Semburat jingga mengiringi matahari terbenam. Semarak tawa dan gurau menggema membelah cakrawala bersaing bersama debur ombak yang mengalun ke pantai. Memori mengantarkan kenangan pada tangis getir perjuangan hidup, duka melawan sukma yang lara, dan suka karena hal-hal kecil yang membuat bahagia. Lantas akankah kamu lupa, sahabat? Pada kesiapsediaan seseorang jika kamu terpuruk dan terhempas? Tentu, tidak. Karena sejatinya sahabat ialah selalu ada dalam suka-duka, canda-serius, semangat-terpuruk. Bahkan ketika salah satu darinya melakukan kesalahan, sahabatlah yang akan menemani dan menguatkan, bukan malah meninggalkan.

Langkah kaki akan selalu terekam jelas dalam ingatan karena keberadaanmu yang begitu amat berharga dalam hidup. Boleh saja iring-iringan ombak menghapusnya ketika ia bergulir ke tepian. Tapi tidak dengan ketulusan dan tanpa harap balasmu saat melakukan segala daya untuk membantu sahabatmu ketika tertimpa masalah atau sedang berada dalam posisi terpuruk.

Ya, ialah persahabatan ketika dua insan berusaha saling memahami dan menghargai, saling mengulurkan tangan saat salah satunya terjatuh, atau sama-sama saling mendekap saat sama-sama merasakan kepahitan yang sama. Persahabatan akan dimaknai sejati justru jika keduanya telah mengalami beragam badai. Kadang badai yang ditimbulkan hanya karena salah paham satu sama lain. Tapi sahabat sejati akan memahami dan menghargai perbedaan yang malah akan semakin merekatkan hubungan persahabatan. Terlebih ketika salah satu berusaha untuk jujur menyampaikan atau memberitahukan sesuatu demi kebaikan sahabat tersayang. Tidak jarang akan membuat kesalahpahaman dan kadang berlanjut. Kesalahpahaman yang ada hanya bisa diminimalisir jika minimal salah satu mau mengalah dan keduanya mau mengoreksi diri.

Ialah persahabatan ketika seseorang melakukan tanpa memikirkan apa yang didapat untuk dirinya sendiri setelahnya. Ya, berbuat tanpa berharap akan balas kembali. Saat orang-orang di luar sana pada umumnya menimbang-nimbang jika hendak melakukan sesuatu untuk orang lain, untung atau rugikah, bermanfaat atau tidak untuk dirinya sendiri. Sedangkan, seorang sahabat akan melakukan sebaliknya. Sahabat sejati tidak akan pernah mengharap imbal jasa terhadap apa yang telah dilakukannya.

Pernahkah kamu bayangkan? Segala cerita duka lara dan bagahagia yang setiap kali kamu ceritakan kepada orang yang kamu percayai dan kamu sebut sahabat. Ceritamu, rahasiamu, aibmu digenggamnya erat, dijaganya dengan ketat sama seperti menjaga kebaikan dan rahasia diri pribadi. Agar orang lain tidak mengetahuinya dan mencemoohmu, menyebarkannya kepada satu orang ke orang lainnya. Ya, sahabat sejati adalah malaikat penjaga yang selalu sigap berdiri di garda depan ruang gudang rahasia.

Advertisement

Dan pada akhirnya, arus waktu yang mempertemukan dengan beragam masalah dan ketidaknyamanan yang akan mendewasakan sepasang sahabat sejati. Jadi, untuk kalian para sahabat di seantero penjuru dunia dan dari belahan bumi manapun, akan sangat bijak bila tengok sebentar, adakah sahabat yang selama ini mendukung dan ada untukmu. Yuk, jalin lagi persahabatannya jika belakangan ini agak merenggang, sambung lagi silaturahimnya, dan kuatkan lagi jika memang sahabat benar adanya.