Pertama kenal dengan sosoknya, aku kira dia orang yang jutek dan tidak mudah bergaul. Orang yang tertutup dengan segala hal, tetapi semua hal berubah semenjak satu tahun perkenalan kita. Dia adalah sosok yang bawel dan menyebalkan, orang yang paling cerewet setelah ibuku.

Orang paling keras kepala yang pernah aku kenal. Dan yang paling ceroboh yang ada di dalam kehidupanku. Dan dia juga orang yang selalu menjadi semangatku, disaat hari-hariku mulai melelahkan dan aku mulai menyerah dengan skripsiku.

DIA SAHABATKU, sahabat yang selalu ada di saat senang atau sedih.

Kita memiliki sifat yang sama sehingga persahabatan kita berlangsung lama, kita juga memiliki perbedaan tetapi itu yang menguatkan persahabatan kita.

Dan aku tau, hari itu akan datang. Hari dimana kita akan berpisah dan mengejar mimpi kita masing-masing. Mimpi yang kau harapkan dan mimpi yang aku harapkan. Sebenarnya, aku tidak pernah ingin mengharapkan perpisahan denganmu sahabat. Sahabat yang telah banyak memberikan pelajaran terbaik dalam hidup dan membuat hidupku lebih yakin dalam melangkah.

Advertisement

Dari semua teman yang aku miliki, hanya kamu yang tidak pernah meninggalkanku dalam keadaan apapun. Dari kondisi terpurukku hingga bahagiaku. Rasanya berpisah denganmu orang yang sudah mengenalku dengan sangat baik. Kalau saja, manusia tidak bertumbuh dewasa. Mungkin aku tidak akan pernah berpisah denganmu.

Kita pernah berandai akan jadi seperti apa jika kita dilahirkan kembali ? mungkin jadi ade kakak yang selalu berkelahi karena memperebutkan baju, itu terdengar lucu tapi sedih ketika kita sudah berada di pintu perpisahaan.

Terimakasih tuhan telah mempertemukan dengan seseorang yang amat baik dan berjasa setelah ayah ibuku. Aku tidak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal tapi aku hanya ingin mengucapkan semoga kita akan berjumpa lagi. Entah itu kapan, dan apa yang kita perjuangkan akan terkabul. Terimakasih sahabat terbaikku.