Allah memepertemukan kita di tempat yang suci, Allah mempertemukan kita di susana yang damai. Hingga waktu terus berlalu dengan kedekatan kita yang tak berujung. Tanpa sadar, kamu telah menarik semua perhatianku untukmu. Perasaan ini ada karena Allah,

“Aku cinta padamu ketika kamu bersujud di masjid. Untuk kau dan aku adalah keturunan satu agama."

Sosok lelaki idaman yang selalu aku impikan. Karena kamu yang telah mencuri hatiku dengan lantunan syiar untukNya. Bacaan surat Al- Qur'an yang kamu ucapkan semakin meluluhkan hati. Karena kamu yang telah membuat harapku semakin memuncak. Lebih kurang 4 bulan kita saling mengenal, hingga kamu pergi tanpa kabar.

"Sekilas memandangmu pun tlah melegakan hati."

Tak kamu mengerti, betapa aku berteman bayangmu. Ketika suatu momen mempertemukan kita, namun hanya sekejab aku melihat parasmu. Hingga tak sengaja aku melihatmu bersama perempuan lain. Dalam hatiku mulai bertanya-tanya, siapa dia? Pastikah dia yang berhasil merebut hatimu? Betapa bahagiakah mereka? Rasa sakit yang coba aku tahan, kusadari tak mudah menghilangkan sakit ini namun mengikhlaskanmu pergi bersamanya adalah caraku mengobati sakit hati ini.

Advertisement

"Jika kita berjodoh, Allah akan mempersatukan kita dalam ikatan yang diridhoiNya."

Ya, jika kamu adalah jodohku, kita akan bersama. Kamu akan menjadi kenangan hati, aku tak menyesal pernah mengenalmu walaupun hanya sebentar singgah di hidupku.

Mas Mancung, Dalam diam aku selalu mencintaimu.

Dari Jelek