Kehidupan dan segala yang kita miliki saat ini pantas disyukuri. Bersyukur membuat hidup terasa lebih “ringan” dijalani sekalipun berbagai masalah dan kesulitan datang silih berganti. Namun, bersyukur jelas tak semudah dalam ucapan saja karena nyatanya prestasi dan pencapaian orang lain seringkali membuat kita menginginkan hal yang sama.

Sekilas, rasa iri atau cemburu memang terkesan negatif. Padahal, keinginan untuk bisa seperti teman atau rekan kerja yang lebih sukses sebenarnya sangat wajar atau boleh dibilang “normal”. Bedanya, ada orang yang membiarkan rasa iri berlarut-larut dan berubah jadi rasa benci, tapi ada pula yang justru bisa menggunakan rasa iri itu untuk memotivasi diri sendiri.

Nah, supaya hidup bisa dijalani dengan lebih banyak bersyukur dan kebahagiaan terpancar dari wajah kita, mari menjadikan rasa iri dan cemburu agar lebih bermanfaat!

1. Punya Perasaan Iri Atau Cemburu Itu Manusiawi, Asalkan Kamu Mau Mengakuinya Dengan Gagah Berani

akui kalau kamu memang iri via www.iran-daily.com

Saat rasa iri atau cemburu itu muncul, hal paling pertama yang harus dilakukan adalah mengakuinya. Jangan berusaha mengelak atau tidak mau jujur pada diri sendiri. Justru saat apa yang orang lain miliki membuatmu menginginkan hal yang sama, segera ungkapkan apa yang kamu rasakan. Kamu bisa berkata dalam hati atau sekadar bersenandika dengan kalimat-kalimat semacam ini:

Advertisement

“Dia kok hidupnya enak banget sih? Jadi sirik gue.”

atau

“Dia pinter banget, sih! Aku harusnya bisa lebih pinter!”

Tidak ada salahnya pula mengakui rasa iri dan cemburumu di depan orang lain, bahkan di depan teman atau rekan yang membuatmu iri. Setidaknya, perilaku ini bisa jadi cara paling ampuh untuk meluapkan perasaan yang menyesaki hatimu. Karena ketika kamu malu atau enggan mengakuinya, kamu justru akan semakin tersiksa.

2. Jangan Biarkan Rasa Iri Mengganggu Hati dan Pikiranmu. Luangkan Waktu Untuk Sejenak Menginvestigasi Perasaanmu.

luangkan waktu untuk merenung via 1ms.net

Perasaan iri atau cemburu yang begitu kuat bisa jadi berpengaruh buruk. Perasaan itu bisa bertransformasi jadi rasa benci, dan akan semakin parah jika tidak dikendalikan. Alih-alih menyalahkan dirimu, lebih baik luangkan waktu untuk mengenali rasa iri yang demikian kuat dalam hatimu. Lafalkan rangkaian pertanyaan semacam ini:

“Kenapa aku harus iri kalau dia dapat beasiswa ke luar negeri? Apa dia tidak pantas mendapatkannya? Bukankah dia memang sudah mati-matian berusaha, bahkan menunggu hingga bertahun-tahun lamanya?”

Cara inilah yang akan membantumu menganalisa perasaan iri yang mengganggu hati dan pikiranmu. Dalam proses ini kamu akan menemukan hal-hal yang bisa mematahkan rasa irimu. Pelan-pelan kamu pun akan menerima jika kamu belum bisa punya pencapaian yang sama seperti temanmu.

3. Prestasi dan Pencapaian Pasti Disertai Usaha di Baliknya, Redam Rasa Irimu Dengan Membuka Pikiran Seluas-Luasnya!

buka pikiranmu seluas-luasnya via www.playbuzz.com

Kenapa perasaan iri dan cemburu itu bisa muncul? Alasannya, kamu mungkin hanya melihat dari satu sisi atau tidak menggunakan banyak sudut pandang saat melihat prestasi orang lain. Saat seorang rekan kerja dapat gelar pegawai berprestasi misalnya, kamu mempertanyakan kinerjanya. Karena menurut pengamatanmu, dia justru sering terlambat datang ke kantor, sedangkan kamulah yang hampir setiap hari datang lebih awal.

Rasa iri muncul karena kamu terlalu fokus pada kekurangan yang dimiliki temanmu. Sementara, perusahaan jelas punya banyak pertimbangan sebelum memilih seorang karyawan berprestasi. Sekalipun sering datang telat, toh semua pekerjaan selalu bisa dia selesaikan tepat waktu. Mungkin, hasil kerjanya memang selalu lebih baik daripada milikmu atau teman-teman yang lain.

4. Kamu Berhak Cemburu Dengan Prestasi Teman-Temanmu. Asalkan Perasaan Itu Membuatmu Semakin Terpacu dan Ingin Maju.

rasa iri = motivasi via www.fanpop.com

“Iri atau cemburu yang disikapi dengan positif justru membuatmu semakin produktif.”

Yup, kalimat di atas memang sudah terbukti kebenarannya. Rasa iri memang bisa berdampak positif jika diimbangi dengan aksi yang nyata. Perasaan iri terhadap pencapaian orang lain bisa jadi motivasi yang akan membuatmu bekerja atau berusaha lebih keras.

Jika dulu kamu paling malas diminta lembur, kamu berubah jadi sering mengambil lembur lantaran iri melihat teman yang berhasil punya mobil pribadi. Kamu pun menyadari bahwa kemampuannya membeli mobil lantaran dia termasuk pegawai yang paling sering bekerja lembur.

Salah satu tanda bahwa kamu bisa menyikapi perasaan iri secara positif adalah dengan mengucapkan selamat atas pencapaian temanmu. Selain menjadikanmu pribadi yang menyenangkan, kalimat ini bisa jadi penyemangat bagi dirimu sendiri.

“Selamat buat promosinya ya, Bro! Doain gue segera menyusul dikasih promosi juga! Hehehe.”

5. Kecemburuan Akan Mudah Muncul Jika Hidupmu Penuh Ketidaktentuan Tentang Masa Depan

jangan terlalu merisaukan masa depan via gbtimes.com

Kadang, rasa iri bisa muncul lantaran terlalu takut pada kegagalan. Selain itu, ada pula rasa tidak percaya diri atau bahkan meragukan kemampuan diri sendiri. Kamu iri melihat teman-teman sebayamu yang sudah “mapan” secara finansial, sedangkan kamu justru masih sibuk mencari pekerjaan.

Sebenarnya, rasa iri itu muncul lantaran kamu takut kelak tak bisa “semapan” mereka. Jangankan perkara punya rumah atau mobil pribadi, urusan mencari pekerjaan saja kamu masih kesulitan. Tak heran jika banyak orang menggunakan pameo “iri tanda tak mampu” yang memang sesuai dengan kondisi ini.

Nah, inilah untungnya jika kamu bisa menjalani hidup dengan “mengalir” dan “apa adanya”. Selain bisa lebih rileks melakoni kehidupan sehari-hari, kamu pun akan terhindar dari perasaan iri yang bisa jadi memperparah kondisimu.

6. Cari Teman yang Masih Sama-Sama Berjuang, Jauhi Mereka Yang Sibuk Menggunjingkan Kelebihan Teman

jauhi teman yang sibuk membandingkan via www.levo.com

Saat kamu terlalu sibuk memikirkan mereka yang punya banyak prestasi, kamu justru kehilangan fokus pada dirimu sendiri. Agar beban dalam hati dan pikiranmu sedikit lebih ringan, sebaiknya seringlah bergaul dengan teman yang juga masih berjuang. Bersama mereka yang pencapaiannya tak jauh berbeda denganmu, kamu akan merasa lebih tenang.

Selain itu, sebaiknya jauhi teman-teman yang bisa memberi pengaruh buruk atau menularkan aura negatif. Dekat dengan teman yang sering nyinyir pada pencapaian orang lain hanya akan membuatmu melakukan hal yang sama dengannya.

7. Halau Rasa Iri Dengan Lebih Banyak Berbagi. Kamu Akan Menyadari Bahwa Apa yang Kamu Punya Memang Pantas Disyukuri

daripada iri mending berbagi via www.thekife.com

Rasa iri yang begitu kuat membuatmu lupa pada kelebihan-kelebihan yang sebenarnya kamu punya. Kamu sibuk mendongak ke atas, mengamati orang-orang yang sudah sukses dan punya banyak pencapaian dalam hidupnya. Kamu lupa bahwa ada orang-orang yang ingin bertukar posisi denganmu.

Mengunjungi panti asuhan dan rumah-rumah singgah mungkin bisa jadi salah satu cara meredam rasa iri yang ada dalam hati. Melihat mereka yang hidupnya tak lebih baik atau tak lebih beruntung jelas akan membuatmu sadar. Bahwa prestasi dan pencapaian yang kamu punya saat ini tak seharusnya dirutuki, tapi pantas dibanggakan dan disyukuri.

8. Dengungkan di Kepala Bahwa Tak Ada Manusia yang Lahir Dengan Hidup Sempurna. Temanmu Itu Hanya Pandai Menyembunyikan ‘Borok’-nya.

tidak ada manusia sempurna via www.huffingtonpost.com

“Rumput tetangga memang selalu lebih hijau.”

Kenapa sih pencapaian orang lain selalu bisa membuat mata kita “silau”? Pasalnya, kita memang hanya melihat kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain dan memilih mengabaikan hal-hal lainnya. Saat usaha temanmu maju pesat dan mengantarkannya jadi wirausahawan sukses, kamu merasa iri tanpa mau peduli perjuangan yang sudah dia lakukan sebelumnya.

Bahkan, kita sering lupa bahwa setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada orang yang terlahir sempurna dan punya kehidupan yang sempurna pula. Terus-terusan iri pada apa yang dimiliki orang lain sama halnya membiarkan diri kita hidup dalam fantasi dan enggan melihat realita.

9. Kamu Hanya Harus Belajar Menerima Karena Banyak Hal yang Terjadi di Luar Kuasa Tangan Kita

belajar untuk menerima via hdw.eweb4.com

Demi meredam rasa iri atau cemburu yang seringkali menyiksa, kita memang harus berlatih untuk “menerima”. Menerima bahwa banyak orang memang yang jauh lebih hebat daripada kita. Menerima bahwa prestasi dan pencapaian tak bisa datang tanpa kerja keras dan usaha. Menerima bahwa ada hal-hal yang di luar kuasa tangan kita dan hanya Tuhan yang berhak menentukannya.

Namun, saat rasa iri dan cemburu itu muncul, justru kamulah satu-satunya yang bisa mengendalikan. Kamu pun selalu punya pilihan; apakah membiarkan rasa irimu jadi benci, atau justru menjadikannya sebagai motivasi.

“Kesuksesan orang lain bukan kegagalanmu. Hidup tak layak dijalani jika kamu selalu merasa iri lalu marah pada diri sendiri.”

Nah, gimana? Sudah bersiap menerapkan hal-hal di atas saat rasa iri atau cemburu menghantuimu? Selamat berusaha dan yakinlah bahwa rasa iri atau cemburu yang kamu punya bukan dosa dan tidak selalu jadi bencana! 🙂