"Telah datang hari di mana aku harus melepaskanmu, bukan karena aku tidak mencintaimu tapi aku baru sadar cintaku kepada Allah akan mempertemukan kita cepat atau lambat"

Tepat hari ini aku mengambil keputusan yang sangat berat. Ya, keputusan yang berat bagiku dan bagimu, aku memutuskan jalinan cinta kita. Namun sejujurnya aku mengambil keputusan ini karena menurutku inilah keputusanku yang terbaik.

Bukan berarti keputusan ini disebabkan aku tidak lagi menyayangimu, itu salah. Aku sangat menyayangimu dan ini juga untuk kebaikanmu. Bukan pula karena kehadiran orang lain, karena hatiku tidak semudah itu berpindah. Jangan marah ataupun sakit hati padaku saat ini, namun dengarkanlah alasanku terlebih dahulu agar kamu pun tau mengapa aku seperti ini.

Beberapa hari yang lampau ada perasaan tidak tenang di hatiku, rasanya ada yang salah yang aku lakukan, semakin hari rasa itu semakin besar dan hal itu mengatakan aku harus mengakhiri "pacaran". Aku bukan orang yang 'alim' bukan pula orang baik, aku hanya baru tersadar bahwa aku harus menjadi orang yang baik "sebelum terlambat".

Lihatlah dunia sekarang, huru-hara dimana-mana, bahkan banyak yang bilang bila akhir dunia semakin dekat, lantas bukankah itu berarti aku, kamu, kita hidup sebagi manusia akhir zaman? Bagaimana bila saat aku terbangun esok pagi matahari telah terbit dari Barat? Bagaimana saat aku membuka mata esok pagi yang kutemui adalah Dajjal atau bagaimana jika aku tertidur malam ini lantas tidak terbangun lagi?

Advertisement

Apakah aku menjamin pasti masuk surga? Apakah aku sudah mempersiapkan amal untuk masuk surga? Atau justru dosa lah yang menumpuk, merantai kakiku sehingga aku tidak bisa ke surga? Entahlah, aku hanya merasa amalanku belum cukup membayar tiket menuju surga, sholat saja aku masih lalai, membaca Al-quran sudah lama aku tidak membacanya, amalan lainnya? Entahlah, yang kulakukan hanya menumpuk duniaku, mengejar karir ku, aku sibuk "pamer" dan menggunjingkan temanku. Dosa kah semua itu? Tentu saja.

Mungkin kamu bertanya, "dapat pengajian dari ustad mana kamu?" atau "dapat hidayah dari mana kamu?" aku akan menjawab bukan dari mana pun tetapi Allah lah yang telah menggerakkan hatiku dan Beliau masih berbaik hati memberiku izin untuk bertaubat!

Mungkin kamu bertanya "Lalu apa hubungannya dengan kamu memutuskan aku?" ya itu memang berhubungan, sangat berhubungan sekali. Sadarkah kamu bahwa apa telah kita lakukan itu salah? Meski bibirmu menyangkal tapi hati kecilmupun tau bahwa apa yang kita lakukan itu salah. Pacaran yang kita lakukan sama saja dengan "ZINA"! Mengapa? Walau kita tidak berzina dengan melakukan hubungan badan, setidaknya kita sudah berzina dengan hati dan sentuhan-sentuhan kecil yang kita lakukan. Bagaimana bila kita mati esok? Apa jawaban yang bisa aku ataupun kamu berikan menjawab tentang dosa ini, tidak ada bukan? Jadi mari kita hentikan.

Mungkin kamu pun kembali betanya "mengapa baru sekarang kamu begini? mengapa tidak dari dulu?", jika aku sudah sadar dari dulu aku tidak akan mau melakukan ini denganmu, setidaknya aku masih bersyukur ini belum terlambat. Aku tidak ingin menambah dosa kita setiap hari, aku ingin mengakhirinya.

Sekali lagi aku mengakhiri ini denganmu karena aku sayang, karena aku tidak ingin kita semakin dijerat ke neraka dan menjauh dari surga. Apa yang aku ingin kan? Ya aku hanya ingin halal denganmu, aku hanya bisa berdoa pada-Nya karena aku sadar aku sudah jauh dari-Nya. Jika kamu tidak mau kita berakhir, maka halalkan aku tidak dengan banyak alasan, tidak dengan kemewahan, sediakan saja maharmu apa saja dan aku akan dengan senang hati menerimanya, karena aku ingin kita berdua di Jannahnya bukan di Jahannam-Nya!

"tidak hanya dengan mengakhiri denganmu aku sudah baik, tetapi aku masih belajar perlahan-lahan menjadi lebih baik dan ini sudah sebenar taubat yang aku lakukan"

Semoga aku dan kamu bahkan kita bisa menjadi lebih baik dan menyadari kesalahan-kesalahan yang kita buat sebelum terlambat dan tidak akan kita ulang kembali! Dan bila kita mati esok hari kita bisa mati dalam senyuman.

Amin…