"mau sampai kapan kamu sendiri ? apa kamu tak ingin menikah seperti orang-orang "

ah pertanyaan itu, rasanya sudah cukup lelah aku menjawabnya. bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah seringkali aku mendengarnya, apalagi jika ada pertemuan rutin keluarga atau setiap ada perayaan hari raya . selalu pertanyaan itu yang selalu mereka sampaikan kepadaku . Tak lelahkan kalian menanyaiku dengan pertanyaan yang sama setiap kali bertemu denganku ? aku bahkan sampai kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan kalian, dari "belum ada jodoh" sampai hanya jawaban yang berupa senyum kecut dari bibirku .

"ingat umur sudah berapa, jangan sampai menjadi perawan tua !"

taukah kalian jika boleh memilih, jika aku boleh menentukan nasibku, aku juga ingin menikah, memiliki seorang pasangan, memiliki seorang pendamping, memiliki seorang pemimpin yang mampu menuntunku kejalan yang benar, yang mampu menegurku jika aku punya salah, yang mampu menjadikanku istri kebanggan suami, yang mampu memimpin aku dan anak-anakku nanti. Tapi impian tak sebatas hanya membeli sebuah permen, tinggal bayar limaratus rupiah bisa pulang membawa permen, semua ini bergantung pada campur tangan Tuhan.

"jangan terlalu menjadi seorang pemilih, kalau sudah ada yang mau, langsung saja bilang 'iya' "

Advertisement

apakah memilih jodoh harus semudah itu ? ini pertaruhan masa depan. pertaruhan hidup dan mati, pertaruhan kehidupan saat kita menua nanti. Sendiri bukan berarti tak laku, terlalu pemilih bukan karena sombong atau merasa sempurna, tapi tak ada salahnya menjadi seorang pemilih, karena ini demi masa depan. Pernikahan bukanlah tempat dimana setelah kita bosan kemudian berpisah, bukan pula tempat pelampiasan nafsu sesaat yang setelah merasa tak nyaman kemudian bercerai. Aku memilih juga demi kebaikanku sendiri, kalau sampai aku salah pilih akanlah kalian nanti akan ikut bertanggung jawab seperti pada saat kalian memaksaku menikah ?

Mengkritik, menyuruh memang hal yang mudah. Pesta pernikahan yang mewah, yang besar, pengantin pria yang tampan, pengantin pria yang kaya tak akan menjamin menjadi kebahagiaan dalam suatu pernikahan. Bila memang sudah kutemukan jodohku, akan segera kulakukan pesta pernikahan semeriah mungkin seperti yang kalian mau, silahkan kalian ikut tertawa dan bergembira dalam meriahnya pestaku. Tapi jika belum kutemukan pendampingku, janganlah menanyakan kapan pernikahanku, karena jika aku salah pilih kalian tak akan mungkin merasakan kesedihanku. bahkan mungkin menggunjingku