Banyak orang yang menganggap menginjak umur 25-an berarti harus mulai mandiri. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk tinggal berjauhan dari orangtua. Karena di umur segini, kita dituntut memiliki tanggung jawab pada hidup kita sendiri.

Tak seperti di luar negeri, di Indonesia masih banyak mereka yang sudah menginjak usia 25-an bahkan lebih masih tinggal bersama orangtua. Jangan langsung menuduh orang-orang ini kelewat manja. Justru ada alasan-alasan kuat yang membuat mereka masih tetap tinggal bersama orangtua.

1. Usia orangtua yang sudah lanjut, membuat kami tak ingin pergi jauh-jauh dari mereka

Orangtua sudah lanjut usia via www.express.co.uk

Kekhawatiran pasti akan kerap kami rasakan yang memiliki orangtua yang sudah lanjut usia. Hal-hal remeh seperti apa yang akan mereka makan, sudahkah mereka minum obat, sampai apa saja yang orangtua lakukan tiap hari sudah membuat hati kami nggak tenang.

Tetap tinggal bersama orangtua yang sudah lanjut usia adalah bentuk kasih sayang cari kami membalas budi. Selain pekerjaan dan pasangan, orangtua tentu prioritas utama kami sebagai anak. Toh ini juga bentuk dari bakti kami kepada mereka yang sudah merawat kami sejak kecil dengan penuh kesabaran. Kini gantian kami yang merawat mereka.

2. Kadang orangtua bersikeras tak mau ditinggal. Akhirnya kami susah untuk menolak

Advertisement

Permintaan untuk tetap tinggal via www.wisegeek.com

Tak jarang kami mendengar rengekan Ibu dan Ayah yang meminta kami untuk tetap tinggal di rumah. Mereka bahkan melarang kami untuk mencari pekerjaan yang berada di luar kota hanya karena ingin tetap satu rumah.

Permintaan itulah yang kadang membuat kami yakin untuk tidak pergi terlalu jauh. Mereka tidak pernah mempersoalkan umur kami yang sudah mulai menginjak dewasa dan sudah waktunya untuk tinggal terpisah, rasa sayang mereka yang luar biasa adalah hal yang patut diperjuangkan.

3. Tempat kerja yang memang dekat dengan rumah orangtua. Membuat tinggal di rumah orangtua jelas jadi pilihan

Tempat kerja yang dekat dengan rumah orangtua via www.huffingtonpost.com

Kadang alasan kami tetap memilih untuk tetap tinggal dengan orangtua di umur sekarang, sesederhana alasan tempat kerja yang dekat dengan rumah orangtua. Tentu tinggal bersama mereka menjadi pilihan kami.

Positifnya, rasa lelah setelah bekerja terbayarkan dengan melihat sambutan mereka yang hangat setiap kami pulang. Dan tak ada perasaan yang menenangkan selain pertanyaan bapak tentang bagaimana pekerjaan kami hari ini, serta ibu yang sudah menyiapkan makan malam untuk kami sekeluarga. Kami hanya merasa, mereka begitu berharga.

4. Tak dipungkiri, tinggal dengan orangtua membuat kami lebih hemat. Syukur bisa menabung untuk membahagiakan mereka

Bisa lebih hemat via www.dailytelegraph.com.au

Tidak dipungkiri bahwa tinggal bersama orangtua membuat kami bisa menghemat pengeluaran. Tak seperti jika harus merantau. Kami perlu membayar uang indekos beserta listrik dan air, juga tak ketinggalan kebutuhan pokok lainnya.

Tinggal bersama orangtua memang lebih hemat. Tapi bukan berarti kami hanya berpangku tangan. Dengan berhemat seperti ini, hitung-hitung kami bisa menabung untuk membahagiakan orangtua.

5. Rumah orangtua memang tempat paling nyaman. Tak ada tempat lain yang mengalahkan

Tempat paling nyaman via www.glamour.com

Bukannya kami penakut dan nggak mau keluar dari zona nyaman kami. Namun tinggal dengan orangtua adalah kenyamanan tersendiri yang tidak akan bisa ditukar dengan kemewahan apapun.

Merawat Ayah dan Ibu bersama saudara-saudara yang lain adalah kebahagiaan yang tak terkira. Kami jauh lebih kompak dan saling menyayangi karena bisa setiap saat bertemu. Kami tidak ingin menyesal karena melewatkan hal-hal menyenangkan dengan keluarga.

6. Pada akhirnya, masuk usia 25-an dan masih tinggal sama orangtua bukan berarti kami belum mandiri

Zona nyaman via elitedaily.com

Walau usia kami sudah pantas untuk bisa tinggal terpisah dari orangtua, namun kami malah memutuskan untuk tetap tinggal dengan mereka bukan semata-mata karena kami tidak mandiri. Kami hanya tak ingin melewatkan setiap detik kebersamaan bersama orangtua kami. Dulu saat kami masih keras kepala, kami kerap bertengkar dengan orangtua. Namun kini selepas 25, kami justru merasakan hal yang sebaliknya. Ada waktu yang ingin kami bayarkan, yang dulunya hanya diisi dengan perdebatan. Kami ingin menunjukkan kepada orangtua, bahwa mereka juga sangat berharga buat kami.

Lebih baik kami menghabiskan waktu dengan orangtua, berdebat, disertai gurauan yang tak ada habisnya. Karena membiarkan Ayah dan Ibu seorang diri hanya membuat hati kami tak tenang. Toh pada akhirnya akan ada masanya kamu akan meninggalkan rumah orangtua, yakni saat kamu sudah memiliki keluarga sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya