Hey kamu,

Tau gak sih kalau cinta itu menjanjikan bahagia saat terluka, menawarkan obat bagi yang sakit tapi tidak pernah memberi solusi atas jiwa yang tak bisa membendung rasa cemburu. "Gue cemburu karena gue sayang sama lo, NGERTI!".

Cinta dan cemburu ibarat dua sisi mata uang, keduanya tak dapat dipisahkan, seperti sayur dan garam. Kehidupan bercinta pun perlu disisipi rasa cemburu untuk menunjukkan seberapa besar rasa cinta itu sendiri. Tapi semakin seringai tawa itu terdengar rasa sakit semakin besar, dan pertanyaannya sekarang adalah apakah aku benar-benar cemburu padamu?

Mungkin aku memang cemburu, kekhawatiran demi kekhawatiran menggelayuti jiwa tak mampu ditahan, tidakkah kamu rasa wahai pemuda?

Aku terlalu egois membiarkan pikiran terus berimajinasi tentangmu, sedangkan hati semakin terluka karenamu. Mata yang lelah melihatmu dengannya dan telinga yang mulai bosan dengan seringai tawa itu.

Advertisement

Lantas aku harus bagaimana?

Apakah bulan tidak pantas menjadi kekasih matahari? Apakah kumbang tidak layak bercengkerama dengan mawar? Dan apakah merpati dengan sayap patah nya tidak boleh menikmati awan di langit?

Aku ingin melupakanmu dengan sederhana. Seperti tatapan terakhir yang menyembunyikan sedikit airmata. Tapi aku masih ingin memberikan senyum terbaikku sebelum benar-benar menghapus namamu di hatiku, karena mungkin dengan begitu aku akan mudah memaafkan diriku suatu hari nanti.

Aku dan cemburuku adalah benda langit yang ketika disatukan membentuk cinta dan itu untukmu. Tak seperti bintang di langit, tak seperti indah pelangi. Hanya segumpal awan kosong tak bertuan. Iya memang tak bertuan karena kamu tak pernah tahu, tak pernah mengerti rasa cemburu ini.

Aku berharap tiap hari hujan, agar tak pernah ada yang tahu bahwa ada air mata menetes kala mengingat nama itu. Mengingat nama yang masih mengabadi dalam sanubari. Mengingat nama yang hanya bisa dicintai dalam diam. Dan mengingat nama yang sedang mengupayakan pribadi lain tanpa menengok kembali.

Semakin aku berusaha untuk benar-benar melupakan, semakin kuat angan tentangmu, tentang tawa konyol dan seringai tawa yang masih membekas.

"ingin kubunuh pacarmu, saat dia peluk tubuh indahmu, di depan teman-temanmu, makan hati jadinya cantik, AKU CEMBURU" lagu ini masih menjadi soundtrack terbaik, dan berharap kamu, kalian dan mereka tahu itu.

Tapi apakah aku berhak mencemburuimu, sedangkan hatimu tidak benar-benar ku miliki?

Tertanda,

Hati yang cemburu