Rindu merupakan hal yang wajar saja terjadi dan terkadang dirasakan oleh seseorang yang merasakan adanya jarak dalam sebuah hubungan maupun di dalam suatu ikatan. Bukan hanya itu, rindu juga terkadang berasal dari sebuah kebiasaan atau rutinitas yang biasa di lakukan namun tak bisa terulang lagi. Ya, semacam kenangan. Hal ini sangatlah wajar dirasakan oleh manusia. Begitu juga denganku.

Aku merasa rindu telah hadir dan bergabung dalam aktivitas sehari-hari yang aku jalani. Rindu pada seseorang yang tercuat dalam bentangan awan senja di sore hari. Kebiasaanku menatap senja menjadikan hal itu sebagai kebutuhan terutama saat lelah menggelayuti pikiranku.

Senja memang selalu berhasil membuatku terpesona dan meneduhkan hati. karena warnanya yang memberi kedamaian tersendiri bagiku. Aku menyukainya dan aku bahagia karenanya.

Menatap senja terkadang pula mengingatkan ku pada seseorang; seseorang yang sering menemaniku menikmati senja berdua, bertukar cerita, bahkan tertawa melepaskan keluh kesahnya dunia. Senja itu terasa sangat indah saat dirinya berada di sampingku.

Di saat menemukan, tentu akan datang masanya kehilangan.

Advertisement

Begitu pun aku. Aku kehilangan semua yang terasa indah. Senjaku kini terasa sepi saat ku tatap sendiri. Walau keindahannya tetap sama, namun rasanya begitu berbeda. Sepi dan terasa sunyi seperti apa yang tengah di rasakan hati.

Senja yang ku tatap sore ini seolah tersenyum pada aku dan terasa berbisik bahwa Ia akan kembali dan menemani hariku esok.