Orang bilang cinta itu harus secepatnya diungkapkan. Tapi, apalah daya ini yang masih memiliki banyak pertimbangan.

Kita tinggal dalam lingkungan yang sama, bahkan hampir setiap saat aku melihatmu. Kau berjalan melewati depan gerbang dengan senyum manis yang mengesalkan.

“Hei, tolong jangan terlalu sering melakukannya”, senyumanmu menimbulkan perasaan kacau. Bukan tak suka, hanya saja itu akan menambah rasa. Bukan egois, tapi please-lah mengerti sedikit.

Kau tau? Ingin rasanya segera mengatakan cinta, tapi inilah rasa dan pertimbangan yang ada dalam pikiran. Kau pun mungkin heran dengan tingkah lakuku yang penuh keanehan, tapi inilah pertimbangan. Kuharap kau mengerti dan mau menungguku sampai waktunya nanti.

Aku Ingin Mengatakan Cinta tapi… Hei kau Masih Terlalu Jauh dan Kita Masih Belum Sekufu

Advertisement

Mengatakan cinta padamu? Ya, itu lah yang saat ini menjadi tujuanku. Tapi apa cukup dengan cinta? Status sosial kita jauh berbeda. Apa nantinya cukup dengan cinta? Aku sangat tau kau tak terbiasa hidup susah.

“Kenapa Tidak Dicoba Dahulu?” Maaf, Aku Sangat Mengerti Kalau Wanita Lebih Sulit Melupakan

Aku tak ingin kau tersakiti, toh semuanya bisa terjadi. Kita menjalani hubungan, dan tiba-tiba karena satu dua hal kita mengalami perpisahan. Kemudian? Aku rela mengenang hingga sengsara, tapi tak rela jika kau menderita.

Pacaran atau hubungan spesial sebelum sah pernikahan bukanlah yang aku inginkan. Aku ingin meminangmu bukan hanya sekedar i love you.

Kau Tau? Aku Mencintaimu dan Tak Ingin Terjebak Dalam Nafsu

Memiliki hubungan spesial? Oh, itu yang selalu aku harapkan. Berada dalam keindahan cinta dengan orang yang tersayang.

Tapi kalau belum halal? Aku tak akan mau kau terjerumus dalam kegelapan. Aku tak mau pula membuatmu menggantungkan harapan dengan sebelumnya telah berkorban. Aku ini lelaki normalkan? Mana tahan berada di dekatmu namun hanya diam, mematung menunggu nyamuk datang.

Menjalani hubungan spesial sebelum pernikahan tanpa ada kemaksiatan? Aku rasa itu hanya alibi mereka-mereka yang tak tahan atau Memang mereka bisa menahan? Entahlah, yang jelas kita manusia normal kan?!

Maukah Kau Menunggu Sampai Aku Meraih Cukup Bekal dan Datang Melamar?

Teruntuk engkau, orang yang aku sayang. Orang yang memberikan motivasi saat aku terdiam dalam lamunan. Percayalah aku sedang tidak merayu, saat mengingatmu aku mampu bangkit. Berdiri untuk meyakinkan diri, kalau aku harus segera meminta restu untuk meminangmu, menjadikan kau istriku.

Teruntuk engkau, orang yang aku sayang. Maukah kau menunggu satu hingga dua bulan sampai aku datang kepada ke dua orangtuamu dan sampai aku mengatakan, “saya terima nikahnya” dirimu.

Dan untuk kamu teman-teman dan saudaraku yang membaca curahan ini, maukah membantu dengan klik share agar orang-orang lebih sabar dalam penantian dan menunggu yang halal datang?