Pulau Lombok adalah sebuah pulau kecil yang menjadi bagian dari Provinsi NTB. Dengan luas wilayah hanya 5.435km2, Pulau Lombok jauh lebih kecil dibandingkan dengan pulau bali di sebelah barat atau sepertiga dari ukuran pulau Sumbawa di sisi sebelah timurnya. Namun, walaupun tergolong pulau kecil, Lombok memiliki ratusan destinasi wisata yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil ditengah laut yang disebut Gili, puluhan air terjun yang spektakuler, pesisir-pesisir pantai berpasir putih yang identik dengan pasir merica-nya, juga Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia dengan ketinggian 3726mdpl yang masuk nominasi gunung favorite para pendaki karena terkenal keindahannya.

Mengexplore seluruh destinasi wisata lombok tidak cukup hanya 1 minggu. Jika tanpa persiapan yang matang dan tujuan yang jelas, percayalah kamu hanya akan menghabiskan waktu untuk mikir. So, jika kamu ingin berlibur ke Lombok dengan waktu yang terbatas, ada baiknya mencatat point point penting dan beberapa rekomendasi destinasi harian berikut ini :

Day 01 : Sehari Mengeksplore Gili Trawangan

Ini adalah point perjalanan liburan kamu di Lombok, mengunjungi Gili Trawangan hukumnya WAJIB, terutama buat kamu-kamu yang suka dengan keramaian dan suasana malam yang berbeda. Di hari pertama ini sebaiknya pilihlah jadwal penerbangan sebelum jam 14.00 siang. Jadi dari Airport kamu bisa menggunakan jasa angkutan Damri dengan harga tiket Rp. 35.000 sampai Senggigi, kemudian dari Senggigi kamu bisa menyewa sepeda motor sebagai alternatif transport menuju Pelabuhan penyeberangan Bangsal.

Selain menyewa sepeda motor, kamu bisa menggunakan taxy atau jasa Transport yang ada di sepanjang jalan raya Senggigi. Cukup membayar Rp. 150.000 sampai Rp. 200.000 dan kamu akan diantar sampai ke Pelabuhan Bangsal.

Di pelabuhan Bangsal, beli-lah tiket public boat seharga Rp. 17.000 per orang dengan tujuan Gili Trawangan. Kamu harus menunggu sekitar 15 menit sampai quota tiket tujuan Gili Trawangan terpenuhi. Jika musim ramai, kamu tidak akan menunggu terlalu lama dibandingkan tujuan 2 Gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Air.

Advertisement

Di Gili Trawangan, harga penginapan bervariasi mulai dari Rp. 200.000an sampai jutaan, tergantung selera masing masing. Malamnya, kamu bisa mencari makan di pasar malam atau menyewa sepeda dayung untuk berkeliling Gili Trawangan, nongkrong di cafe live musik atau ikutan party di beberapa cafe yang sudah terjadwal.

Jika ingin puas sebaiknya kamu menyewa sepeda motor untuk ke Gili Trawangan agar bisa mampir hunting photo di sekitaran pantai Nipah dan Bukit Malimbu, dua spot wajib yang tidak boleh dilewatkan jika menuju Gili Trawangan. Pulangnya dari Gili Trawangan teruslah menuju jalur utara lalu berputar balik ke arah Kota Mataram melalui hutan lindung Pusuk, mampirlah sejenak memberi makan monyet dan abadikan moment penting kamu disana.

Oya, Hampir lupa. Jika menggunakan sepeda motor, carilah tempat penitipan sepeda motor terdekat dengan pelabuhan. Jika menginap kamu diharuskan membayar jasa penitipan motor sekitar Rp. 30.000, jika langsung balik dihari yang sama maka bayarannya tidak lebih dari Rp. 15.000.

Day 02 : Sehari Mengeksplore Waterfall & Senaru Village

Okay bray lanjut!!. Kita asumsikan kamu menginap di Gili Trawangan malam pertama ya, jadi hari kedua sepulangnya kamu dari Gili Trawangan, teruslah mengeksplore Lombok di sisi utara-nya. Disana ada 2 air terjun yang paling populer yakni Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Sepulang dari Gili Trawangan, dari Pelabuhan Bangsal teruslah ke kiri menuju jalur Tanjung dan Bayan Lombok Utara. Jangan ngebut-ngebut bawa motor jika sudah sampai di Desa Bayan, liatlah marka dan petunjuk arah menuju Senaru.

Di Senaru, kamu bisa memarkir kendaraan langsung di dekat pintu masuk air terjun atau bisa memarkir kendaraan di area parkir restoran dan rumah makan di sekitar sana. Sebagai traveller yang baik, jangan lupa bayar tiket masuk ya bray, hanya Rp. 5000 per orang. Jangan lupa persiapkan fisik juga ya, karena perjalanan menuju kedua air terjun yang menawan ini sedikit "adventure". Melewati ratusan anak tangga turun naik, hutan belantara juga anak sungai yang airnya sedingin air kulkas.

Dari pintu masuk menuju air terjun pertama (Sendang Gile) membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dari air terjun pertama menuju air terjun kedua (Tiu Kelep) kamu harus berjalan kaki lagi melewati hutan lindung dan juga anak sungai. Jika khawatir dan demi keamanan perjalanan, sebaiknya di pintu masuk kamu pakai jasa local guide yang siap mengantar kamu menuju kedua air terjun ini. Untuk local guide, kamu harus bayar Rp. 100.000 dengan maksimal 5 orang peserta. Lebih dari 5 peserta, maka silahkan tambah bayaran local guide sesuai keikhlasan. Mereka juga akan membantu kamu membawa barang bawaan sampai kembali lagi ke pangkuan ilahi, ehh kembali lagi ke tempat parkir maksudnya. :v

Jangan lupa bawa pakaian ganti ya, selain melewati sungai dan harus berbasah basahan sampai lutut, saya yakin kamu akan tergoda untuk mencoba berendam di kesegaran kolam alami yang ada di bawah pusaran air terjun Tiu Kelep. Konon menurut mitos orang tua, mandi di kolam air Terjun Tiu Kelep ini membuat kita terlihat 1 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. So, jika ingin semakin kelihatan awet muda, bersering seringlah datang dan mandi ke tempat ini bray..

Next, sepulang dari kedua air terjun tersebut, jangan lupa isi perut dulu di warung warung kakilima atau restoran cepat saji yang ada di sekitaran Senaru biar sehat dan tak terhambat melanjutkan perjalanan.

Dari Senaru, turun gunung lalu belok kanan di pertigaan jalan utama menuju ke kampung tradisional bayan dan juga masjid Kuno Bayan yang didirikan sekitar 300 tahun yang lalu. Sekalipun bentuknya sederhana, namun Masjid Kuno Bayan memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Kecamatan Bayan yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini dulunya merupakan salah satu pintu / gerbang masuknya ajaran islam di Lombok dan Masjid Kuno ini dipercaya sebagai masjid pertama yang ada di Pulau Lombok.

Sebagai catatan, di Masjid Kuno Bayan ada pemandu lokal / local guide yang akan menjelaskan secara rinci sejarah islam dan juga sejarah wali wali yang mendirikan Masjid Kuno Bayan di jaman dahulu. Setelahnya kamu akan dimintai donasi seikhlasnya untuk perawatan masjid dan juga lingkungan disana.

Next, setelah dari Masjid Kuno Bayan, teruslah menuju arah timur. Sekitar 100 meter dari Masjid kamu akan bertemu pertigaan di dekat Kantor Desa. Teruslah menuju selatan, jangan mengambil jalur kiri. Sekitar 2 sampai 3km dari pertigaan tersebut kamu akan melihat pemandangan sawah yang spektakuler, rice terrace field dengan panorama hijau hijau dilengkapi dengan aktifitas para petani yang layak untuk di abadikan.

Baca Kelanjutannya di link berikut : http://www.hipwee.com/list/begini-cara-memaksimalkan-4-hari-di-lombok-bray-dijamin-puas/