aku begitu saja. Namun aku tidak pernah menduga bahwa semua berjalan secepat ini. Saat aku masih belum terlalu kuat untuk menerma bahwa air matamu itu untuk dirinya.

Untuk dirinya.

3. Aku disini. Aku yang masih disini.

you bring me back the memories

you bring me back the memories via http://favim.com

It’s not right, not OK
Say the words that you say
Maybe we’re better off this way?

 

Ternyata melupakan bukanlah pelajaran yang mudah. Harus berapa lama lagi? Berapa bulan lagi? Berapa tahun lagi? Mengapa setiap kali aku berpikir aku siap untuk bertemu dengan mu, bayangan dari masa lalu muncul kembali?

Sesulit itukah? Usahaku selama ini sirna saat melihat kembali senyummu....

 

yang kini bukan lagi untukku.

4. Dia terus menyakitimu. Dan kau terus menyakitiku.

aku tidak apa-apa

aku tidak apa-apa via http://favim.com

I’m not fine, I’m in pain
It’s harder everyday
Maybe we’re better off this way?
It’s better that we break…

 

Hari demi hari kita mulai kembali bertukar kata, Berbagi kabar. Menghabiskan waktu bersama. Aku menyukainya. Namun ketika nama nya mulai terucap dari bibirku dan sampai ditelingaku. Aku hanya bisa tersenyum. Sama seperti yang kau ceritakan, "Tiap kali aku mendengar dia bercerita tentang lelaki lain, aku cuma bisa senyum aja. Sakit."

 

Iya. Sakit.


 

5. Kau terus mencintainya. Sementara aku terus mencintaimu.

Maybe we’re better off this way?

Maybe we’re better off this way? via http://favim.com

Take my last kiss and leave me alone.

 

Aku belum siap untuk bertemu dengan mu kembali sementara kau terus bercerita tentangnya yang telah merebut mu dari ku. Dengarlah teman, tanpamu disisiku agi, aku akan (berusaha) baik-baik saja