Menjadi seorang wanita yang kuat dan tangguh tidak bisa didapatkan begitu saja. Kita dapat memperolehnya melalui pola asuh keluarga, pergaulan, pembelajaran dari masa lalu. Selain itu, proses belajar dari karakter seseorang bisa menjadikan media pembentukan pribadi tangguh sebagai seorang wanita.

Nah, dalam artikel ini akan membahas siapa saja karakter film yang dapat dijadikan panutan bagaimana membentuk pribadi yang tangguh, cerdas dan berguna buat orang banyak. Sudah siapkah kamu?

1. Sriyani, sang ibu tangguh pejuang mimpi anaknya

Sriyani, sesosok Perempuan tangguh pejuang mimpi anaknya via http://cdn2.tstatic.net

Sriyani merupakan salah satu tokoh yang ada di film Air Mata Terakhir Bunda (2013) dan diperankan oleh Happy Salma.

Di sini ia merupakan ibu dari Iqbal (Rizky Hanggono) dan Delta (Vino G. Sebastian). Karakter Sriyani yang diperankan oleh Happy Salma ini mengajarkan pada perempuan untuk tetap tangguh menghadapi badai rumah tangga yang hancur.

Nasi memang telah menjadi bubur, tapi tokoh Sriyani ini telah berhasil menjadikan bubur tersebut menjadi bubur yang enak. Sriyani tidak meratapi kesedihan karena ditinggalkan suaminya. Justru malah mendidik anak-anaknya untuk selalu menghargai ilmu, kerja keras, dan menanamkan pentingnya kejujuran hingga didikan keras Sriyani mampu mengantarkan Delta meraih mimpi-mimpinya.

Jangan pernah membiarkan masa lalu datang kembali karena caramu yang salah memahami cobaan yang hadir di masa lalu.

2. Athirah, sesosok perempuan yang memperjuangkan cintanya dengan cara elegan

Advertisement

Athirah, sesosok perempuan pejuang cinta yang elegan via http://assets.rappler.com

Athirah merupakan film yang diangkat dari kisah nyata Ibu Athirah, seorang Ibu tangguh dari suku Bugis.

Yups, film ini menceritakan kehidupan keluarga Bapak Jusuf Kalla. Athirah merupakan sesosok wanita tangguh yang luar biasa. Bagaimana tidak? Dia telah ditinggalkan suaminya demi wanita lain setelah suaminya sukses. Rasa sakit memang wajar dialami seorang perempuan apalagi jika laki-laki yang dicintainya direbut oleh wanita lain. Namun, sesosok Athirah sadar bahwa dia memiliki anak-anak dan harus hidup untuk mendidik mereka menjadi manusia hebat kelak.

Meskipun telah disakiti hatinya oleh suami, namun Athirah tetap memperjuangkan cintanya dengan cara yang elegan. Dia tidak hidup bergantung pada suami, namun dia berjuang untuk menghidupi anak-anaknya dengan berjualan sarung. Setelah dia sukses, dia tidak pernah meninggalkan suaminya namun Athirah membantu suaminya yang sedang dalam keadaan bangkrut. Betapa elegannya cara ibu Athirah memperjuangkan cintanya.

Perjuangan cinta elegan yang dilakukan ibu Athirah mengajarkan bahwa kita tidak boleh menjadi pengecut menghadapi kehidupan.

Siapa yang bertahan, dialah pemenang!

3. Ainun, wanita tangguh yang membuktikan bahwa dibalik laki-laki hebat ada wanita yang kuat

Dibalik kehebatan laki-laki pasti ada wanita yang kuat via http://s8.postimg.org

Tokoh Ibu Ainun dalam film Habibie Ainun mengajarkan kita pada banyak hal. Sesosok wanita yang cerdas, bijaksana, dan kuat dapat diperankan secara apik oleh Bunga Citra Lestari. Film tersebut menceritakan betapa kuatnya ibu Ainun menemani sang suami meraih mimpi-mimpinya meskipun berbagai cobaan menimpa rumah tangganya. Betapa setianya ibu Ainun mendukung langkah-langkah positif yang diambil oleh suaminya, dan menemani suami hingga maut memisahkan. Betapa indahnya kisah cinta ibu Ainun dan Pak Habibie!

Di balik kesuksesan laki-laki, pasti ada wanita yang kuat untuk ikut berjuang.

Jangan menunggunya di puncak, tapi temani langkahnya sejak di bawah!

4. Butet Manurung, pejuang pendidikan di era modern

RA Kartini di jaman modern via http://img.antaranews.com

Butet Manurung merupakan sesosok tokoh utama dalam film Sokola Rimba yang diperankan oleh Prisia Nasution. Kisah Butet Manurung ini berdasarkan pada novel Sokola Rimba yang merupakan kisah nyata Butet Manurung.

Butet Manurung merupakan lulusan Universitas Padjajaran jurusan Antropologi. Awalnya, Butet bekerja di lembaga konservasi wilayah Jambi. Pertemuannya dengan Bungo menginspirasi Butet untuk mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung pada Suku Anak Dalam. Namun, dia harus berjuang melawan tradisi kepercayaan orang suku Anak Dalam bahwa jika mereka mengenal baca, tulis, dan hitung maka bencana akan datang.

Butet menjadi gigih untuk mendidik suku Anak Dalam agar mereka tidak dieksploitasi. Melalui pemikiran yang cerdas dia mulai melakukan riset mengenai pola asuh orang tua, mengenal hubungan anak dan orang tua, dan selagi riset berlangsung Butet melakukan pendekatan kepada kepala suku Anak Dalam dan anggota suku Anak Dalam.

Secara pelan-pelan, dia mulai mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan Butet juga mengajarkan tentang life skill, kehidupan berorganisasi, dan budaya di luar suku Anak Dalam.

5. Rania, gadis pemberani dalam mengambil risiko, tidak meninggalkan ibadah, dan hormat kepada orang tua

Rania, gadis pemberani dalam mengambil resiko namun hormat kepada orang tua via http://indowarta.com

Iya, salah satu film yang tergolong baru adalah Jilbab Traveler yang diperankan oleh Rania (Bunga Citra Lestari).

Ialah sesosok gadis yang diharapkan ayahnya tumbuh seperti Ibnu Batutah. Dia berani mengambil tantangan dalam setiap perjalanan yang ditempuhnya tentunya tidak meninggalkan kewajiban yang diperintahkan oleh agamanya (Islam) yakni mewajibkan diri untuk berjilbab, menjalankan ibadah, dan menghormati orang tua.

Karakter tokoh yang dapat dipelajari dalam film ini adalah ketaatan dan ketakwaan dalam menjalankan ibadah, keberanian dalam menghadapi risiko, kepekaan sosial, dan menjadi seorang wanita yang selalu menghormati orang tua.

Tidak ada salahnya belajar dari karakter tokoh dalam suatu film! Ambil sisi positifnya dan kembangkan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya, guys.