Memandang gerakan #NoMakeup Alicia Keys, barangkali diam-diam meninggalkan gerutuan: ya kalau udah cantik sih, nggak pake makeup juga woles. Apa kabar yang wajahnya biasa aja begini? Apakah kamu juga berpikir yang sama? Ya, tak apa, karena mungkin banyak yang menggumankan hal serupa.

Akan lebih mudah bila kita maknai kampanye #Nomakeup Alicia Keys sebagai seruan untuk membebaskan diri dari standarisasi kecantikan. Dengan demikian, kamu bebas menentukan cantikmu sendiri. Tak perlu langsing, tak perlu putih, dan tak perlu berkaki jenjang. Di sini, kamu bebas untuk memilih yang mana. Bila kamu merasa lebih percaya diri dengan memakai makeup, tak salahnya selama tidak berlebihan. Namun ada satu hal yang tak boleh kita lupakan, bahwa ada kecantikan dari dalam yang tak boleh kamu abaikan.

1. Cantik adalah keinginan wajar seluruh perempuan di dunia. Namun banyak hal yang bisa membuatmu terlihat cantik, tak melulu soal makeup yang begitu lengkap

Tekad yang kuat juga bisa membuat perempuan terlihat seksi via womeninuniform.tumblr.com

Siapa yang tak ingin cantik? Menarik perhatian orang? Dikagumi banyak orang? Bagi seorang perempuan itu adalah hal yang wajar. Karenanya, banyak usaha dilakukan untuk terlihat cantik, sampai terkadang menyakiti diri sendiri. High heels, operasi plastik, cabut alis dan banyak lagi, adalah hal-hal yang dilakukan perempuan hanya untuk disebut cantik. Barangkali dari sana, muncul kata-kata cantik itu memang butuh pengorbanan .

Padahal cantik tidak hanya perkara fisik. Ada banyak hal yang membuat seorang perempuan terlihat menarik. Mulai dari kepribadian, kecerdasan, serta kecintaan dan komitmen terhadap passion, bisa membuat sorang perempuan begitu menawan. Menjadi cantik tidak harus identik dengan pengetahuan khatam tentang jenis-jenis makeup di dunia, melainkan bagaimana kamu bisa mengenali dirimu sendiri, menerimanya, dan mengembangkannya.

2. Mempercantik diri via makeup butuh banyak biaya. Sementara mempercantik diri dari dalam, hanya butuh niat untuk belajar terus-terusan

Advertisement

Cantik versi makeup itu mahal harganya via polka.id

Setiap harinya, ada saja brand terbaru yang muncul. Mulai dari iklan massal di televisi, majalah, sampai ke ‘sista-sista olshop’ di Instagram. Ada industri yang berjaya di balik obsesi cantik seorang wanita. Makeup ini juga bukan barang yang murah. Perkara makeup, tak bisa hanya disempitkan soal fungsi dan harga. Beginilah pasar bekerja, yang memasukikan nilai gengsi untuk memudahkan sirkulasi uang. Barangkali karena inilah cewek-cewek ngotot bahwa cowok nggak akan paham bedanya lipstick 50K dan 500K.

Lantas setelah ‘cantik butuh pengorbanan’, akankah muncul slogan ‘cantik itu memang mahal’? Bisa jadi. Padahal kamu bisa menempuh cara menjadi cantik lain, yaitu dengan mempercantik kepribadian, meningkatkan kecerdasan, dan memperbaiki kualitas diri dari dalam. Cara ini tak membutuhkan banyak biaya. Tak harus sekolah kepribadian secara institusional ataupun belajar di perguruan tinggi dan mengoleksi banyak gelar. Kamu hanya butuh niat untuk selalu belajar, sementara belajar bisa dari mana saja.

3. Di antara 30 menit yang kamu habiskan untuk menyempurnakan penampilan di pagi hari, bisa kamu pakai untuk membaca koran dan menambah ilmu pengetahuan

Memoles makeup berapa menit? via cyberspaceandtime.com

Setiap harinya sebelum berangkat kerja, berapa waktu yang kamu habiskan untuk memoles wajah? Mulai dari foundation, bedak, lipstick, alis yang cetar membahana, hingga bulu mata yang lentik mempesona, dua puluh tingga tiga puluh menit pasti habis untuk mempercantik diri. Namun alangkah indahnya bila pembentukan image cantik itu dilakukan dari dua sisi, dari luar dan dari dalam.

Dari luar, kamu bebas menentukan gaya makeupmu sendiri. Bila bedak dan lipstick tipis saja sudah cukup, tak perlu repot-repot mempertimbangkan pensil alis sampai blush on. Sedangkan dari luar, kamu bisa mengupgrade kepribadian dan meningkatkan kecerdasan. Di antara 30 menit waktu yang kamu habiskan untuk berdandan, tentunya bisa kamu selipkan waktu untuk membaca koran, agar kamu tak ketinggalan berbagai informasi. Di antara kesibukan menyimak majalah fashion, kamu bisa melatih daya analisis diri untuk meningkatkan ketajaman intuisi. Di antara sibuknya mengagumi kecantikan hasil dari tutorial ‘how to’, ada baiknya juga kamu mengembangkan potensimu yang lainnya.

4. Make up yang pudar terus ditouch up habis-habisan, padahal nanti akan dihapus juga. Sementara kecantikan isi kepala sekali poles abadi pesonanya

Pada akhirnya dihapus juga via www.huffingtonpost.com

Kecantikan hasil dari makeup bisa menimbulkan kekhawatiran sepanjang hari. Panasnya matahari bisa membuat makeup luntur dan wajah coreng moreng tak keruan. Mau makan ini dan itu takut lipsticknya hilang karena kebetulan lipstick yang kamu pilih tidak kissproof (hehe). Mau naik ojek, takut rambut berkibar-kibar padahal sudah ditata dengan sempurnanya dengan hairdryer dan hairspray. Dan untuk mengatasi kekhawatiran itu semua, kamu harus rajin-rajin touch up.

Tidak ada kata makeup pudar, karena kamu sudah siap dengan kantong makeup untuk touch up di mana saja dan kapan saja. Padahal nanti malam, selepas kerja sebelum tidur, makeup itu kamu hapus juga. Kalau dipikir-pikir bukankah ini lucu juga? Kita mati-matian melukisi wajah untuk membuatnya sempurna, namun nanti akan dihapus juga. Apakah ini berarti kecantikanmu ditentukan oleh jam? Cantik ketika siang dan dilihat orang, namun tidak cantik saat malam dan sendirian?

Sementara itu, usaha mempercantik diri dari dalam adalah usaha yang abadi sifatnya. Meskipun setiap pengetahuan dan kepribadian bagus harus selalu diupgrade, namun apa yang sudah kita dapatkan tidak akan luntur. Sifat-sifat baik itu melekat, pengetahuan itu tidak akan diambil oleh siapapun termasuk waktu. Dia akan tetap di sana, ada ataupun tidak ada orang, tidak tergantung oleh jam.

5. Makeup yang cantik memang menunjang. Tapi kepribadian yang cantik lebih awet dan menentukan

Cantik dari dalam jauh lebih awet dan tentunya murah via www.blogger.com

Makeup bisa berfungsi sebagai seni. Seni yang bisa menegaskan kelebihan diri, dan menutupi kekurangannya. Barangkali dengan memakai makeup, rasa percaya dirimu akan meningkat. Namun menjadikan makeup sebagai ketergantungan tentu bukan hal yang bijak. Karena dengan begitu, muncul anggapan bahwa makeup sudah bisa mengakomodasi semuanya.

Namun kecantikan hasil makeup adalah kecantikan yang ‘lepas-pakai’. Sementara kecantikan dari dalam adalah kecantikan yang abadi. Cantik dari makeup adalah cantik yang menuruti standar dan dilakukan untuk mendapat pengakuan dari luar. Sementara cantik dari dalam, adalah cantik yang diakui oleh diri sendiri. Pengakuan dari luar tentu saja penting, namun tanpa pengakuan dari diri sendiri, tentu akan percuma.

Makeup hanya akan membuatmu cantik dalam beberapa jam. Setelah dihapus dengan pembersih dan penyegar, lantas dicuci dengan sabun muka, kecantikan yang kamu banggakan juga akan pudar. Makeup yang kamu pakai mungkin juga harus terus diupgrade, karena apa yang hits sekarang belum tentu masih hits di masa depan. Namun cantik yang berasal dari dalam akan terus di sana sampai kapanpun, tak peduli apapun yang sedang hits di dunia.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!