Beberapa tahun belakangan, startup menjadi warna tersendiri di ruang-ruang bisnis Indonesia. Banyak startup bermunculan menambah peluang bagi anak muda, terutama yang baru saja diwisuda, untuk memulai pekerjaan pertama. Namun startup masih sering dipandang sebelah mata, sementara perusahaan besar yang bertaraf internasional tetap menjadi bidikan utama. Perusahaan besar menjanjikan dari sisi gaji dan gengsi. Namun dengan segala sistemnya yang masih belum stabil, juga menawarkan keahlian lain di luar yang kamu pelajari di bangku kuliah.

Namun di masa sekarang, bukan soal besar atau tidaknya sebuah perusahaan. Justru yang paling penting adalah sosok pemimpin yang ada di sebuah perusahaan. Mau perusahaan besar atau kecil, tapi kalau punya sosok pemimpin yang mampu mengayomi anak buahnya, kamu bisa dibilang pekerja yang beruntung. Pemimpin yang memiliki reputasi baik, seharusnya lebih menjadi pertimbangan dibanding nama perusahaan.

1. Startup atau multinational company tak masalah, selama ada pemimpin yang bisa kamu ikuti

Asal ada pemimpin yang bisa dicontoh via unsplash.com

Terutama untuk pekerjaan pertama, bos adalah hal esensial yang bisa menentukan masa depanmu kelak. Minimnya pengalaman mengharuskanmu banyak belajar. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya memberimu kesempatan untuk bekerja, tapi juga mendukung dan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan akan mendorongmu untuk berkembang. Sementara pemimpin yang buruk hanya akan memanfaatkan potensimu untuk keuntungan perusahaan.

Pemimpin yang baik ini tidak selalu berada di perusahaan besar, yang untuk masuk ke sana kamu harus bersaing dengan jutaan orang. Tak harus di multinational company, di startup yang baru berdiri pun kamu bisa menemukan tempat belajar yang benar, bila ada pimpinan yang bisa kamu jadikan panutan.

2. Perusahaan hanya akan memberimu sistem yang harus kamu ikuti. Hanya dari bos yang baik kamu bisa belajar nilai-nilai penting dari pekerjaan

Advertisement

Sistem kerja via www.entrepreneur.com

Begitu memasuki dunia kerja, kantor akan menyodorimu seperangkat sistem yang harus kamu ikuti. Mulai dari job description, SOP, serta flow-flow teknis lain dalam operasional sehari-hari. Sementara dari bos yang baik, kamu akan belajar banyak hal yang tidak tercantum di SOP perusahaan. Mulai dari bagaimana mengatasi situasi yang sulit, mengembangkan ide, bekerja sama dalam tim, sampai bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Skill-skill ini tidak bisa kamu dapatkan dari bos yang buruk, meskipun kamu berada di perusahaan yang reputasinya luar biasa.

3. Perusahaan bisa terpuruk kapan saja. Namun koneksi yang baik dengan bos bisa membuatmu terselamatkan

Koneksi bisa menyelamatkanmu kapan saja via unsplash.com

Mekanisme pasar tidak dapat diprediksi. Naik turunnya sebuah bisnis menjadi harga mati. Sebesar apapun perusahaan, tanpa manajemen yang baik, tetap bisa saja tumbang bila tidak sanggup bertahan dalam ketatnya persaingan. Bila perusahaan terpuruk, karir setiap karyawan tentu terkena imbasnya. Namun dengan hubungan yang baik dengan pemimpin, serta reputasi yang tidak pernah mengecewakan, bukan tidak mungkin kelak atasanmu akan menawarimu peluang untuk bekerja sama lagi.

4. Percuma kamu berada di perusahaan besar, bila tidak ada ruang untuk berkembang. Ruang ini, atasanmu yang bisa ciptakan

Ada ruang untuk berkembang via unsplash.com

Don’t pick a job. Pick a Boss. Your first boss is the biggest factor in your career success. A boss who doesn’t trust you won’t give you opportunities to grow. – William Raduchel.

Perusahaan dengan nama yang mentereng dan besar tidak selalu menjamin skill yang hebat. Karena untuk memiliki skill yang luar biasa, kamu membutuhkan ruang untuk berkembang. Di sinilah bos sangat menentukan. Seorang bos yang baik tidak hanya akan mendiktemu untuk begini dan begitu, melainkan memberimu kesempatan untuk mengembangkan diri sendiri.

Bos yang baik tahu kapan saatnya ikut turun tangan, dan kapan saatnya membiarkan kamu mengatasi semuanya sendirian. Seorang bos yang baik juga selalu memberikan kesempatan untukmu mengutarakan ide. Dengan begitu, kamu tidak diprogram untuk menjadi robot yang siap melakukan perintah apa saja, melainkan menjadi manusia yang memiliki skill problem solving luar biasa.

5. Perusahaan yang mentereng cuma akan terlihat keren di CVmu. Sementara good boss akan meninggalkan jejak selamanya di dirimu

Jangan hanya keren di CV saja via unsplash.com

Nama perusahaan yang besar dan bergengsi hanya akan terlihat bagus di CVmu. Memang betul, ketika kamu mencantumkan nama perusahaan besar di CV, kelak kamu akan lebih mudah mencari pekerjaan lain. Namun itu semua hanya tulisan di atas kertas saja. Yang lebih berkaitan dengan kemampuanmu adalah bos. Karena dari bos kamu belajar berbagai hal, mulai dari skill teknis hingga skill tambahan yang diperlukan. Skill ini akan kamu miliki selamanya, dan tidak ada yang bisa mengambilnya darimu.

Dari bos yang baik, banyak manfaat yang kamu dapatkan. Tidak hanya kemampuan yang semakin berkembang, juga berbagai macam nilai pekerjaan yang akan bermanfaat di masa depan. Bos yang baik dan hebat tidak identik dengan tempat yang besar dan terkenal. Lingkungan kerja yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan atasan justru akan memberimu lebih banyak kesempatan untuk belajar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya