Tangerang, 1 april 2016

Hai, Jagoan. Bagaimana keadaan mu sekarang? Aku dengar kau sudah lulus dan dinobatkan sebagai cumlaude? Selamat ya atas gelar ‘M.Sc’ yang telah tersemat di akhir nama mu sekarang. Dan pastikan juga kau sudah tau karya bermanfaat apa yang pantas untuk gelar mu itu.

Hal pertama yang ingin ku tanyakan adalah bagaimana keadaan ibu dan bapak? Aku yakin mereka sehat dan bahagia selalu, terutama setelah melihat anak sulungnya wisuda untuk kedua kalinya. Janji lah padaku, apapun yang terjadi kau akan selalu memastikan mereka sehat selalu.

Apa kau ingat 5 tahun yang lalu saat kau tulis surat ini? Yaa sambil berdoa, jari jemari mu mengetik seraya menggambarkan perjuangan mu. Ribuan kata gagal melekat dalam dirimu, sekan tak pantas bermimpi hingga setinggi ini. Kau bukan lah anak yang hebat dengan materi bergelimang di hidupmu. Namun itu tak seberapa aku pedulikan dan tak ada apapanya bila di bandingan cita cita mu yang telah kau susun rapih sejak bangku sekolah dulu, haruslah berubah alur karena tuhan tau ceritamu kurang menarik.

Ingatkah kau wahai sosok dewasaku, saat kau mencium tangan ibu mu untuk pamit melamar sebuah pekerjaan setelah kata gagal selalu hadir di pengumuman beasiswa mu. Karena tanpa langkah mu itu, kau tak akan pernah bisa merasakan bangku kuliah. Kau hanya berharap bekerja sambil kuliah pilihan terbaik yang bisa kau ambil saat itu.

Advertisement

Pastinya kau pun tau bahwa mencari pekerjaan dan mencari pendidikan gratis sama sulitnya, terutama bagi kau yang tak cukup cerdas dan pintar untuk beberapa hal. Namun berdoa dan berusaha lah yang menjadi kepercayaanmu, agar tuhan tau ia telah menciptakan hamba yang luar biasa hebatnya.

Kau masih ingat bukan, bagaimana kau sampai ketitik ini? Ketika dulu banyak orang yang merendahkan mu. Kau di pandang sebelah mata karena keterbatasan kemampuan dan kecerdasaan mu,ditambah kau bukan lah seseorang yang berasal dari background pendidikan dan keluarga kalangan atas.

Namun semua itu membuat mu belajar akan kerendahan hati dan kerendahan diri saat kau panjatkan doa ke sang ilahi, menghargai sesama mu karena itu bukti ke arifan mu,dan bekerja keras adalah bukti usaha mu. Karena semakin tinggi ilmu mu semakin baik tutur kata dan attitude mu.

Ingin rasanya ku tuliskan semua masa lalu mu di surat ini agar kau selalu bersyukur dan rendah hati. Namun sudah 5 tahun lebih berlalu, aku yakin banyak hal yang telah kau dapat, dan ku harap itu bukan tentang akademik mu saja.

Untuk Diriku di masa depan, jauh rana jangkauan ilmu yang sudah kau dapat. Kau tinggalkan keluarga mu,teman mu, serta kekasih mu. Pastinya sekarang kau rindu Negara asal mu bukan? pulang lah kawan. Apa kau masih ingat tujuan mu di awal? Tentang berubah dan perubahan? Tentang bermanfaat dan bernilai? Kau bagaikan tunas tanaman yang tumbuh, maka tumbuh lah dengan buah terbaik mu. Karena kau ada sebagai tunas bangsa yang baru.

Sekarang tunjukanlah, meskipun kau berasal dari manusia biasa saja namun kau punya sejuta rencana di kepala. Yang Ingin membantu sesama mu dengan kesepuluh jari tangan mu, menjelajahi dunia dengan kedua kaki mu, berbagi kebahagiaan dengan hati mu serta memperbaiki dunia dengan pikiran mu!

Dari ku untukmu, diriku di 5 tahun mendatang….