Kehidupan memang seringkali tak berjalan seperti yang diharapkan. Kita pasti pernah merasa kecewa, sedih, bahkan marah ketika banyak hal yang terjadi tak sesuai keinginan. Tapi, tahukah kamu bahwa kehidupan ini sebenarnya hanya tentang bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Apakah kamu termasuk orang yang selalu berpikir positif tentang dirimu, atau justru sebaliknya?

Kita tidak akan bahagia ketika sibuk merutuki apa yang menurut kita tidak sempurna. Merasa tidak pintar atau kurang cantik hanyalah contoh kecil perkara bagaimana kita bisa meracuni pikiran sendiri. Padahal, hidup selayaknya bisa dijalani dengan lebih baik dan bahagia ‘kan? Dan bukankah hidup yang hanya sementara seharusnya bisa dijadikan lebih bermakna agar tak berakhir sia-sia?

Setiap orang bisa jadi punya cela di masa lalu, tapi tak pernah ada kata terlambat ketika kamu mau berubah dan melangkah maju

kamu berhak jadi lebih baik via favim.com

Tidak pernah ada kata terlambat untuk perubahan yang baik. Apapun kesalahanmu di masa lalu, kamu tetap punya kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika dulu kamu selalu emosional dalam menghadapi masalah, kini kamu mulai belajar bagaimana menjadi orang yang tenang dan bijaksana.

Yup, sepanjang perjalanan hidup akan ada saat dimana kamu berhasil mencapai titik kedewasaanmu sendiri. Di saat itu, kamu mulai perlahan mengabaikan penilaian negatif dari orang-orang di sekitarmu. Kamu menjadi lebih peka mendengarkan suara batinmu sendiri. Apakah yang harus diubah dan dipertahankan untuk menjadi manusia yang lebih baik? Kamu pun sudah bisa memutuskannya dengan mantap.

Tak ada manusia yang terlahir sempurna, satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah bersyukur atas apa yang kamu punya

Advertisement

kamu cantik, pintar, dan hebat via www.flickr.com

Kegagalan hidup yang paling mutlak adalah ketika kamu tidak merasa nyaman dengan dirimu sendiri. Kamu mungkin merasa dirimu tidak cukup sempurna dan berusaha membandingkan dirimu dengan orang lain. Tapi, adakah yang lebih hebat daripada bangga menjadi diri sendiri?

Jangan menyakiti dirimu dengan bertanya “aku kok nggak secantik dia, ya?”. Sadarilah bahwa apa adanya kamu adalah refleksi dari pikiranmu sendiri. Jika kamu berpikir bahwa dirimu tidak cukup cantik, orang lain pun akan beranggapan sama.

Jangan biarkan kepalamu riuh sendiri, karena kamu berhak mengutarakan isi hati dan yang kamu ingini

katakan yang kamu ingin katakan via www.democraticunderground.com

Memendam apa yang ingin kamu katakan justru akan menyiksa dirimu sendiri. Misalnya nih, ketika meeting di kantor kamu malu atau takut untuk menyampaikan ide tentang cara pemasaran produk di perusahaanmu. Alasannya, kamu merasa sebagai pegawai baru yang belum berhak banyak bicara dan harus menjaga sikap.

Akan lebih baik jika kamu bisa membebaskan dirimu untuk mengutarakan ide atau pendapat yang ada di kepalamu. Jangan takut atau kecewa ketika orang lain ternyata tidak setuju dengan gagasanmu. Bagaimanapun kamu masih jauh lebih hebat, daripada hanya diam dan tidak mau berpendapat sama sekali.

Kegagalan tetap bisa dibanggakan, gagalmu masih jauh lebih baik daripada diam lantaran takut mengambil kesempatan

jangan pernah takut menerima tantangan via inspektorsaahab.blogspot.com

Dalam perjalanan hidupmu, kamu akan menemui berbagai kesempatan yang bisa mengantarmu mencapai kesuksesan. Namun, pilihan untuk mengambil atau melepaskan kesempatan itu tetap ada di tanganmu. Apakah kamu cukup berani untuk mengambil kesempatan untuk sukses, atau justru terlalu takut gagal? Yang jelas, penyesalan terbesar bukanlah saat mencoba dan gagal, melainkan ketika kamu sama sekali tidak mau mencoba.

Kamu manusia unik yang tak seharusnya terlalu panik ketika mendapat koreksi dan kritik

jadilah unik dan berani via hypebeast.com

Ikuti apa kata hatimu dan lakukan apa yang kamu inginkan. Percayalah bahwa kamu adalah pribadi yang otentik dengan ide-ide unik. Yakinlah bahwa setiap manusia dilahirkan ke dunia dengan karakteristiknya masing-masing. Kadang, untuk  menjadi seseorang yang hebat kamu harus mengabaikan pendapat orang lain. Bahkan, ketika orang lain tidak bisa memahami cara berpikirmu, bukan berarti ide-idemu itu jelek atau bahkan salah.

Bekerja sekeras mungkin dan tuntaskan kewajibanmu, bayangkan jika tak ada esok dan saat ini adalah hari terakhirmu

hari ini lebih baik daripada besok via motivational-quotes-for-athletes.com

Jika ada tugas yang bisa kamu kerjakan hari ini, kenapa harus menunggu besok untuk menyelesaikannya? Yup, kebiasaan menunda pekerjaan adalah salah satu yang menyebabkan hidupmu gagal lho. Alasannya, kamu tidak pernah tau tugas apa lagi yang akan menghampirimu esok hari. Nah, ketika tugasmu semakin banyak, kamu cenderung bekerja dengan terburu-buru. Akibatnya, apa yang kamu kerjakan tidak akan selesai dengan maksimal.

Selain itu, kamu mungkin merasa takut ketika mengerjakan tugasmu. Kamu terlalu berhati-hati lantaran enggan membuat kesalahan yang bisa membuatmu menyesal. Padahal, bukankah membuat kesalahan adalah bagian dari pembelajaran itu sendiri?

Zona nyaman ibarat setan yang membisikkan keburukkan, maka segera bangun dan bersiaplah melangkah pada “ruang” yang tidak nyaman

jangan bertahan di zona nyamanmu via fineartamerica.com

Salah satu cara untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik adalah dengan meninggalkan masa lalumu. Kamu tidak bisa membandingkan masa sekarang dengan masa lalu yang mungkin membuatmu merasa nyaman. Ingat, sesuatu yang besar justru akan datang dari luar zona nyamanmu. Di saat itu, kamu baru akan menyadari potensi besar yang kamu miliki.

Rasa sedih atau kecewa itu wajar saja, tapi kamu harus punya kuasa demi mengendalikan dirimu sepenuhnya

hidup harus terus berjalan via shawtygirl.thoughts.com

Pencapaian terbesar dalam hidup adalah ketika kamu bisa berdamai dengan ‘rasa sakit’ – entah itu sedih, marah, atau kecewa. Bagaimana kamu bisa melewati masa-masa sulit dan berjuang untuk tetap kuat melanjutkan hidupmu. Pada dasarnya, setiap manusia dibekali kemampuan untuk bisa melewati segala cobaan hidup. Memilih berusaha atau menyerah ketika menghadapi masalah, tergantung pada kemauanmu sendiri.

Tak ada gunanya menyalahkan orang lain atau merutuki keadaan. Saat hidup tak berjalan sesuai keinginan, belajarlah tentang bagaimana menerima kenyataan

berhenti menyalahkan orang lain via darrellcreswell.wordpress.com

Yup, menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah memang mudah dilakukan. Pasalnya, menyalahkan orang lain membuatmu merasa bebas dari tanggung jawab atas masalah yang terjadi. Kamu merasa tidak perlu melakukan apa-apa untuk memperbaiki keadaan.

Coba deh renungkan sejenak, apakah dengan bersikap seperti ini hidupmu layak dijalani? Sepatutnya kamu bisa menyadari kesalahanmu tanpa harus menyalahkan orang lain ataupun dirimu sendiri. Dengan begitu, kamu pun bisa belajar dari kesalahan itu dan berubah menjadi lebih baik.

Jujurlah pada diri sendiri. Jangan pernah berjanji ketika kamu merasa tak akan sanggup menepati

jangan pernah melanggar janji via goodpromise.wordpress.com

Berjanji berarti membuat komitmen dengan orang lain dan dirimu sendiri. Apakah kamu bisa memegang komitmenmu? Jika kamu berjanji untuk menyelesaikan tugasmu, maka berusahalah untuk menyelesaikannya hingga tuntas. Melanggar janji berarti tidak menghargai orang lain dan dirimu sendiri. Jadi, berjanjilah ketika kamu benar-benar yakin bisa menepatinya, ya!

Kejujuran memang cenderung menyakitkan. Namun berbohong atau berpura-pura dalam hubungan cinta berarti menimbun penderitaan

bicaralah dengan jujur via www.popsugar.com

Sebuah kejujuran mungkin akan mengejutkan atau melukai orang lain. Bahkan, kejujuran bisa saja membuat orang lain membenci atau memusuhimu. Kamu mungkin saja bisa berkata jujur pada pasanganmu bahwa hubungan kalian tidak bisa dilanjutkan lantaran kamu lebih mencintai orang lain. Sekalipun terdengar jahat, bukankah sikap jujurmu masih lebih baik daripada bertahan dan pura-pura mencintai?

Jadikan patah hati sebagai penyemangatmu, bahwa kelak kau pun akan bertemu cinta yang baru

jangan takut melihat masa lalu via ajoyrenewed.blogspot.com

Banyak orang yang mungkin masih terjebak dalam masa lalu. Misalnya, memilih hidup melajang karena merasa tidak layak untuk dicintai lantaran pernah disakiti oleh mantan kekasih. Padahal, masa lalu bukanlah sesuatu yang bisa dihapus atau diubah. Pengalaman sakit hati itu akan terus kamu rasakan sebagai bagian dari pengalaman hidupmu.

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berdamai dengan keadaan – memaafkan dirimu sendiri. Hilangkan rasa kecewa yang selama ini masih kamu pendam. Lupakan mantan kekasihmu dan jangan memelihara dendam. Perlahan, mulailah membuka hati untuk cinta baru yang mungkin menghampirimu.

Kamu bukan satu-satunya manusia yang diuji dengan kesulitan dan masalah. Memilih menyerah justru menandakan bahwa kamu masuk golongan orang yang lemah

selalu ada jalan keluar via www.mrwallpaper.com

Ada kalanya kamu merasa terpuruk ketika berkali-kali hidupmu ditimpa masalah. Namun, setiap masalah yang mampir dalam hidupmu tentu bukan datang tanpa alasan. Ketika bisa menyelesaikannya, maka kamu akan mendapat pelajaran berharga yang bisa selalu diingat. Tetaplah berpikir positif ketika menghadapi permasalahan hidup. Inilah satu-satunya cara supaya kamu tetap bisa berpikir logis dan bersikap bijaksana dalam menemukan jalan keluar untuk masalahmu.

Masa-masa sulit tak seharusnya dirutuki, tapi dijalani dengan hati yang ikhlas demi hidup jadi lebih baik lagi

selalu ada kesempatan untuk melangkah lagi via optimistcgirl.blogspot.com

Di saat-saat terendah dalam hidupmu, fokuslah hanya pada apa yang masih kamu miliki. Berhentilah menyakiti dirimu dengan memikirkan hal-hal yang sudah hilang dari hidupmu – putus cinta, kematian, atau kegagalan saat meraih mimpimu.

Alihkan pikiranmu untuk memikirkan bagaimana caranya membangun hidupmu kembali. Meskipun telah melewati masa-masa sulit, kamu harus bisa bangun dengan kepala tegak dan kembali melajutkan hidup.

Hidup bukan perkara apa yang terjadi kemarin atau lusa, kehidupan justru seperti udara yang layak kamu cerapi setiap detiknya

setiap detik hidupmu berharga via incitefaith.com

Kalimat terakhir ini mungkin yang paling sering kamu dengar. Berada dalam situasi sulit, kamu hanya berharap bahwa waktu bisa berputar lebih cepat. Tapi, bukankah setiap detik dalam hidupmu sebenarnya sangat berharga?

Jangan menyia-nyiakan hidupmu dan berharap waktu terlewatkan begitu saja. Nikmatilah setiap momen kehidupanmu, baik saat senang maupun sedih. Akan ada saat dimana kamu kembali mengingat momen-momen itu sambil tersenyum dan mengucap terima kasih. Di saat itu, kamu akan menyadarinya sebagai pengalaman-pengalaman hidup terbaik yang pernah kamu lewati.

Berpikir positif dan mengatakan hal-hal baik pada diri sendiri mungkin bukan perkara mudah. Tapi, pikiran dan kalimat-kalimat negatif yang terus kamu dengungkan justru membuat kondisimu semakin parah. Kelak ketika hidup tak berjalan seperti yang kamu inginkan, berbahagialah untuk menerima. 🙂