“Ah…aku nggak mau ikut-ikutan orang lain ah. Mau jadi diri sendiri aja.”

Keinginan untuk jadi diri sendiri memang menggiurkan. Rasanya dengan begini kita bisa bebas menunjukkan identitas pada banyak orang. Tapi….menjadi diri sendiri bukan berarti kamu bisa seenaknya dalam melakukan segala hal. Bisa-bisa malah kritikan pedas yang datang.

Ada baiknya, kamu perlu melakukan introspeksi pada dirimu sendiri setiap saat. Sambil bercermin merapikan penampilan, mengapa tidak sekalian kamu bertanya pada dirimu dengan beberapa pertanyaan untuk cerminan diri? Tanpa dikiritik dan sakit hati, kamu sudah bisa introspeksi lewat 8 pertanyaan ini.

1. Aku benar-benar kesal atau bad mood saja? Jangan sampai orang lain kena getah mood swing dengan semena-mena

Have a nice day! via id.pinterest.com

Menjaga kestabilan emosi memang bukan hal yang mudah. Tidak semua orang mampu mengontrol dirinya, tapi apa salahnya untuk berusaha menebarkan aura positif pada diri sendiri dulu? Ketika bangun pagi untuk memulai hari, yakinkan dirimu bahwa hari ini, esok, hingga hari-hari berikutnya adalah hari yang istimewa.

Advertisement

Sugesti ini pun akan membuatnya terkabul, harimu pun menjadi istimewa, orang di sekitarmu pun mendapat cipratan kebahagiaan tersebut. Jika memang mood-mu sedang tidak dalam kondisi yang baik, simpan untuk dirimu sendiri. Jangan buat orang sekitarmu terpengaruh oleh wajah cemberut yang kamu pasang di rumah, kampus, atau tempat bekerjamu. Karena hari yang istimewa dimulai dari bagaimana kamu menghargai dirimu sendiri.

2. Mana yang lebih kamu pilih: menyebarkan virus happy, atau jadi penyalur virus gloomy?

Selalu ceria via ellsslater.tumblr.com

Sebenarnya, untuk membuat suasana di lingkunganmu terasa friendly adalah dengan hujan semangat positif yang tak hentinya disebar. Dengan senyuman yang bertahan beberapa detik saja, bisa membuat siapa saja yang melihat menjadi tenang dan senang. Banyaklah tersenyum kepada siapa saja, kapan dan dimana pun.

Melontarkan candaan yang mengundang tawa pun bisa buat harimu dan orang sekitarmu menjadi lebih ceria. Tawa yang kamu buat bisa mencairkan suasana dan makin merekatkan hubungan sosialmua dengan siapa pun. Jangan bosan untuk menjadi happy virus, tak hanya untuk diri sendiri tapi juga banyak orang.

3. Berlebihankah bercandaanku? Apakah ada orang yang sakit hati karena kelakarku?

Fokus, pelan-pelan via enyu-iso.hatenablog.com

Dengan beragam tugas dan deadline dalam pekerjaan yang kamu tekuni, akan selalu ada hal yang menghambat ketika menyelesaikan. Sebenarnya, apapun yang kamu kerjakan bisa selesai dalam waktu yang ditentukan. Tergantung niat yang kamu miliki dan seberapa fokuskah kamu dalam menyelesaikannya.

Kadang, yang membuat seseorang mudah terdistraksi adalah hiburan seperti — media sosial, film, atau sekedar mengobrolkan hal yang kurang penting dengan temanmu. Belajarlan untuk memfokuskas diri dalam segala keadaan. Jangan sampai kamu dicap sebagai orang yang menggampangkan, tidak serius, dan teledor. Hal tersebut akan merugikanmu nantinya, nih.

4. Sudah rapikah penampilanmu hari ini? Apakah orang yang melihat akan merasa dihargai?

Berkaca sejenak via c4ribou.tumblr.com

Menjadi diri sendiri memang menyenangkan. Dalam urusan berpakaian dan berdandan, kamu bisa memilih sesuai referensi yang memang kamu sukai. Selama kepercayaandiri tetap melekat, bukan masalah jika ada orang yang mencibir. Tapi, yang perlu kamu perhatikan adalah tentang kerapian penampilan, apakah sudah bisa kamu tunjukkan?

Kenyamanan yang berdasar pada kesukaanmu memang penting, tapi kesan yang didapat ketika dilihat orang lain juga penting untuk kamu pertimbangkan. Mungkin, dandanan yang kamu suka adalah simple dan sedikit acak-acakan. Karena tidak semua orang bisa menerima ke-acak-acakan-mu itu, bisa saja mereka merasa tidak nyaman saat bersamamu. Jika penampilanmu rapi, orang pun tak akan segan untuk tetap berhubungan denganmu.

5. Waktu aku datang mendekat apakah mereka akan nyaman denganku? Atau malah sebenarnya aku bau?

Hmmm. via www.gqindia.com

Tidak hanya tentang kerapian dalam berpakaian, membuat orang nyaman denganmu pun bisa datang dari aroma yang datang dari badanmu. Mungkin, hal ini tidak kamu sadari sepenuhnya, tapi orang lainlah yang menyadari tentang hal ini. Mereka perlahan akan menjaga jarak denganmu, otomatis hal ini akan menjadi jarak dalam hubunganmu.

Sebelum hal ini benar-benar terjadi, kenapa kamu tidak cuma mencium bau badanmu saat berada sendirian di kamar. Atau, hadapkan telapak tanganmu di depan hidung dan bernafaslah. Jika memang memiliki bau yang kurang sedap, inisiatiflah untuk mengurangi bau kurang sedap ini dengan parfum yang lebih segar, mouthwash, atau dengan permen dengan bau segar. Jangan sampai kamu dikritik karena masalah kecil ini. Perubahan dari diri sendiri itu penting.

6. Ini curhat atau mengeluh terus-terusan sih? Jangan-jangan keluhanku bikin orang bosan…..

kurangi mengeluh via twitter.com

Ketika kebahagiaan sedang memenuhi hari-harimu, jangan lupa untuk selalu memanjat syukur. Bahkan, ketika kesulitan yang bertubi-tubi melandamu, tetaplah bersyukur, karena Tuhan ingin tahu seberapa kuat kamu dalam menghadapi cobaan. Kurangi kebiasaanmu yang suka mengeluh dan menggeruti yang terlontar dari mulutmu tanpa kenal waktu.

Menggerutu tak akan menyelesaikan masalahmu, tidak menutup kemungkinan jika kamu akan disebut sebagai tukang mengeluh dan menggerutu. Karena nggak semua orang akan senang mendengar keluhanmu yang kadang mengganggu. Banyaklah bersyukur, selain untuk kenyamanan diri, kamu pun tidak mengganggu orang-orang di sekitarmu.

7. Wajarkah permintaan tolongku? Atau orang malah terbebani karena permintaanku?

You yourself via www.aufeminin.com

Menjadi diri sendiri pun harus diimbangi dengan percaya pada kemampuan diri. Siapa lagi yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan segala keperluan dalam hidup selain diri sendiri? Tidak ada. Maka dari itu, kamu pun harus bisa semandiri mungkin. Selesaikan masalahmu sebisa mungkin, tanpa bantuan orang lain yang merepotkan. Janganlah kamu terlalu menggantungkan diri pada orang lain. Mendapat kritikan bahwa kamu terlalu bergantung dengan orang lain bukanlah hal yang menyenangkan. Bunag jauh-jauh kesan manja ini dalam diri kamu.

8. Sudahkah aku selalu adil dalam pikiran dan perbuatan? Tidak seenaknya memutuskan tanpa melewati pertimbangan?

Bersama siapa saja via www.studyabroad101.com

Apa almamater dan gelar yang kamu sandang, dimana pun kamu berada sekarang untuk meraih mimpi dan kesuksesan, jangan sekali-kali untuk melupakan tata krama yang telah diajarkan padamu sejak dulu itu. Sikap yang kamu tunjukkan ketika berbicara pada orang yang lebih tua, yang lebih muda, di tempat bekerja, di halte bus, atau di rumah, adalah cerminan dari dirimu.

Aturan tak tertulis ini memang menjadi tonggak penting untuk menentukan seberapa pedulinya kamu dengan sekitarmu. Menjaga nada, tutur kata, dan sikap tidak boleh kamu lupakan. Untuk apa sekolah dengan gelar profesor jika menghargai orangtuamu saja tidak bisa. Untuk apa bekerja menjadi pejabat, jika memperlakukan orang yang tingkat ekonominya kurang beruntung saja tidak menyenangkan. Penting sekali tata krama untuk kamu praktikkan dalam bermasyarakat. Berkacalah, tanyakan pada dirimu sendiri, sudah baikkah tata krama yang selama ini kamu
lakukan? Jangan sekali-sekali melupakannya, ya.

Bercermin untuk mengoreksi kesalah pada diri sendiri memang kadang diperlukan. Tidak akan merugi jika kamu mencoba berkaca dan menanyakan beberapa hal pada dirimu sendiri setiap harinya. Mengurangi kritikan negatif tentang dirimu dengan bercermin diri adalah salah satu alternatifnya. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik, ya!

Kredit featured image: http://c4ribou.tumblr.com/