Mi, aku rindu.. mungkin sekarang saatnya aku memulai hidup baru tanpa Mimi dan belajar hidup dengan Mama yang aku rasa lebih sulit. Aku akan sedikit bercerita tentang wanita terhebat yang pernah aku punya, beliau almarhum Nenek ku biasa aku panggil Mimi. hampir 20 tahun aku dibesarkan oleh Mimi dari mulai lahir sampai umur 20 tahun dimana saat beliau masih sehat dan masih bisa memasakan air panas untuk aku mandi.

 

1. Kasih sayang Mimi yang selalu aku ingat...

Kasih sayang Mimi yang selalu ku ingat, ketika aku menangis, ketika aku terluka, ketika aku kecewa.. hanya belai lembutnya yang dapat menenangkanku. Aku rindu saat itu dimana ada tempat mengadu semua keluh kesah yang aku rasakan. Mi aku rindu.. sekarang benar-benar aku merasakan hidup sendiri tanpa Mimi. Rasa kecewa yang aku rasakan aku simpan sendiri aku belajar kuat seperti Mimi tapi aku tak bisa..

2. Mimi, mengajarkanku bahagia yang sederhana..

Nenek ku sayang

Nenek ku sayang via https://sbelen.wordpress.com

Ketika aku lulus kuliah, aku coba merantau ke Ibu Kota. Aku coba bersabar dengan kejamnya keadaan disana. Dan orang yang selalu menanyai ku kabar Mimi, baru setelah itu Mama. Rasa ingin bertemu Mimi kian memuncak di tiap minggu nya. Aku hanya dapat menanyakan kabar via telpon ..

"Mi, sehat? Mimi mau apa kalo Teta gajian nanti?"

Mimi hanya terisak di ujung telepon, tak sepatah kata pun menjawab.. dadaku mulai berguncang menahan tangis akan rindu yang belum terobati. Mimi mau apa? Anggur ijo? kalimat yang selalu aku tanyakan pada Mimi. Sampai kurang lebih dua tahun aku merantau, sampai akhirnya Mimi bilang..

"Udah kerjanya di Bandung aja, ga apa-apa gaji kecil juga yang penting bisa kumpul sama keluarga.." 

Iyaa.. Mimi mengajarkan bahagia yang sangat sederhana.. Aku pulang Mi, Aku pulang ke Bandung biar deket Mimi.. tapi ternyata... 

3. Ketika Mimi pergi..

Belum sempat aku membalas semuanya,, dan mimi pergi.

Belum sempat aku membalas semuanya,, dan mimi pergi. via https://www.facebook.com

Ketika itu aku sedang dinas luar kota dan kebetulan di Bandung, dimana keluargaku tinggal aku senang aku bisa bertemu dengan Mimi, tapi ternyata musibah datang,, sakit jantung Mimi kambuh disitu aku sibuk mencari rumah sakit yang bisa menampung Mimi. Aku berkeliling sampai 5 Rumah Sakit di Bandung dan tak ada satu pun yang bisa menerima dengan alasan yang sama.. Maaf ICU penuh. Dessss.. sakit rasanya aku mendengar itu.. akhirnya aku kembali ke salah satu rumah sakit daerah di Bandung dan Alhamdulillah Mimi ditangani dengan cepat saat itu juga.

Aku urus-urus Administrasinya dan ada kabar Mimi harus di rontgen paru-paru nya. Setelah hasil rontgen keluar ternyata ada pembengkakan di Jantung dan ada pengecilan di paru-paru yang menyebabkan oksigen tidak dapat masuk ke paru-paru dengan maksimal. Kata dokter harus diambil tindakan operasi paru-paru (dimasukan selang sepanjang 15-20 cm di samping kiri dada) dan dipasang alat bantuan untuk pernapasan. Sungguh tegang yang aku rasakan, aku berharap Mimi bisa sehat seperti semula. 

Jam 11 malam operasi pun dilaksanakan, dengan Mimi yang tak mau aku tinggalkan. Aku video saat operasi berjalan tak tega aku melihatnya.. aku hanya menangis menahan ketakutan yang amat sangat. Mi.. kuat Mi.. Satu jam kemudian operasi selesai dan Mimi masuk ruang perawatan.

Tak lama aku melihat tawanya dengan napas yang normal 2 hari kemudian Mimi dipanggil Allah, Allah lebih sayang Mimi.. memang berat tapi ini bukan mimpi.. kalimat yang selalu aku ingat..

mimi bilang "jadi org jgn banyak mau nya, yg penting bisa sehat bahagia. harta mah ga di bawa mati.. Jgn lupa sholat sama ngaji.. Da itu bekel kita nanti.. Cucu mimi yg ini mah lebih cantik pake kerudung.."

Kalimat terakhirnya bikin selalu keinget .. Mimi yg tenang disana tia selalu doain mimi..

 

4. Aku belajar menerima..

Belajar menjadi dewasa

Belajar menjadi dewasa via http://wonder-one-fantacy.blogspot.co.id

Satu minggu kepergian Mimi, aku masih terpuruk aku sakit hati, aku bingung bagaimana akan nasibku ke depan.. hanya Mimi satu-satunya orang tempat aku mengadu keluh kesah yang aku rasakan.. Tak ada lagi kebahagiaan yang saat itu aku rasakan. Hanya do'a yang tulus untuk Mimi di tempat-Nya.. Aku selalu berharap kita dipertemukan kembali di tempat terindah di tempat Allah.. dan mulai saat itu aku belajar menerima bahwa aku harus lebih kuat menghadapi hidup tanpa Mimi..

5. Rindu Mimi..

Mi.. Apa disana Mimi mengingatku? Apa disana Mimi masih bisa melihatku? Sungguh aku rindu Mi, tak ada lagi tempat ku bergantung tak ada lagi Mi.. Tak banyak kata yang bisa aku ungkapkan untuk Mimi, hanya sepenggal do'a dari cucu Mimi untuk Mimi.. 

Mi.. ketika aku rindu, apa yang harus aku lakukan? Siapa lagi tempatku untuk mengadu? Aku ingin menjadi kuat seperti Mimi, aku ingin menjadi wanita hebat seperti Mimi.. Aku selalu berharap bertemu Mimi di setiap mimpi ku.. 

6. Setelah Mimi, aku belajar dengan Mama..

Wanita terhebat yang aku punya..

Wanita terhebat yang aku punya.. via https://www.facebook.com

Setelah Mimi pergi.. sekarang waktunya untuk aku mulai bangkit, waktunya untuk aku belajar berjalan kembali menata hidup ku. Ma.. ajarkan aku menjadi wanita hebat seperti Mimi.. Ma, jadilah Mimi untukku.. Aku sayang Mimi.. Aku sayang Mama.. ajari aku untuk menjalani semuanya dengan sabar Ma.. karena aku sekarang hanya punya Mama.. :')