"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Di masa kini yang semuanya serba digital apa saja semakin mudah dan dipermudah. Termasuk jualan, cukup foto produk, ketik caption, unggah, selesai. Tapi sebenernya ga sesederhana itu loh dalam jualan online. Terutama foto produk, nggak sembarangan bisa cekrek dan upload saja. Apalagi kalo pake kekuatan hengpong jadul foto itu representasi produk yang kamu jual. 

Kalau kamu masih belum tahu gimana cara mengabil foto roduk yang benar, berikut Hipwee Community Malang kasih tips yang kami rangkum dari program #PahlawanDigital .

1. Kenali produkmu agar tahu mana sudut terbaik dari produkmu

Sudut Produk via https://stocksnap.io

Nggak cuma pas mau PDKT aja kamu harus mengenal pasangan, menelisik sudut terapik dari produk jualan kamu juga mutlak perlu. Kalau kamu mau jual makanan, tentu kamu akan foto makananmu secara full-shot. Tapi kamu juga harus memerhatikan sudut mana saja yang bisa difoto.

Misal kamu mau jual makaroni dengan lelehan keju mozzarella, kamu ga harus terpaku sama foto makaroni kamu secara utuh. Kamu juga bisa bereksplorasi dengan pengambilan sudut dari atas atau fokus ke lelehan kejunya. Yang terpenting kamu harus mengenali produkmu dan eksplorasi setiap sudut terbaik di produkmu. Dijamin fotomu semakin dilirik karena ciamik. 

2. Konsep pemotretan nggak cuma buat pre-wedding aja, foto produkmu juga perlu konsep

Konsep Foto via https://stocksnap.io

Advertisement

Nah, konsep juga wajib diperhatikan. Jangan sampai fotomu asal jadi selesai. Ingat, first impression is the key. Jangan sampai calon pembeli kamu tidak mengerti apa konsep dan produk yag kamu jual. Sama seperti langkah pertama, kepekaan sama eksplorasi kamu harus diasah. Kamu juga bisa memakai model jika diperlukan. 

3. Persiapkan kamera dan pencahayaan yang tepat

Persiapkan Kamera dan Pencahayaan via https://stocksnap.io

Nggak harus pakai kamera professional seperti DSLR atau mirrorless untuk mendapatkan foto yang bagus. Pakai saja kamera di ponsel kamu! Selama kameramu masih berfungsi dengan baik, hasilnya tajam, dan fokus itu sudah cukup, kok. Kamu bisa terapkan aturan Rule of Third atau aturan sepertiga. Hipwee pernah mengulasnya kalau kamu mau tahu rule itu.

Pencahayaan jangan sampai terlewat. Ini penting agar fotomu semakin hidup. Coba pakai pencahayaan yang sorotannya miring dan dari atas.

4. Jangan Takut Gagal. Kalau Salah, Ulangi Saja!

Ulangi kalau kurang menarik via https://stocksnap.io

Kalau kamu merasa belum puas dengan hasil jepretanmu, ulangi saja. Daripada hasilnya ga bikin kamu senang dan calon pembelimu urung untuk membeli produkmu. Tertarik aja ngga, masa mau maksain yang memang dirasa ga cocok? Ini bukan soal mainin perasaan, mba

5. Biar foto produkmu makin hidup, edit foto juga diperlukan, loh. Asal nggak berlebihan

Edit Fotomu Biar Ciamik via https://stocksnap.io

Ini yang terakhir nggak mutlak, tapi lumayan diperlukan. Dalam pengeditan, kepekaan kamu lagi-lagi diperlukan biar fotomu enak dilihat. Jangan sekali-sekali pakai editor alay seperti 360 atau B612. Sumpah deh itu nggak banget! Kalau kamu sudah professional biasanya edit foto pakai Adobe Lightroom. Kalau kamu merasa ribet, pakai saja aplikasi Snapseed dan VSCO. Dijamin fotomu akan terasa estetik. Jangan berlebihan ya editnya.

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa Hipwee Community Malang berikan. Kalau kamu tertarik dengan ihwal jual-beli, branding, bisnis UMKM secara digital, kamu bisa ikutan progam #PahlawanDigital yang diselenggarakan oleh Jagoan Hosting. Di sana kalian akan diberi wawasan tentang jual-beli secara digital serta tips-tips membangun branding produk, dan masih banyak lagi. Kalau kamu tertarik, cek saja aktivitas mereka di Instagram @pahlawandigital dan daftar segera di www.pahlawandigital.com. Selamat bereksplorasi produk!