Orangtua. Mereka adalah alasan mengapa kita ada, dan mengapa kita berusaha untuk tetap ada. Bayangan tentang merekalah yang akan terngiang di kepala setiap kali kita ingin menyerah, setiap kali sesuatu terasa tidak mungkin diselesaikan. Bayangan mereka juga yang selalu ada ketika kita berhasil dalam suatu hal.

Ibu yang tak harus memahami namun selalu menerima kita. Ayah yang kadang tak mengerti namun selalu percaya.

Meski sudah menyertai sejak kita belum fasih berjalan dan berbicara, banyak hal tentang mereka yang baru kita mengerti setelah dewasa.

Hal-hal seperti ini adalah beberapa di antaranya.

Setelah kamu lahir, orangtuamu berhenti hidup untuk diri sendiri dan mulai hidup untukmu

kamu adalah poros hidup mereka via tuningpp.com

Advertisement

Mereka sudah mencintaimu bahkan sebelum kamu tahu kamu ada. Mereka menantimu dengan hati lapang sebelum kamu datang ke dunia. Kamu adalah malaikat kecil bagi mereka. Ibumu rela berbagi badan denganmu selama 9 bulan. Ayahmu selalu siaga di sebelahnya, menunggumu datang.

Ya, persiapan kehadiranmu saja sudah diperlakukan begitu rupa. Apalagi ketika akhirnya kamu bisa melihat dunia. Seketika kehidupan kedua orangtua berporos padamu. Alasan mereka selalu bersemangat dalam menapaki hari adalah karena adanya kamu. Kamu adalah semesta bagi mereka. Segalanya.

Mereka akan bersedia melakukan apapun demi kamu, sang buah hati. Bersediakah kamu melakukan perintah-perintah sederhana yang mereka berikan padamu tiap hari?

Mengatakan ‘tidak’ pada kebutuhanmu membuat mereka merasa gagal. Segala usaha mereka kerahkan agar kamu berkecukupan.

jungkir balik mereka hanya demi kecukupanmu via pixgood.com

Demi memenuhi kebutuhanmu, mereka bekerja membanting tulang dari pagi hingga petang. Ayahmu rela mengambil lembur demi mencukupi dana pendidikanmu dan juga memuaskan keinginan jajanmu. Bahkan, ibumu juga merangkap dua pekerjaan, sebagai ibu rumah tangga yang mempersiapkan segala sesuatunya dan juga bekerja demi menambal biaya hidup yang dirasa makin tak masuk akal. Hidup mereka tersedot dalam dunia pekerjaan demi memenuhi segala kebutuhan.

Setelah tahu jatuh bangun yang mereka lakukan, apalagi yang akan kamu keluhkan? Masihkah kamu akan menyalahkan mereka atas berkurangnya waktu mereka untukmu? Akankah kamu meratap ketika mereka tak kunjung mendapat jatah liburan yang bisa dihabiskan bersama keluarga?

Sadarilah bahwa sesungguhnya mereka hanya mencoba melakukan yang terbaik untukmu, demi tercukupinya kebutuhanmu.

Mereka menelepon karena mengkhawatirkanmu. Kamu menelepon karena membutuhkan sesuatu.

mereka juga membutuhkan perhatianmu via youngfreespirit.tumblr.com

Orangtua memang selalu memberi apa yang kamu pinta. Mereka juga berusaha mati-matian untuk membuatmu selalu merasa gembira. Seluruh perhatian juga tak pernah alpa mereka limpahkan kepadamu.

Namun, terkadang kamu berpikir bahwa hal itu merupakan tanggung jawab yang memang selayaknya harus mereka lakukan. Kamu lupa bahwa orangtuamu juga manusia biasa yang memiliki keinginan untuk diperhatikan dan disayangi. Bahkan, terkadang kamu terlalu sibuk meminta dan lupa untuk memberi.

“Parents are like God because you wanna know they’re out there, and you want them to think well of you, but you really only call when you need something.” 

Chuck Palahniuk, Invisible Monsters

Orangtuamu tak selalu bahagia. Mereka juga punya masalah sendiri yang mereka simpan rapat dalam hati.

mereka tidak selalu bahagia via youngfreespirit.tumblr.com

Kedua orangtuamu akan memasang badan dan selalu menjagamu dengan sepenuh jiwa. Oleh karena itu, mereka akan berusaha tegar dan kuat di hadapanmu. Mereka akan selalu memasang senyum mengembang meskipun mereka sedang memiliki permasalahan. Orangtuamu juga tidak mudah merapal keluhan. Mereka selalu mencoba menjadi sosok yang berani dan tangguh bagi buah hati.

Jadi, masihkah kamu selalu ingin diutamakan dan didengarkan? Akankah kamu berbesar hati mendengarkan cerita mereka yang sebelumnya selalu kamu dengarkan dengan setengah hati?

Orangtuamu tak sesempurna yang kamu kira saat kecil dulu. Mereka pun menanggung sesal karena pernah melakukan salah saat membesarkanmu.

mereka juga manusia biasa via favim.com

Kamu mengira mereka sempurna. Ketika dewasa, kamu menyadari mereka tak sempurna namun tetap banyak menuntut mereka. Kamu ingin mereka memiliki kesabaran ekstra, kamu ingin mereka berhenti menuntutmu ini-itu, kamu ingin mereka serba bisa. Hei, tahukah kamu, mereka adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan disana-sini?

Sebenarnya, orangtuamu pun sadar bahwa mereka adalah manusia dengan keterbatasan. Percaya atau tidak, mereka pun menanggung sesal karena kesalahan yang pernah mereka lakukan saat membesarkanmu. Namun, bukan berarti kita bebas menyalahkan mereka atas segala keterbatasan kita setelah dewasa.

Memang kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan. Namun, percayalah, mereka adalah dua malaikat terbaik yang dipercaya untuk merawatmu. Hargai dan sayangi mereka seperti ketika mereka menyayangi dan selalu membanggakanmu tanpa cela.

“Children begin by loving their parents; as they grow older they judge them; sometimes they forgive them.”
Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray

Siap atau tidak, kamu dan mereka akan bertukar peran. Saat mereka renta kamulah yang akan menjadi ‘orangtua’ mereka.

ada saatnya kamu harus menjaga mereka via elitedaily.com

Seiring berjalannya waktu, kamu tidak akan melulu dimanja oleh kedua orangtuamu. Ya, tanpa disadari atau tidak kamu akan bertukar posisi dengan mereka. Saat kamu masih bayi mereka yang akan dengan telaten menenangkanmu yang sedang rewel. Mereka juga sabar menghadapi rentetan pertanyaan yang tak henti-hentinya selalu kamu lontarkan ketika kamu menginjak usia balita.

Sekaranglah giliranmu untuk bersabar merawat mereka. Dengan telaten mengajari mereka menggunakan gadget canggih serta sabar menghadapi pertanyaan mereka yang diulang-ulang. Bahkan, kamu juga harus sedia meluangkan waktu untuk merawat mereka ketika kesehatan mereka mulai menurun.

Ya, siap atau tidak kamu harus merawat mereka nantinya. Kamu harus menjadi ‘orangtua’ yang baik bagi mereka, sama seperti ketika mereka sudah berusaha menjadi orangtua sempurna untukmu selama ini.

Kamu sudah dewasa. Harus bisa berdiri di atas kaki sendiri dan memimpin hidup demi membuat mereka berbangga hati.

kamu harus bisa membanggakan mereka via 1.bp.blogspot.com

Usia kepala dua merupakan usia produktif di mana kamu harus mulai bisa memimpin hidup sendiri demi membuat bangga orangtuamu. Kamu harus mulai bisa mandiri dalam hal apapun, termasuk dalam keuangan. Walaupun keuanganmu saat ini belum seberapa, namun bisa memenuhi kebutuhan dengan uang jerih payah sendiri sudah membuat mereka bangga luar biasa.

Dengan mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri, secara tidak langsung kamu mampu menunjukkan kepada mereka bahwa kamu tak lagi menggantungkan hidup. Kamu mampu berpijak di atas kaki sendiri. Tidak ada yang lebih membanggakan dan menenangkan hati orangtua dari kemandirian dan kedewasaan si buah hati.

Akan ada masa di mana dunia ini bukan tempat mereka lagi. Sebelum waktu itu tiba, habiskan hidupmu untuk membuat mereka bahagia.

bahagiakan mereka via www.teenlife.com

Membuat orangtua tersenyum bahagia bisa kamu lakukan sedari sekarang. Kamu tidak harus menunggu kemapanan diri demi membahagiakan mereka. Seiring berjalannya waktu, orangtuamu juga akan menua. Kita tidak pernah tahu seberapa lama kita diberi kesempatan untuk bercengkerama dengan mereka.

Bahagiakan mereka dengan meluangkan waktu sebanyak-banyaknya sedari sekarang. Selagi masih ada waktu merasakan sedapnya masakan Ibu, selagi masih ada tutur nasihat Ayah yang bisa didengarkan, selagi kamu masih bisa melihat mereka dan berbagi tawa bersama.

Jadi, masihkah ada alasan yang akan kamu gunakan untuk tidak menghabiskan tiap detik yang tersisa bersama mereka dengan penuh makna?