Membuat to-do list atau daftar kerja bukan perkara mudah. Kita harus pintar-pintar memilah dan membuat prioritas. Parahnya, seringkali kita justru membuat list yang cenderung muluk-muluk dan kurang konkret.

Nah, lewat artikel ini Hipwee akan membantumu menuliskan daftar kerja yang tidak hanya mudah diaplikasikan, tapi sekaligus membuat hidupmu lebih bahagia. Gimana caranya? Yuk, simak!

1. Fokuslah pada Satu Persatu Tugasmu

fokus pada salah satu tugasmu via www.tumblr.com

Pastikan bahwa setiap tugas dalam daftar kerjamu adalah hal-hal yang memang penting untuk segera diselesaikan. Kamu pun wajib memahami tujuan dari masing-masing tugas yang akan kamu kerjakan.

Jika punya keinginan untuk membuat bisnis sampingan di bidang jasa travel, pastikan kalau kamu memang punya ketertarikan di bidang pariwisata. Kamu pun perlu menyadari bahwa memperkenalkan tempat-tempat wisata di Indonesia berarti ikut berkontribusi merawat kekayaan bangsa. Dengan visi dan misi yang jelas dalam setiap tugas, kamu akan merasa lebih bahagia melewati setiap proses kerjamu.

2. Jadikan Keluarga dan Teman Sebagai Prioritas

Advertisement

keluarga dan teman sebagai prioritas via www.thorrington.ac.nz

Kadang, kita terlalu sibuk berusaha mencapai target. Sikap egois membuat kita lupa pada mereka yang sebenarnya selalu hadir untuk mendukung kita.

Ketika menuliskan pencapaian-pencapaian yang kamu inginkan, jangan sekali-kali mengabaikan kehadiran keluarga dan teman-teman tercinta. Semisal nih, cita-citamu adalah bekerja di luar kota demi gaji dan posisi mentereng, tapi pikirkan pula hubunganmu dengan keluarga dan teman. Apa kamu rela mengikhlaskan momen kebersamaan dengan mereka ketika harus tinggal berjauhan? Sebelum membuat keputusan besar dalam hidupmu, pastikan setiap pilihan yang kamu ambil memang layak dijalani.

3. Bukan Sekedar Keinginan, Tuliskan Juga Hal-Hal yang Penting dan Memang Kamu Butuhkan

pikirkan yang penting dan kamu butuhkan via www.vergemagazine.co.uk

Menuliskan to-do list tidak selayaknya dilakukan dengan hasrat yang terlalu menggebu-gebu. Mengharapkan hal-hal besar, lalu mengabaikan pencapaian-pencapaian kecil.

Saat usiamu masih akhir belasan, menuliskan harapan memiliki mobil pribadi dengan uang sendiri tentu belum bisa dibilang sesuai. Selayaknya fokusmu lebih pada hal-hal yang bisa meningkatkan kualitasmu saja. Menyelesaikan pendidikan, mengikuti berbagai kursus, hingga pelatihan kerja bisa jadi prioritasmu. Sebelum membuat daftar kerja, tanyakan kembali pada dirimu sendiri tentang hal-hal yang paling penting dan kamu butuhkan saat ini.

4. Pastikan Usahamu Sejalan dengan Tujuan yang Ingin Kamu Raih

tujuan dan usahamu harus sejalan via funny-pictures.picphotos.net

Jangan tulis hal-hal dalam list-mu dengan gegabah. Ketika sudah punya latar belakang dan tujuan yang jelas dari tugas yang akan dikerjakan, kamu akan lebih mantap untuk mencapainya.

Ketika orang lain meragukan cita-citamu, kamu tidak akan mudah goyah. Kamu percaya bahwa sukses ada dalam genggamanmu dan kamu tak akan membiarkan orang lain menggagalkannya. Suatu saat ketika sukses sudah diraih, kamu pun akan merasa lebih bangga karena usaha dan pencapaianmu akhirnya benar-benar selaras.

5. Bijaksanalah ketika Harus Membagi Tugas-tugasmu

bijaksana dalam membagi tugas via bostinno.streetwise.co

Tidak semua pekerjaan bisa kamu tuntaskan sendiri. Merasa serba bisa dan berambisi melakukan segalanya sendiri justru akan membuatmu merasa tertekan atau stres. Ketika menemukan kesulitan saat menyelesaikan pekerjaanmu, pikirkan untuk meminta bantuan orang lain yang lebih ahli.

Membangun bisnis startup tanpa pengetahuan mumpuni di bidang pemrograman tentu akan menyulitkanmu. Daripada menghabiskan banyak waktu untuk membuka-buka buku tentang pemrograman, tidak ada salahnya meminta bantuan teman yang lebih ahli. Maksimalkan kemampuanmu di bidang lain, merancang konten atau strategi marketing misalnya. Setiap tugas bisa sukses dituntaskan ketika kamu bisa mempertimbangkan faktor efisiensi dan efektivitasnya.

6. Kemampuan Bekerja Sama Itu Mutlak Harganya

kerja sama dengan tim via startupuw.com

Untuk bisa sukses dan bahagia, diri kita harus dibekali kepiawaian bekerja dalam tim. Ada kalanya, kita harus rendah hati untuk menerima saran dan kritik hingga mendelegasikan tugas pada rekan kerja tanpa terkesan memerintah atau merendahkan.

Sebagai seorang manager, caramu memperlakukan bawahan atau staf akan mempengaruhi suksesmu kelak. Kesempatan mendapat promosi akan lebih terbuka ketika kamu bisa memimpin sebuah tim kerja yang kompak. Seorang pemimpin selayaknya tidak mementingkan kemajuan diri sendiri, tapi kemajuan seluruh anggota tim.

7. Jangan Pelit untuk Berbuat Baik

jangan pelit berbuat baik via www.pakistantribe.com

Hidup adalah tentang memberi dan menerima. Semakin banyak kebaikan yang kamu berikan pada orang-orang di sekitarmu, maka semakin banyak hal-hal baik yang akan kamu terima. Prinsip ini pun berlaku dalam dunia kerja dan proses pencapaian suksesmu.

Merintis karir jadi saat yang tepat untuk menabung kebaikan. Sebagai pegawai baru di kantor misalnya, jangan ragu untuk menawarkan bantuan pada rekan-rekan kerjamu. Membuatkan secangkir teh, membawakan makanan kecil, atau membelikan makan siang saat rekan kerjamu tak sempat beranjak dari meja kerjanya lantaran terlalu sibuk. Kesuksesan dalam pekerjaan tidak hanya diukur materi dan jabatanmu, seberapa banyak rekan kerja yang menyukaimu pun bisa jadi ukurannya.

8. Lupakan Kegagalan yang Telah Lewat saat Menuliskan To Do List-mu

lupakan kegagalan saat menuliskan mimpimu via sourtang.blogspot.com

Ada kalanya kamu meragukan dirimu sendiri. Merasa enggan menuliskan rencana-rencana besar dalam daftar kerjamu lantaran pernah gagal di masa lalu. Padahal, masa lalu tidak selalu harus mempengaruhi masa depanmu. Kegagalan justru bisa jadi cambuk yang membuatmu lebih bersemangat untuk mencoba lagi.

Ketika pernah gagal merintis bisnis kuliner saat di bangku kuliah, bukan berarti kamu harus takut untuk menjajal usaha yang sama setelah lulus kuliah. Ketika kamu sudah sarjana dan tak lagi harus bergulat dengan skripsi, kamu justru bisa lebih fokus menggeluti bisnis kuliner yang sudah jadi renjanamu. Menentukan jenis makanan yang dijual, pasar yang disasar, startegi penjualan, hingga sistem kerja bisnismu sudah kamu pelajari baik-baik lewat pengalamanmu yang dulu. Ini menjadikan kemungkinanmu untuk gagal lagi lebih kecil.

9. Pikiran-Pikiran Buruk yang Muncul Bisa Dilawan dengan Komitmen dan Niat yang Kuat

komitmen dan niat itu penting via sourtang.blogspot.com

Pikiran-pikiran negatif bisa muncul seiring usahamu mencapai sukses. Sesempurna apapun to do list yang kamu buat, usahamu bisa jadi berantakan akibat pikiranmu sendiri. Kalimat-kalimat seperti:

“Apa aku mampu?”

“Mungkin nggak ya, aku bisa sukses?”

“Jangan-jangan usahaku gagal dan sia-sia.”

Singkirkan pikiran buruk yang memenuhi kepalamu. Lawan rasa ragu dan kekhawatiranmu dengan komitmen dan niat yang kamu pegang erat-erat. Ketika sudah menuliskan sebuah rencana dalam list-mu, adalah kewajibanmu untuk berusaha meraihnya.

10. Demi Suksesmu, Jangan Jadi Orang yang ‘Kaku’!

jangan jadi orang yang kaku via galleryhip.com

Kadang, pencapaianmu justru jauh dari yang kamu tuliskan dalam to do list-mu. Itu bukan dosa, kok. Tidak ada salahnya ketika ternyata sukses bisa diraih dengan cara yang lain dari yang kamu tulis di to-do list.

Kuliah di Jurusan Teknik menjadikan to do list-mu dipenuhi rencana-rencana besar macam bekerja di perusahaan multi-nasional, hingga membuka usaha dengan omset milyaran. Namun, hobi menulis yang kamu tekuni ternyata mengantarmu lebih cepat menuju sukses. Novel pertamamu digemari banyak orang dan laku keras di pasaran. Tidak ada salahnya, ‘kan?

To-do list harus dijadikan pegangan dan patokan. Namun, jangan lupa membuka mata pada hal-hal baru yang tak kalah menarik. Semakin banyak kemungkinan yang kamu akrabi, semakin besar pula kemungkinanmu untuk sukses dalam berbagai hal.

Yang terakhir dan tak kalah penting: apapun yang kamu tuliskan dalam to-do list-mu, jangan lupa bersenang-senang!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya