Sebagian kamu mungkin mudah saja untuk menunjukkan amarah ketika tengah kesal dengan seseorang atau keadaan. Namun, untuk sebagian lain, marah tak ubahnya emosi yang enggan untuk kamu keluarkan. Dengan kata lain, kamu sukar untuk meluapkan amarahmu. Kamu lebih sering bilang nggak papah ketimbang menunjukkan air muka naik pitam. Kening yang mengerut hampir tak pernah kamu tunjukkan di hadapan orang lain. Hmm.. pada beberapa kesempatan, sifat legowo yang kamu punya itu ada baiknya. Namun, kalau kamu terus-terusan seperti itu rawan dimanfaatkan oleh orang lain. Karenanya inilah 6 alasan yang membuatmu sebaiknya meluapkan amarah

1. Manusia itu bukan malaikat. Tidak bisa mengekspresikan amarah itu justru kelainan karena marah adalah perilaku yang sangat manusiawi

Bukan malaikat, manusia justru aneh kalau tidak bisa marah via www.logancole.com

Beruntunglah kamu yang sedari kecil diajarkan untuk mengenal beragam emosi dan ekspresi. Apa itu konsep amarah, sedih, bahagia, kesal, dan lainnya. Yang akan terasa manfaatnya sekarang ini ketika kamu sudah dewasa. Dengan mengenal ekspresi dan emosi, kamu akan menjadi manusia yang lebih peka dan mudah untuk mengekspresikan diri. Termasuk ketika marah, kamu tak segan untuk meluapkan kekesalanmu. Tentunya dengan sewajarnya saja, tanpa melukai orang lain. Seperti misalnya kamu marah saat temanmu lupa membawa tugasmu yang perlu dikumpulkan hari itu. Wajar dong, kalau kamu ngambek sama dia. Aneh justru kalau kamu bilang itu nggak papah, padahal itu jelas-jelas krusial.

Kamu tidak terlahir sebagai malaikat bukan? Kita sebagai manusia dibekali konsep emosi: bersedih, marah, bahagia, dan lainnya. Tak apa, keluarkan saja amarahmu selama dalam batas yang wajar. Karena amarah yang dipendam terus-menerus bisa menjadi bom waktu. Yang sewaktu-waktu akan meledak dan justru bisa melukai banyak pihak.

2. Tahu cara mengeluarkan emosi bukan berarti kamu emosian atau pemarah. Asal kamu fokus cari penyelesaian dari masalah yang bikin kamu marah, pasti marah-marah nggak bakal jadi kebiasaan

Amarah itu wajar, tapi cari penyelesaian jangka panjangnya via www.logancole.com

Advertisement

Kamu tentu nggak akan marah tanpa sebab bukan? Selalu ada alasan dan faktor yang memicu kemarahanmu muncul. Pun jika kamu tak punya cukup nyali untuk meluapkan amarahmu pada seseorang, kamu bisa melampiaskannya pada benda. Entah dengan menuliskan kekesalanmu atau bahkan sesederhana melempar benda di kamarmu. Entah itu bantal atau guling, tak apa. Luapkan saja kekesalanmu pada benda mati di sekitaran, sampai kamu merasa sedikit lega dalam hati. Setelah itu tarik nafas dalam dan belajar untuk memaafkan dia atau mereka yang melukai hatimu.

3. Tidak bisa marah juga akan membuatmu disepelekan dan sering tidak dihargai

Tidak ada yang bisa melihat emosimu membuatmu direndahkan via images.unsplash.com

Banyak dari mereka yang kelewat baik dan nggak bisa marah, biasanya mudah disepelekan orang lain. Karenanya kamu perlu menunjukkan amarahmu sesekali sebagai tanda bahwa kamu pribadi yang tegas dan nggak menye-menye. Karena kalau kamu terus-terusan bilang nggak papah, seterusnya mereka akan menyepelekanmu. Ah, gampang! Si itu mah nyantai, nggak bakal marah.

4. Katanya kodrat orang Indonesia memang susah marah, mungkin karenanya kita terkenal sebagai bangsa yang ramah. Ramah boleh, tapi kalau didzalimi ya jelas harus marah

Murah senyum boleh, tapi jangan diam saja kalau didzalimi via planetbell.me

Ada sebuah acara TV Jepang yang menunjukkan kalau orang Indonesia adalah pribadi yang nggak gampang marah. Mungkin karena sedari dulu, leluhur kita mengajarkan kita untuk mampu mengendalikan amarah. Tapi, nggak berarti kamu harus jadi manusia super juga ‘kan?

Sesungguhnya kamu nggak perlu jadi manusia super yang kelewat lapang dada. Memang, memaklukmi dan memanfaatkan kesalahan orang lain adalah hal yang bijak. Namun, sebagai manusia harusnya paham batasan-batasannya. Kapan kamu sebaiknya mentolerir dan kapan kamu meluapkan amarah. Apa iyah kamu tetap bisa tersenyum saat ada seseorang yang jelas-jelas mendzalimi-mu? Lagi, kalau kamu nggak menunjukkan amarah padanya, khawatir di kemudian hari akan ada orang lain yang mendapat perlakuan nggak menyenangkan seperti yang kamu alami. Dengan marah, setidaknya kamu nggak hanya menyelematkan dirimu, tapi juga orang lain.

5. Mungkin ini saat yang tepat bagimu untuk nggak memedulikan omongan orang, jangan takut dibenci hanya karena kamu menunjukkan amarah

Jangan takut dibenci via www.lifehack.org

Mungkin banyak dari kamu yang takut untuk meluapkan amarah karena takut dibenci orang. Guys, orang yang benar sayang padamu nggak bakal meninggalkanmu hanya karena kamu marah yang beralasan. Mereka yang tulus menyayangimu bakal memahami tindakanmu. Toh, kamu marah juga karena ada alasannya.

6. Karena orang yang nggak bisa marah rawan untuk dimanfaatkan, itu sebabnya sesekali kamu perlu menunjukkan taringmu

Bukannya menolak untuk menjadi pribadi yang mampu mengendalikan emosi. Namun, pada waktu tertentu kamu juga perlu jadi sedikit galak untuk hal-hal yang nggak bisa ditolerir. Supaya kamu nggak gampang untuk diperalat orang lain. Jadi sedikit galak juga ada manfaatnya lho, karena kamu bisa jadi orang yang bisa melindungi orang lain yang tertindas. Misalnya, temanmu yang pendiam tengah disentak orang lain atas kesalahan yang nggak bisa diperbuatnya, kalau kamu bisa jadi sedikit galak tentu kamu bisa memberi sedikit pelajaran pada orang yang menindas temanmu itu. Bukannya sok pahlawan, tapi memang terkadang marah memang perlu untuk diluapkan.

Sesekali pensiun untuk bilang nggak papah dibolehkan kok. Jadi, luapkanlah amarahmu supaya tak menjadi bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu. Dengan catatan, dalam batasan yang wajar ya

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!