“Mungkin terlihat sangat menyedihkan, saat kita dipaksa untuk kembali menemukan kehidupan kita saat kita ditinggal pergi oleh orang-orang yang kita sayangi. Namun, dalam proses ini kita diberikan sebuah kesempatan, yang merupakan sebuah keindahan” — Leo Babauta

Kehilangan dalam artian sebuah kematian orang tercinta untuk selama-lamanya menjadi momen yang akan sangat membekas dalam kehidupan tiap orang. Berbagai macam cara diupayakan untuk bisa segera bangkit dari perasaan sedih dan ketidakberdayaan. Namun, tak jarang langkah-langkah yang diambil justru keliru dan dan semakin menjerumuskan kita ke lembah duka cita yang makin mendalam.

Situasi tersebut tentu saja menyakitkan, tapi yakinlah kematian adalah hal yang pasti ada dalam rancangan masa depanmu. Apakah kamu harus menyaksikan kepergian orangtua, saudara, atau teman untuk selamanya, atau justru kamu yang harus meninggalkan mereka lebih cepat. Menerima dan merelakan bahwa kebersamaan kalian tidak akan selamanya itu sebuah keharusan. Alih-alih terus meratapi kesedihan, terimalah fakta tersebut dengan kebijaksanaan, layaknya seseorang yang telah menemukan kedewasaan.

Menghadapi kehilangan yang tak bisa dijelaskan oleh logika. Jangan buang energimu percuma dengan menahan diri, luapkan saja perasaanmu keluar lewat air mata atau teriakan

Timbunan emosi harus disalurkan keluar via unsplash.com

Kehilangan adalah pengalaman yang begitu menyakitkan, wajar jika emosimu bercampur aduk setelahnya. Namun, seburuk apapun emosi tersebut, cobalah untuk mengalirkannya, izinkan dirimu untuk merasakannya. Menahan atau menyembunyikan perasaan bukanlah tindakan bijak karena justru akan memperlambat proses pemulihan emosimu.

Advertisement

Terkadang, mengakui perasaan memang menyakitkan, namun kamu perlu melakukannya. Jangan menutup-nutupi rasa sedih, takut dan kecewa yang kamu rasakan. Izinkan kamu menangis kapanpun kamu menginginkannya. Pada dasarnya, merasakan emosi-emosi semacam itu adalah hal yang normal, jangan menghakimi diri berdasarkan apa yang kamu rasakan.

Setelah air mata jatuh, cobalah berbagi emosi lewat kata-kata. Bukan tentang pengertian dari orang lain, tapi dengan menyuarakan perasaan kamu bisa memahami diri sendiri lebih baik

Berbagi beban emosi, supaya langkah ke depan lebih ringan via stocksnap.io

Banyak orang yang tengah berkabung menyadari bahwa tetap berkomunikasi dengan orang lain dapat melegakan perasaan mereka. Mengkomunikasikan perasaan kepada orang lain adalah bagian penting dalam proses penyembuhan diri pasca kehilangan.

Sahabat atau kerabatmu mungkin tak bisa memberikan nasihat, namun mereka pasti bersedia mendengarkan segala keluhanmu.

Terkadang, menceritakan perasaan dengan suara keras dapat membantumu mengelola perasaan-perasaan tersebut. Setelah kepergian orang tersayang, carilah sahabat atau kerabat yang mampu memahami apa yang terjadi padamu. Ekspresikan perasaanmu kepada mereka, carilah dukungan dan kenyamanan yang kamu butuhkan.

Jika masih terasa berat, carilah jalan lain untuk berbagi emosi. Baik dalam bentuk puisi atau coretan tak berbentuk, asal bisa memberimu keringanan untuk melangkah jalani kembali hidupmu yang masih berlangsung

Mengulang memorimu tentang dia yang telah pergi, bisa jadi bekalmu untuk lanjutkan hidup via unsplash.com

Bagi sebagian orang, terkadang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain, terlebih saat mereka sedang mengalami duka yang mendalam. Tenang, ada cara lain yang bisa kamu lakukan supaya nggak merasa kesepian, asah kreativitasmu!

Percayalah, berkreasi benar-benar ampuh mengalihkan kesedihan.

Cobalah membuat album sederhana yang berisi kolase foto-fotomu dengan orang tersayang. Kamu juga bisa mencoba membuat puisi atau menuliskan sesuatu tentangnya. Atau jika kamu lebih suka menggambar, cobalah untuk menggambarkan perasaanmu lewat permainan warna di atas secarik kertas. Tindakan-tindakan tersebut dapat membantumu melepaskan perasaan dengan cara yang positif. Sehingga emosi kamu pun dapat terproses dengan lebih baik.

Momen ini adalah titik balik, antara sebelum dan setelah dia tiada. Jangan sampai keberadaannya di dunia ini sia-sia, lanjutkanlah hidupmu untuk dirimu sendiri dan atas nama dia yang telah pergi selamanya

Lanjutkanlah hidupmu demi mereka yang sudah tidak bisa via www.mentisology.org

Sepeninggal orang yang begitu kita kasihi, akan ada perasaan yang dilanda ketakutan, kegelisahan, dan kepedihan yang teramat dalam. Bahkan kebingungan, kehancuran dan merasakan sakit yang mendalam atas duka yang terjadi. Dalam momen-momen itulah, kita dipaksa untuk berhenti sejenak lalu mulai memikirkan apa yang paling penting dalam kehidupan kita, mengevaluasi apa saja yang telah kita lakukan serta apa yang harus kita perjuangkan selanjutnya. Ketahuilah, meski orang terkasih secara fisik telah pergi selamanya, jejak hidupnya dalam hidupmu akan selamanya bersamamu. Maka dari itu, jadikanlah jejak hidup mereka yang sudah tiada lebih berarti melalui segala pencapaianmu di depan.

Satu hal yang perlu kamu sadari bahwa kamu selayaknya bersyukur atas kehidupan yang masih kamu rasakan. Meski ditinggalkan orang tersayang, bukan berarti dunia runtuh dan kehidupanmu berakhir. Cobalah untuk memandang jauh ke depan dan kembali perjuangkan hidupmu. Kamu harus tetap berdiri tegak, jangan biarkan kesedihan menguasai dan membuatmu hancur.

Perlahan kembali ke rutinitas juga penting untuk menata hidupmu ke depan. Meski hatimu masih hancur berkeping-keping, paling tidak kamu gerakkan badan layaknya manusia sehat

Berdiam diri hanya akan buat sakit hatimu tambah dalam via unsplash.com

Saat masih dalam momen berkabung, maka kita akan cenderung nggak punya gairah untuk beraktivitas karena perasaan dukacita yang masih menggelayuti. Mengizinkan diri sendiri untuk bersedih demi meluapkan emosi memang dianjurkan, namun jangan sampai berlarut-larut. Ala kadarnya saja.

Perasaan sedih biasanya menghampiri seseorang ketika dirinya sedang terdiam dan nggak melakukan aktivitas apapun.

Menjaga rutinitas adalah salah satu hal tersulit pasca kehilangan orang tersayang. Untuk mencegah terjadinya kedukaan berkepanjangan, kamu perlu mencoba untuk menjalani hidup senormal-normalnya. Segeralah bangkit dan lakukan aktivitas yang akan membuatmu tetap fokus dan melupakan kesedihan yang kamu rasakan.

Tetaplah menjaga kesehatanmu, jangan berusaha mematikan rasa sakit kehilangan dengan hal-hal negatif

Jangan terpancing hal negatif via unsplash.com

Terutama karena tengah berduka, kita cenderung mengabaikan kebutuhan jasmaniah seperti makan, misalnya. Menjaga diri di tengah kedukaan yang melanda memang sulit, namun berusahalah melakukannya. Paksa dirimu, toh demi kebaikan juga. Mengabaikan kebutuhan dasar justru akan semakin memperburuk suasana hatimu.

Ketika berduka, kamu mungkin akan tergoda untuk mengonsumsi alkohol, obat tidur atau hal-hal lain yang sifatnya menghilangkan kedukaan secara instan. Alkohol atau obat-obatan tertentu memang dapat mematikan rasa sakit untuk sementara, namun justru merusak kesehatanmu ke depannya. Seburuk apapun perasaanmu, tetaplah berpikir positif dan hindari diri dari hal-hal negatif semacam ini.

Ingatlah, bahwa kematian cepat atau lambat akan menghampiri setiap orang. Daripada larut dalam kesedihan, baiknya persiapkan diri matang-matang

Berdamai dengan kenyataan akan buat hidup lebih tenang via unsplash.com

Saat melihat orang yang kita sayangi, kita selalu berharap akan selalu melihatnya hari ini, besok, nanti malam dan seterusnya. Padahal itu semua adalah harapan kosong. Akan tiba suatu saat di mana kita dipisahkan, dan itu adalah suatu kepastian yang nggak terbantahkan.

Kamu wajib menyadari, bahwa kematian adalah satu hal yang pasti. Sebesar apapun usahamu kamu menghindarinya, itu hanyalah sia-sia. Jadi, baiknya kamu persiapkan diri sebaik-baiknya, jalani kehidupanmu semaksimal mungkin, ketimbang kamu harus meratapi kesedihan karena ditinggalkan orang tersayang. Dalam hidup, kematian nggak bisa dihindari dan kematian juga nggak bisa diprediksi.

Kepadamu yang saat ini sedang bersedih hati, hal ini memang nggak mudah, tetapi kamu harus segera bangkit, kehidupanmu masih panjang di depan, jangan terus meratapi kepedihan, karena kehidupanmu jauh lebih berharga daripada apa yang bisa bisa bayangkan saat ini. Lepaskanlah ketergantungan dan keterikatanmu dengan mereka yang telah pergi bahagia. Ikhlaskanlah…

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!