Aku mencintaimu, karenanya aku akan slalu melangkah maju untuk memperjuangkan. Entah pada akhirnya kita akan bersatu atau tidak, satu hal yang pasti adalah saat ini aku ingin bersamamu, di dekatmu, karna sungguh satu-satunya yang ku ingin untuk menjadi teman berbagi cerita, entah kesedihan atau kesenangan, canda tawa, bahkan hal-hal yang tidak bisa di anggap penting adalah dirimu seorang.

Aku berjuang, ya aku memperjuangkanmu sejauh yang aku bisa. Yang aku bisa? Apa berarti saat lelah aku akan menyerah begitu saja? Hahaa tentu bukan, aku bukan tipe lelaki yang menyerah begitu saja.

“I’ll still push the door when it writes pull”

Aku akan selalu berjuang untukmu, bahkan jika batas menghampiriku, akan ku dorong batas-batas itu untuk melangkah lebih jauh agar bisa menyentuh hatimu.

Entah sudah berapa lama aku menapaki langkah dalam memperjuangkanmu. Sejauh yang aku tau, berjuang untukmu adalah bahagia untukku, karnanya berapa waktu yang berlalu tak pernah begitu berarti.

Advertisement

Mereka mengatakan aku bodoh, sebagian menilai aku dungu krna bertahan untukmu. Apakah aku salah? Jika bagi mereka iya, maka jawabanku adalah tidak. Aku yakin kelak kita akan dipersatukan dalam bahagia, aku yakin perjuangan ini tak akan berakhir sia-sia. Sebegitu yakin nya? Jelas, krna memperjuangkanmu tak luput dari doa yang selalu ku panjatkan pada-Nya sang pencipta alam semesta.

Sejujurnya aku tidak tau sudah di batas mana perjuanganku, apakah sudah berada di hatimu? Atau bahkan masih jauh di luar meski hanya untuk sekedar mengetuk pintu hati itu? Aku tidak tau, karna entah dasar apa, aku tidak tau telah berada di titik mana dalam memperjuangkanmu, dalam fikirku selalu saja ada yang lain di hatimu, atau mungkin dia yang pernah ada dan belum bisa untuk menghilangkan rasa itu?? Bisa saja, karena sampai saat ini untuk beberapa alasan kamu masih belum mampu untuk terbuka seutuhnya padaku.

Mungkin saja beberapa kepingan dia yang lalu masih tertinggal membekas, atau mungkin aku masih di anggap belum pantas di sampingmu? ah aku tidak ingin memikirkan nya, biarlah tetap menjadi misteri untukku meski selalu menimbulkan tanda tanya besar sebelum lelapku.

Aku akan selalu berjuang untukmu, hingga aku benar-benar yakin bahwa tidak ada kesempatan untukku bersamamu.