Sayang, kamu adalah pria terbaik saat ini yang berusaha mengerti.

Selamat karena Allah senantiasa berada di pihakmu. Selalu mengabulkan permintaan, mimpi dan citamu. Hingga kamu sekarang menjadi sosok yang hebat di mata semua orang. Terutama aku.

Kamu tau, di balik semua kebanggaanku ada rasa takut setengah mati. Bagaimana nanti kamu di dunia kerja, bersama orang-orang seperti apa, membawa pengaruh yang bagaimana dengan hubungan kita. Aku berusaha mengerti sampai rasanya aku akan gila. Aku memahami kamu bahkan sampai ke profesimu. Karena aku bisa apa?

Maaf jika aku mengungkap semua dengan tulisan. Aku tak ingin kamu mendengar aku menangis tersedu dengan rasa takutku. Sejauh ini aku mempercayaimu membawa hatiku, menggenggam tanganku, menerima semua kasih sayangku. Aku mohon jangan menjadi brengsek dengan menyepelekan semua hal. Aku percaya saat ini kamu sudah berada di dunia profesi yang sungguh kamu cintai. Aku mohon dengan segala hal yang pernah kita lakukan berdua jangan pernah berubah menjadi orang lain. Tetaplah seperti ini. Yang selalu menganggap aku ada.

Mulai saat ini aku tidak ingin menjadi prioritas utamamu sayang. Cukup jadikan aku sesuatu yang memang wajib kamu ingat dan kelak bahagia kan. Ingat semua komitmen kita yang tidak ingin bermain main dengan cinta. Biarpun kamu besok sudah berada di dunia yang sungguh kamu cintai, ingat bahwa aku disini tetap menanti. Aku akan selalu berdoa yg terbaik untuk kamu, dan hubungan kita ini. Aku tidak peduli entah kamu siswa seba atau seorang bripda. Aku cuma peduli bahwa kamu adalah pria yang aku tunggu kembali. Seorang pria mapan yang kelak datang meminta ijin kepada orang tuaku untuk dijadikan mempelai perempuan di pelaminan.

Advertisement

Percaya sayang, aku di sini tidak akan bermain belakang. Aku yakin kamu akan datang meyakinkan semua orang bahwa kita akan saling membahagiakan. Aku tau kamu pasti mengerti, aku anak perempuan yang di bahagia kan mati matian oleh ayahnya. Dan jika kamu datang untuk mengajakku susah, apa mungkin akan di ijinkan dengan mudah? Dan aku mempercayai, jalanmu membahagiakanku adalah dengan profesimu ini. Aku tak akan egois sayang.

Mulai besok aku akan berusaha mengerti bagaimana jalan hidupmu. Entah apa yang kamu lakukan di luar sana, dengan siapa dan membawa pengaruh apa. Tugasku di sini hanya berdoa dan menanti. Berkah dan Barakallah ya sayang. Semoga dengan kamu mencintai profesimu, dilancarkan semua rejekimu. Dibukakan jalan untuk membahagiakan keluarga dan wanitamu. Dan dari awal perkenalan sampai sekarang pesanku tak ada perubahan. Jangan meninggalkan ibadah, jangan telat makan, dan tetap jaga kesehatan.

Aku sayang kamu.