Kali ini, bolehkah aku menulis sedikit saja? hanya menulis apa yang berada di kepalaku. Hanya sebentar, dan semoga akan membuat banyak lagi orang yang merapalkan syukur atas kehidupan yang mereka miliki

 

1. Pertanyaan-pertanyaan yang menyeruak memenuhi isi kepala

Lepas dan bebaslah

Lepas dan bebaslah via http://id.up-wallpaper.com

Terlintas pertanyaan, ya sebuah pertanyaan yang sampai saat ini jawabannya masih bermain-main dalam pikiranku. Ini jauh lebih rumit dibanding menghitung angka-angka yang membosankan, lebih memusingkan dari sekedar tak bisa menjawab pertanyaan saat ujian.

Ini tentang sebuah pertanyaan yang dibuntuti cabang-cabang pertanyaan berikutnya. Sungguh, kehidupan ini sangat indah. Hanya saja aku yang belum bisa memaknai keindahan itu. Hanya saja aku yang belum bisa menemukan sudut pandang keindahan dari tempatku berdiri saat ini.

Hanya saja aku yang belum mempunyai satu saja alasan untuk sekedar mengatakan sungguh hidup ini indah. Maafkan aku Tuhan, bukan maksud kufur atas nikmatMu.

2. Hantaman kehidupan yang menyakitkan, menjadikan banyak pelajaran

Hidup adalah proses

Hidup adalah proses via http://guetau.com

Aku pernah jadi orang paling egois. Aku pernah jadi orang paling ingin di nomor satukan. Aku pernah jadi orang yang tidak pernah mau duduk berdiskusi dengan masalah lalu berdamai dengannya. Aku juga pernah jadi manusia terbodoh. Aku pernah jadi orang terkalah dan mengalah. Aku pernah jadi manusia yang berusaha tapi tersesat. Memang ibarat pelaut ulung tidak akan hidup di perairan yang dangkal dengan arus tenang.

3. Kembali otakku meminta perannya, mengingat kejadian berharga yang dengan mudahnya aku terlupa. Ya, Ikhlas dan sabar yang harus dijadikan satu

Semesta menjadi saksi menjalani kehidupan

Semesta menjadi saksi menjalani kehidupan via http://inspirably.com

Dari seseorang “ Belajarlah ikhlas dalam segala hal, Latih dirimu untuk mampu menerima segala yang terjadi dalam hidupmu, sungguh tidak ada kejadian tanpa maksud,  semua skenario sudah ditata rapi oleh Tuhanmu, hanya saja belum kamu ketahui maksudnya. Bersabarlah ! “.

Sejenak, aku diam lantas berfikir, Apa itu jawabannya??”. Sungguh seseorang telah menjawabnya, lagi-lagi aku yang belum mampu menerjemahkan apalagi menghubungkan keduanya. Ya ikhlas dan sabar. Memang sederhana, tapi butuh waktu lama bukan sekedar untuk mengerti tetapi lebih pada pengaplikasiannya. Ikhlas yang menjadikan seseorang terlihat “okay”, sabar sebagai penguatnya

4. Jika dewasa itu ada pencapaiannya. Biarkan aku dewasa dengan sudut pandangku.

Biarkan aku dewasa menurutku

Biarkan aku dewasa menurutku via http://ubahdiridulu.blogspot.com

Mengikhlaskan sebuah kejadian, dan mengambil hikmahnya adalah pilihan terbaik dalam hidup. Lalu keikhlasan yang sudah dibangun kuat-kuat dan menjadikan sabar sebagai penguat dari usahamu adalah cara mendewasakan diri.

Ya gadis ini mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya untuk proses itu. Gadis ini yang dulu sering menenggelamkan kepalanya diatas bantal lalu menangis sejadinya, sekarang jadilah gadis yang susah payah membangun benteng air matanya sangat kuat  .

Gadis yang enggan berdamai dengan masalah,  sekarang jadilah gadis yang duduk dengan santai dan berdiskusi dengan pikiran yang sangat tenang. Gadis yang dulu sering menyalahkan keadaan , sekarang jadilah gadis yang banyak merapalkan syukur terhadap Tuhannya.

Gadis yang sering mengeluhkan hidupnya, sekarang jadilah gadis yang sangat percaya dengan takdir semesta. Entah pencapaian dewasa seperti apakah ini, tapi memang pencapaian dewasa tidak ada habisnya. “Jika kamu menjadikan dirimu sebagai murid dari kejadian kemarin untuk menjalani hidupmu agar jauh lebih baik, kamu sudah melalui hari dengan kedewasaanmu, bagaimanapun kejadian kemarin adalah guru terbaik”. Itulah pencapaian dewasa dari sudut pandangku.

5. Terimakasih untuk barisan kejadian yang mengajarkan banyak hal

Terimakasih untuk kehidupan yang kurang aku syukuri

Terimakasih untuk kehidupan yang kurang aku syukuri via http://nasehathebat.com

Kamu memang guru terbaik. Kamu adalah ilmu yang tidak pernah aku dapatkan dari tempat belajar. Kamu adalah barisan kejadian yang membentukku menjadi seorang yang tiada habisnya merapalkan syukur dengan semua pemberian Tuhan.