Walau jaman sudah semodern ini, ternyata masih juga ada beberapa orang yang gemar mencibir tanpa lelah. Salah satunya tentang kehidupan mantan kekasihnya yang mulai menemukan hati baru untuk singgah. Terlepas dari betapa mengenaskannya kehidupanmu atau siapapun itu di luar sana, bukankah sindiran atau nyinyiran merupakan sesuatu yang amat disayangkan jika terlontar di media sosial?

Kamu bisa terlihat nggak dewasa, dan merusak citra dirimu sendiri. Bukan berarti buat pencitraan juga, tapi ya emang itu kan salah satunya? Sebelum nyinyir di sosial media, mending kamu pertimbangkan hal-hal ini dulu, ada cara lain yang lebih praktis dan bijaksana untuk kamu terapkan pada media sosialmu lho.

1. Banyak orang merasa lebih berani berpendapat di media sosial daripada di dunia nyata. Medsos memang penuh pencitraan dan akun alias, tapi tak serta merta kamu bisa omong seenaknya

Jangan kekanak-kanakan menggunakan kebebasanmu berpendapat via unsplash.com

Fenomena seperti ini nampaknya sudah jadi rahasia umum. Mereka yang berani berpendapat dengan sarkas, saling cibir dan nyinyir di media sosial, bisa jadi karena nggak kenal sama orangnya langsung atau malah memakai akun yang bukan nama asli. Yang tipe seperti ini, pengecut bukan sih namanya?

Tujuan makin berkembangnya teknologi memang untuk memudahkan, tapi bukan mematikan kemanusiaan kan? Satu hal yang harus kamu camkan, jangan sampai kemajuan teknologi atau media sosial ini justru membuatmu makin pengecut. Jadi orang munafik yang tidak berani ngomong langsung alias ciut nyalinya. Kalau kamu ada masalah, selesaikan secara dewasa. Berbicaralah empat mata daripada jadi konsumsi publik di media sosial!

2. Saking mudahnya berbagi opini di medsos, orang seringkali lupa dengan etika sosial. Teman atau orang asing yang sekadar muncul di timeline juga manusia. Ingat praduga tak bersalah atau sopan santun dasar sebelum menghujat orang

Advertisement

Biasanya suka lupa kalau bisa bikin sakit hati orang yang membaca via i.huffpost.com

Pernah bayangin gimana rasanya “diserang” sama orang yang tak dikenal? Apa tidak bingung dan sakit hati luar biasa? Lagipula kamu juga nambah-nambahin dosa aja, menjelek-jelekkan orang lain bukankah itu sama saja dengan mendzalimi mereka? Padahal, kalau dipikir lebih dalam, sejatinya orang yang terdzalimi itu ialah dia yang sedang mendzalimi dirinya sendiri. Dengan perasaan gagal move on misalnya.

Satu hal yang kamu harus percaya, karena yang kamu sindir juga manusia dan punya potensi sakit hati. Bukan tidak mungkin kalau nantinya hal itu akan kembali ke dirimu sendiri. Saling sindir hanya akan membawa masalah baru di kehidupan kalian. Saling sindir bisa juga berarti memperlihatkan bentuk saling iri hati. Be smart, guys!

3. Daripada hanya untuk nyinyir dan berbagi umpatan, mending sekalian saja untuk jualan. Medsos bisa jadi peluang usaha kekinian yang menjanjikan

Apapun bisa kamu jual di media sosial via www.sleepinggiantmedia.co.uk

Dengan banyaknya media sosial yang ada, kesempatan untuk berkomunikasi dan curhat di dunia maya memang semakin besar. Banyak hal yang tadinya disimpan sendiri, kini malah jadi bahan konsumsi khalayak luas. Akhirnya, banyak orang terlena oleh segala kemudahan menyampaikan isi hati di media sosial, dan kemudian menyalahgunakannya.

Nah, daripada sosial mediamu cuma jadi “tempat sampah” untuk meluapkan kekesalan, kenapa nggak kamu jadiin ladang bisnis atau tempat jualan yang dapat mendatangkan uang? Bukankah definisi membuka lapak saat ini tak lagi membutuhkan ruang di dunia nyata? Media sosial justru dipercaya sebagai jalan fantastis untuk membangun jaringan dan mengembangkan bisnismu. Kamu mau jualan buku, membuka travel agent, wedding organizer, semuanya butuh media sosial.

4. Atau bikin konten media sosialmu informatif. Berlagak sok jurnalis dadakan, membagikan informasi yang menurutmu penting dan baik

Kamu tinggal pilih, mau jadi orang baik atau buruk via mozaic.co.id

Pernahkah dengar yang namanya ‘citizen journalism’. Aktivitas jurnalistik yang dilakukan warga biasa (bukan wartawan) dalam proses pengumpulan, pelaporan, dan menyebarkan informasi. Supaya kamu bermanfaat sebagai manusia, kenapa tidak jadikan media sosialmu lebih informatif saja?

Tak harus berita berat sarat analisis yang kamu bagikan, cukup tentang wisata yang telah kamu kunjungi atau bahkan kuliner baru yang telah kamu cicipi. Selain melatih kemampuan menulismu, kamu juga bisa mendapat pahala karena membantu promosi wisata atau kuliner mereka. Berbagi tak harus harta, sesederhana informasi pun bisa.

5. Bermunculannya selebgram pun jadi bukti besarnya pengaruh medsos dalam kehidupan keseharian kita. Mengubah seseorang yang biasa jadi luar biasa dan terkenal, kamu pun bisa coba!

Berbagi tips parenting yang bermanfaat via www.instagram.com

Istilah selebgram berasal dari kata selebritis dan Instagram, yang bisa diartikan sebagai orang yang terkenal melalui Instagram. Kalau sudah lihai berbagi informasi seperti tips sebelumnya, bisa jadi bakal ada banyak orang yang request untuk follow kamu lho. Mereka pasti ketagihan dengan informasi atau konten yang kamu bagi.

Dari situlah selebgram-selebgram itu lahir. Banyak juga sih yang terkenal gara-gara hal negatif sarat kontroversi, tapi banyak juga kok yang benar-benar berbagi hal yang bermanfaat. Yang bermanfaat contohnya, mungkin bisa berbagi tutorial hijab atau makeup bagi cewek. Kalau cowok bisa berbagi info mengenai teknik fotografi. Nah malam ini Hipwee juga bakal ada Ask Me Anything lho sama salah satu sosok selebgram yang inspiratif, Ibu Retno Hening yang selalu berbagi tips parenting anaknya yang lucu dan ceria yaitu Kirana. Yuk gabung di link ini!

6. Karena keasyikan nyinyir, Ada cara menyebar kebaikan yang paling mudah tapi sering terlupakan. Jangan lupa sebarluaskan suara mereka yang memang benar-benar butuh pertolongan

Ajakan memberi dengan membeli, bukan mengasihani via liputan6.com

Supaya hidupmu lebih bermakna, kamu bisa kok menggunakan media sosialmu untuk beribadah. Dengan memposting foto mereka yang dagangannya kurang laku misalnya, bukankah bisa jadi awal mula kamu menuju pintu surga? Media sosial bukan hanya untuk cari jodoh, tapi juga bisa cari pahala.

Kalau bisa membantu orang lain hanya dengan tidur-tiduran, alasan apa lagi yang membuatmu enggan? Ketika ada bencana di sebuah daerah misalnya, kamu bisa membantu menyebarkan update dari korban misalnya. Bahkan dengan menyebarkan informasi dari pejabat terkait tentang pengetahuan yang krusial pun sangat mungkin kamu lakukan. Misal, ketika kamu me-retweet cara-cara meminimalkan dampak kabut asap dari BNP misalnya, bukankah bisa saja hal itu dibaca oleh followers-mu yang sedang berada di daerah terdampak? Semudah menghujat orang lain di medsos, membantu orang lain pun mudah. Tinggal pilih mau melakukan yang mana.

7. Kebebasan yang tampaknya makin tak terkendali di dunia online akan makin diatur secara hukum. Orang yang suka menghujat orang seenaknya harus mulai berhati-hati karena bisa dituntut lewat undang-undang

Menyinyir dan menghujat online bisa mulai dipidanakan via i.ytimg.com

Pengembangan Cyber Law, hukum yang mengatur dunia cyber atau internet di negara-negara maju makin digalakkan. Pasalnya, makin banyak orang yang mempersalahgunakan kebebasa yang mereka temukan di dunia maya. Dari penipuan lewat online shop, mencuri informasi-informasi rahasia lewat hacking, atau mengganggu ketertiban umum seperti video porno yang tiba-tiba terputar di bahu jalanan Jakarta beberapa waktu lalu.

Sangat mungkin komen jahatmu menghujat artis yang sebenarnya hanya pernah kamu lihat di tv, bisa dituntut sebagai pencemaran nama baik maupun tindakan yang tidak menyenangkan. Biar aman, sebisa mungkin jangan sampai postingan-mu tidak menyakiti orang lain. Kalaupun ingin mengkritik, harus tetap jaga kesopanan dan tak semena-mena. Layaknya bagaimana kamu akan mengkritik orang secara langsung dan empat mata. Karena mereka juga manusia, bukan tokoh fiktif online yang tak punya perasaan.