Hai, diriku, apa kabarmu pagi ini?

Sudahkah kamu siap menghadapi hari?

Sebelum keluar rumah, luangkanlah waktu sejenak untuk membaca surat pendek yang aku tuliskan untukmu ini.

Aku tahu, sekarang kamu sedang berusaha menghadapi hari sebaik-baiknya, seorang diri, tanpa kekasih yang mendampingi. Jangan tumbang atau berkecil hati karena banyak yang meremehkanmu. Aku merasa aku harus menulis surat untukmu, karena aku tahu, kamu terlalu pemalu dan perasa sehingga sering menelan bulat-bulat omongan mereka yang sebenarnya tak layak ditampung telinga.

Sungguh, hidupmu ini terlalu indah untuk disia-siakan. Tanpa adanya pasangan, sebenarnya kamu justru makin punya waktu untuk diri sendiri. Kamu juga tak perlu mencemaskan jodohmu di masa depan. Aku, dirimu yang menuliskan surat ini, sedang berada di masa depan dan aku sudah bersama dengan orang terbaik yang mampu menggenapkan. Justru di saat sedang tak memiliki kekasih inilah saat tepat bagimu untuk merentangkan sayap lebar-lebar dan terbang lebih tinggi.

Kamu tak perlu lagi letih menyenangkan hati kekasih, kamu bisa berbuat apa saja demi menjaga keutuhan hati sendiri

kamu tak perlu lagi letih menyenangkan hati kekasih via kimkiins.tumblr.com

Sekarang ini mungkin kamu merasa hidupmu sedang datar-datar saja. Tak ada rasa manis dan debar yang menemani keseharian. Tak ada pula sosok istimewa yang memberi kecupan maupun sedia menjadi penyemangat. Aku paham, kamu sering merasa kesepian karena sendirian. Tapi, ingat, kamu masih memiliki aku, dirimu sendiri. Sungguh, kita berdua bisa melakukan apapun selain meratap dan bersedih. Tidakkah kamu rindu masa-masa kita biasa bersenang-senang hanya berdua saja? Tenggelam dalam novel-novel roman, seharian menonton drama kesayangan. Kamu tak butuh orang lain untuk bahagia, karena selalu ada aku yang menemani.

Advertisement

Sebenarnya, dengan menyandang status lajang juga memberikanmu banyak keuntungan. Energimu tak habis demi repot-repot menyenangkan kekasih. Kamu bisa memusatkan perhatian pada kebahagiaanmu saja. Di saat kamu sedang lelah dihimpit ragam persoalan, kamu selalu bisa mencari kesenangan di sekitaran. Tak ada yang akan melarangmu pergi ke salon lama-lama, atau marah karena kamu pergi dengan teman hingga larut malam. Sungguh, inilah saatnya kamu menikmati hidupmu yang sebenar-benarnya.

Tidak ada lagi yang mendikte ini itu, kamu bisa menentukan apa saja sesuai yang kamu mau. Bukankah ini berkah yang wajib kamu syukuri?

tak ada lagi yang mendiktemu via www.desaltoporemdejoelhos.com.br

Bisa dibilang, saat memiliki pasangan tanpa disadari kebahagiaanmu tergadai. Ketika jatuh cinta, kebahagiaan bergantung separuhnya kepada dia yang merajai hatimu, kini gembiralah, kamu mendapatkan kembali akses kendali penuh terhadap hidup sendiri. Kamu tak perlu lagi menuruti kata kekasih demi menghindari pertengkaran yang tak perlu. Pun kamu tak harus melakoni ini itu yang sebenarnya tak kamu mau demi membuat kekasih bahagia.

Tak ada yang lebih membahagiakan ketika kamu bisa memiliki kendali sepenuhnya pada raga sendiri. Kamu bisa melakukan apa pun sesuai kata hati dan naluri. Sungguh, kamu merupakan kepala serta kapten dari hidupmu sendiri. Tak ada yang berhak mengatur hidupmu selain kamu dan kamu wajib mensyukuri keadaanmu ini.

Tak ada lagi tali pengikat yang membelenggu kaki, kamu justru bisa makin terlontar untuk mengejar mimpi.

kamu bisa makin terlontar mengejar mimpi via favim.com

Dulu, saat kamu memiliki kekasih, kamu akan memikirkan segala sesuatunya melalui dua kepala sebelum mengambil keputusan. Kamu perlu memantapkan segalanya secara matang-matang dengan berbagai pertimbangan sebelum akhirnya menetapkan pilihan. Ya, ini semua karena kamu memiliki seorang kekasih yang mau tidak mau harus turut kamu perhitungkan, kamu harus tetap memberikan ‘kebahagiaan bersama’ tempat teratas di skala prioritas.

Secara tanpa disadari, keberadaan pasangan bisa bermetamorfosis menjadi batu pemberat yang membelenggu kedua kaki. Mencegahmu melontar lebih tinggi demi menggapai mimpi. Kamu tak bisa menggapai apa yang kamu inginkan karena terhalang dengan ‘kebahagiaan bersama’. Kamu rela tak pulang larut karena lembur demi dia yang selalu mengeluh, walaupun sebenarnya lembur akan membuat karirmu makin cemerlang. Kamu pun memendam hasrat menuntut ilmu ke kota sebelah karena pasangan yang enggan berpisah.

Justru tanpa adanya pasangan, kamu tak perlu lagi berkorban demi ‘kebahagiaan bersama’. Tak ada lagi yang mengikat kakimu, kamu bisa bebas melakukan apapun demi kemajuan serta kebahagiaan hidupmu. Sungguh, nikmatilah waktu bebasmu ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri. Selagi kamu masih memiliki kesempatan untuk menggapai segala mimpi.

Kamu juga tak pernah merasa kesepian karena selalu ada keluarga serta kawan yang setia memberikan kasih yang tak berkesudahan. Lalu apalagi yang mesti kamu keluhkan?

selalu ada kawan yang bisa diajak bersenang-senang via favim.com

Apakah akhir-akhir ini kamu sering kesepian karena selalu sendirian? Tolong, segera hilangkan perasaan itu dari lipatan hatimu. Selain ada aku, kamu memiliki kawan serta keluarga yang bisa diandalkan. Mereka-mereka ini rela memberikan apapun demi kebahagiaanmu. Mereka adalah orang pertama yang bisa kamu mintai bantuan. Saat kamu merasa sedang terpuruk dan tenggelam dalam kesepian, tangan merekalah yang akan muncul untuk menggapai dan merengkuhmu kembali ke dalam pelukan.

Pun, saat kamu membutuhkan telinga untuk diajak berbagi, mereka selalu ada dan sedia. Mulai sekarang kamu tak perlu lagi mengindahkan mereka yang sibuk meledek dan menganggapmu kesepian karena tak ada pasangan. Toh, kamu punya keluarga dan kawan yang jauh menaruh peduli kepadamu, lalu apa lagi yang perlu dikhawatirkan?

Terbiasa melakukan segala sesuatunya seorang diri juga akan membuatmu pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya. Percayalah, inilah proses penempaan diri terbaik yang pernah kamu terima.

inilah proses penempaan terbaik yang pernah kamu terima via anjoperfeito.tumblr.com

Saat ada sosok kekasih, kamu terbiasa mengandalkan dia untuk membantumu melakukan segala sesuatu. Pun kamu selalu ingin ditemani kemanapun kamu pergi. Minta diantarkan belanja bulanan, ingin ditemani karena malas makan sendirian, hingga meminta tolong ini itu yang sebenarnya bisa kamu lakukan seorang diri.

Tidak ada lagi sosok pasangan di sisi justru akan menempamu menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya. Kamu tak lagi bermanja-manja dan memerlukan kehadiran pasangan setiap detiknya. Kamu bisa mengandalkan raga sendiri dan itulah yang sebenarnya menjadikanmu pribadi yang lebih mandiri. Jadi, berbahagialah, hari ini, saat kamu tak memiliki kekasih hati. Kamu lebih tangguh daripada mereka yang sibuk bermanja dan kemana-mana selalu berdua.

Tak perlu juga menabung rasa khawatir pada kehidupan cinta. Percayalah, di depan sana Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang baik dan setia.

sudah ada jodoh untukmu yang mampu menggenapkan via www.bizimhikayelerimiz.com

Aku tahu kamu sudah bosan dengan suratku ini. Aku juga tak akan memberikan wejangan sebagai penutupan yang justru akan membuatmu makin bosan. Namun, sebenarnya pepatah yang berkata bahwa kita tak perlu merisaukan hari depan itu ada benarnya juga. Ya, karena aku, dirimu yang lebih tua ini telah merasakannya. Sungguh, kamu tak perlu mencemaskan hal-hal yang jauh dari jangkauan dan perkiraan. Pusatkanlah perhatianmu kepada apa yang kamu lakoni saat ini saja.

Kamu pun tak perlu menaruh rasa cemas kepada status lajangmu. Tak perlu pula cemburu pada kawanmu yang saat ini telah memiliki pasangan. Juga tak perlu mendengar ledekan temanmu. Sungguh, sudah ada orang yang Tuhan persiapkan untuk menggenapkan. Dan sekarang, kamu sudah separuh perjalanan menuju kepadanya.

Jangan bersedih dan berkecil hati lagi ya. Waktu melajangmu saat ini bisa kamu manfaatkan sebenar-benarnya untuk menikmati hidup.