Saat kamu lepas dari kehidupan kuliah nanti, dunia yang kamu hadapi tidak lagi sama. Kamu akan disibukkan dengan berbagai hal yang gak bisa cuma selesai dengan duduk manis di kelas dan memperhatikan dosen. Mulai dari pekerjaan ideal, tabungan, cicilan untuk rumah masa depan, keuangan keluarga, dan hal-hal lain yang nggak kalah menyita waktunya.

Karena itu, selagi kamu masih kuliah, hal-hal di bawah ini patut kamu coba. Supaya kalau sudah lebih dewasa, kamu nggak menyesal karena nggak lagi punya waktu untuk mencicipinya!

1. Organisasi bukan hanya BEM saja. Selagi mahasiswa, ikutlah organisasi yang paling kamu suka

ikutlah organisasi yang kamu suka via www.anakui.com

Kata orang, kalau saat kuliah tidak ikut BEM, artinya kamu kurang gaul dan kurang peduli dengan kehidupan mahasiswa atau masyarakat. Tapi ada juga kamu-kamu yang mungkin merasa kurang cocok untuk bergabung di BEM.

“Ah, aku ‘kan nggak bisa demo. Nggak hobi kajian yang berat-berat juga.”

Dengan alasan ini, kamu menjadi mahasiswa yang kupu-kupu, alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Padahal organisasi yang bisa kamu ikuti bukan hanya BEM saja. Di kampus, biasanya ada berbagai macam organisasi mahasiswa, mulai dari yang sifatnya akademis sampai hobi seperti komunitas film atau klub tari. Ikutlah organisasi yang ‘kamu banget’.

Supaya pribadimu berkembang, dan jangan sampai masa mahasiswamu lebih banyak kamu habiskan di rumah atau di kosan.

2. Gak ada salahnya ikut seminar gratis di fakultas sebelah. Coba juga diskusi dengan mahasiswa lain fakultas, demi ilmu yang tak terbatas

Ikut seminar di fakultas sebelah via news.colgate.edu

Selama ini tingkat ‘kegaulanmu’ sudah sampai mana? Apakah kamu hanya berkutat di fakultasmu sendiri dan hanya mengulik bidang yang kamu pelajari sehari-hari saja? Kalau iya, mulai hari ini, cobalah untuk bermain-main ke fakultas sebelah. Ikuti seminar-seminar menarik yang ada di sana, dan temuilah orang-orang yang berlatar belakang berbeda denganmu. Dengan begitu, ilmumu akan berkembang dan semakin luas, tidak hanya tentang bidangmu saja. Sayang masa mahasiswamu kalau kamu hanya fokus pada jurusanmu saja, padahal di luar sana banyak pengetahuan-pengetahuan menarik yang berguna untuk masa depan.

3. Bekerja meski tidak dibayar. Toh kamu masih mahasiswa, tak apa bila tak punya uang

cari pengalaman dengan magang via rachelhills.tumblr.com

Selagi kamu jadi mahasiswa, kamu belum dibebani oleh biaya-biaya yang harus kamu tanggung setiap harinya. Di momen ini, uang bukanlah hal yang harus kamu pikirkan, karena itu cobalah untuk mencari pengalaman saja. Bila ada kesempatan untuk magang di sebuah perusahaan atau menjadi relawan, jangan ragu-ragu untuk mencobanya. Selain memberimu pengalaman yang akan mempercantik CV-mu kelak, aktif di dunia luar kampus juga akan menambah softskillmu secara otomatis. Sehingga nanti saat kamu benar-benar masuk ke dunia kerja, kamu tidak akan gelagapan lagi.

4. Saat kamu mahasiswa, waktumu relatif masih longgar. Manfaatkan untuk traveling secara spontan dengan teman-teman

traveling, mumpung banyak waktu luang via favim.com

Selain bekerja untuk mencari pengalaman, jangan lupa juga untuk bersenang-senang. Karena kamu masih muda, dan waktu luangmu relatif masing longgar, jangan sia-siakan waktumu untuk melamun di kosan saja.

Sering-seringlah traveling dengan teman-teman. Misalnya saat kelas hari ini tiba-tiba dibatalkan karena dosennya tidak bisa datang, kamu bisa memanfaatkannya untuk jalan-jalan spontan. Pilih tempat yang terjangkau oleh jarak dan kantong mahasiswa. Karena nanti saat kalian sudah bekerja, travelling adalah hal yang sulit kamu lakukan. Harus menunggu ada long weekend atau tanggal merah dulu, karena izin cuti tidak semudah saat kamu bolos kuliah.

5. Saat mahasiswa adalah masa-masa muda yang harus dinikmati. Tidak ada salahnya kamu mulai mencari sosok yang potensial untuk jadi tambatan hati

Siapa tahu bisa wisuda bareng via dreamingintheclouds34.tumblr.com

Yang paling menarik tentu saja, jangan lupa untuk cari jodoh. Di kampusmu yang luas, kamu bisa bertemu dengan banyak orang yang rupa-rupa juga jenisnya. Jangan hanya terfokus pada kuliah di kelas saja, tapi cobalah bergaul dengan banyak orang. Berkenalan dengan orang-orang baru, dan siapa tahu ada yang cukup potensial untuk menjadi pelabuhan hatimu. Meskipun jika nantinya hubungan itu tidak berhasil sampai pelaminan, toh kamu masih muda, dan masih harus banyak belajar. Tak perlu takut atau menyesal. Karena saat kamu masuk dunia kerja nanti, bisa jadi kamu terlalu sibuk untuk mengejar deadline, dan tidak sempat lagi untuk mencari pasangan. Siapa tahu ;p

6. Skripsi adalah momen puncakmu sebagai mahasiswa. Jalankan ibadah skripsi dengan sepenuh hati, karena setelah lulus, kamu mungkin tak akan meneliti seserius ini

skripsi adalah puncaknya via www.idntimes.com

Skripsi adalah tahap puncak sekaligus tahap akhir dari kehidupan mahasiswamu. Di sinilah, pemahamannya pada kuliah yang kamu tempuh selama 4 tahun akan diuji. Walau skripsi selalu disertai dengan momen-momen menyebalkan yang sering memadamkan semangat, jangan pernah putus asa. Karena sebenarnya setiap masalah dalam proses pengerjaan skripsimu itu ada solusinya.

Jika masalahmu adalah soal kurangnya bahan atau
literatur berkualitas, coba deh minta bantuan
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI aja.

Bisa online, gratis pulak!

PDII LIPI menyimpan jurnal dan karya ilmiah dari seluruh Indonesia. Kamu juga bisa numpang download jurnal luar negeri dengan biaya yang lebih murah dari sekali makan — alias Rp5000/artikel jurnal (gratis kalau kamu masih mahasiswa).

Layanan Informasi Ilmiah dari PDII LIPI bisa langsung kamu akses online. Cek di sini yuk untuk katalog buku, dan cek di sini untuk katalog jurnal. Sudah menemukan bahan yang kira-kira berguna? Tinggal email saja ke penelusuran@mail.lipi.go.id supaya mereka bisa mengunduhnya untuk kamu.

Udah nyari-nyari, tapi tetap aja bahan yang kamu perlu nggak ketemu.

Gimana nih?

Untungnya kamu bisa meminta bantuan gratis dari para Petugas Layanan Informasi Ilmiah PDII LIPI. Tinggal email permohonan saja ke penelusuran@mail.lipi.go.id dan mereka akan membantu skripsi kamu dengan senang hati :”)

Meskipun nantinya, skripsi hanya akan menjadi jilidan kusam yang kamu simpan di lemari buku, jadikan skripsimu sebagai karyamu yang berharga dengan mengerjakannya sebaik-baiknya. Jadikan skripsimu sebagai bukti bahwa kamu bukan mahasiswa sekadarnya.

Kehidupan mahasiswa yang hanya kamu lalui sekali ini, layak untuk kamu nikmati sepenuhnya. Mumpung kamu masih muda, dan beban hidupmu belum seberapa, jangan biarkan masa mahasiswamu berlalu sia-sia.

Karena nanti di masa yang berbeda, kamu akan mengenangnya dengan bahagia, atau justru menyesalinya karena tidak memanfaatkan masa mahasiswamu sebaik-baiknya 🙂