Pernikahan adalah salah satu peristiwa penting dalam kehidupan tiap manusia. Semua perasaan akan bercampur jadi satu di dalamnya. Bahagia karena kamu dan seseorang yang kamu cintai akan segera menjadi keluarga kecil yang selalu kamu mimpikan. Terharu karena ayah dan ibumu telah bisa merelakanmu untuk sebuah pilihan yang menurutmu adalah benar. Di mana mereka adalah dua orang yang merelakan hidupnya untuk kebahagiaanmu, sejak kamu belajar mengenal hingga kamu belajar banyak arti kehidupan. Kamu akan merasakannya, meski tidak sekarang.

Kawan-kawan seangkatanmu telah banyak yang melangsungkan pernikahan. Undangan pun banyak berdatangan. Meskipun kamu masih belum memikirkan pernikahan, inilah yang akan menjadi alasan untuk tetap percaya bahwa momen istimewa itu akan hadir tepat pada waktunya. 

1. Boro-boro mau nikah. Pacar saja tak tahu siapa. Tertawalah saja apa adanya.

tetaplah tertawa via http://www.gudangkesehatan.com

Dengan kesendirianmu yang terhitung cukup lama, mungkin mulai ada yang menanyakan, "Pacarnya anak mana?", "Kok belum punya pacar?", "Masih belum move on dari yang dulu?", bla bla bla… Bahkan tak perlulah mengernyit saat mendengar ada yang menanyakan, "Kapan nyusul?". Jawab saja sejujurnya dan apa adanya.

Atau tertawalah. Tertawai dirimu sendiri daripada menertawai orang lain. Menertawai diri sendiri bukanlah hal bodoh, tapi butuh kebesaran hati untuk itu.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menertawakan diri sendiri (Indro Warkop)

2. Karena kamu tahu bahwa hidup adalah seputar pilihan, termasuk pernikahan.

Advertisement

hidupmu pilihanmu via http://www.nyamnyon.com

Karena kamu tahu, pernikahan bukanlah perihal membeli jagung bakar yang bila tak suka, kamu bisa memberikannya pada orang lain atau membuangnya. Pernikahan adalah keputusan besar. Untuk itu, kamu benar-benar mempertimbangkan dengan masak siapa yang berhak duduk dan berbaring di sampingmu dengan kondisi apapun, sekali, untuk seluruh sisa hidupmu.

3. Tetaplah berbahagia. Itu artinya kamu berbeda.

berbeda dari yang lain via http://smashingpicture.com

Meski kemana pun masih sendiri, tak ada yang mengantar ke sana kemari, ke kafe banyak pasangan muda-mudi, kamu tetap harus bisa bahagia. Karena di situlah kamu istimewa. Kamu mandiri dan berbeda dari kawanmu yang lain. Ibarat benda langka, kamu tak akan bisa ditemui di banyak tempat.

Hei, kamu masih memiliki banyak waktu menghabiskan akhir pekan dengan keluargamu, dengan kakak dan adikmu. Betapa kamu akan merindukan saat-saat ini ketika kamu telah berkeluarga nanti.

4. Masih banyak waktu untuk berkarya dengan apa yang kamu bisa.

berkaryalah via http://pgsd.uad.ac.id

Jika kamu menikah, waktumu bukan lagi untuk diri sendiri. Tetapi untuk pasanganmu juga. Dengan kamu masih sendiri, itu artinya Tuhan masih memberimu kesempatan berkarya. Jika kamu senang menulis, menulislah. Jika kamu senang berbisnis, berbisnislah. Jika kamu hobi melukis, buatlah lukisan sebagus mungkin hingga dirimu bangga dengan apa yang kamu bisa.

Berkaryalah dimulai dari hal kecil. Siapa tahu kamu akan menjadi orang besar dan mendekatkanmu pada seseorang yang sudah Tuhan takdirkan untukmu.

5. Kamu masih merdeka tanpa ikatan emosi dengan siapapun.

Mereka yang memutuskan untuk berpacaran dan menikah, sudah tidak bisa lagi bebas dengan kehidupannya. Ada konsekuensi yang harus mereka pegang di dalamnya. Mereka sudah terikat dalam ikatan emosi yang mengharuskan saling menjaga perasaan satu sama lain. Kamu yang masih sendiri, tak perlu takut dengan hal ini.

6. Kamu berhak memimpikan siapapun untuk jadi pasanganmu kelak

dongeng cinderella via http://wallzones.tk

Kamu masih bebas, termasuk dalam bermimpi tentang seperti apa pasanganmu kelak. Boleh sekali kamu memimpikan seorang pangeran tertampan atau putri tercantik dari negeri dongeng sekalipun. Atau justru menginginkan seorang lelaki seksi seperti Taylor Lautner. Kamu masih bebas berangan-angan. Asyik, bukan? Siapa tahu itu akan jadi doa dari hatimu?

7. Kesempatan nabung untuk masa depan, tanpa sibuk traktir sana sini.

menabung untuk masa depan via http://log.viva.co.id

Selagi masih sendiri, manfaatkan untuk rajin menabung demi masa depan. Mereka yang memilih pacaran berlama-lama pasti akan tidak sehemat yang masih single. Mereka akan sering-sering beli pulsa untuk telepon, sering jalan-jalan, makan berdua, atau bahkan mentraktir pasangannya. Apalagi jika telah memutuskan menikah, keuanganmu tak lagi untuk dirimu sendiri. Kamu juga harus lebih giat mendapatkan pemasukan.

Kamu yang masih sendiri, alangkah indahnya jika mulai saat ini menabung dan mempersiapkan untuk ia yang akan benar-benar mendampingimu nanti.

8. Punya sahabat lawan jenis? Tidak masalah! Tidak ada pacar yang sibuk posesif.

curhat dengan sahabat via http://ciricara.com

Jangan harap mereka yang berpasangan bisa dengan bebas bermain ke sana kemari, tanpa lapor ke pasangan. Meskipun pasangan mereka bukan pacar posesif, tetapi ikatan emosi di antara mereka akan menuntut untuk saling pengertian dan menjaga perasaan masing-masing. Beruntung kamu yang masih punya kesempatan merasakan saling berbagi cerita dengan sahabat-sahabatmu. Terlebih jika mereka adalah sahabat lawan jenis. Cerita-cerita yang akan kalian bagi di dalamnya akan menjadi pengalaman yang menarik.

9. Percayalah! Orang yang akan mendampingimu kelak adalah ia yang rela bangun lebih pagi darimu, hanya demi melihat senyummu.

Penantian lamamu ini akan berbuah indah. Pengejaranmu yang tak sebentar ini akan membuahkan hasil yang istimewa. Yakinlah kamu akan mendapatkan yang sesuai dengan seperti apa dirimu.

Ia yang rela menukar waktu-waktunya demi kebahagianmu, ia yang rela menghentikan kesibukannya demi memenuhi panggilan mendesakmu, dan ia yang akan memelukmu dengan erat ketika dunia sudah tak lagi bersahabat.

Meskipun kamu masih belum memikirkan pernikahan, inilah yang akan menjadi alasanmu untuk tetap percaya bahwa momen istimewa itu akan hadir tepat pada waktunya. Di tempat yang tepat, dan dengan seseorang yang benar-benar tepat.