Kamu suka nonton film di bioskop? Atau saat ini, kamu sudah punya blog? Biasanya, setelah menonton film kamu suka membahasanya dengan teman. Daripada hanya ditonton atau diulas melalui obrolan, tidak ada salahnya kalau kita menuangkannya ke dalam tulisan atau biasa disebut dengan membuat review sebuah film di blog. Selain mengasah kemampuan menulis kita, berguna juga lho untuk orang-orang yang butuh resensi sebelum menonton film. Bahkan, bisa menjadi ladang untuk mendapatkan uang juga lho!

Bagaimana caranya? Sebelum itu, kita harus tahu lebih dulu bagaimana sih membuat review film yang baik? Point-point penting apa saja yang kamu perlukan untuk membuat sebuah review film?

Mungkin nama Riyardi Arisman belum terdengar familiar, namun pemuda yang hobinya menonton film ini, merupakan salah satu pengamat muda Festival Film Bandung 2017 lho. Berawal dari review singkat di Twitter, sekarang ini Riyardi Arisma yang akrab disapa Aris menuangkan ilmunya ke dalam blog. Dalam sebuah kesempatan pada acara kopi darat yang diselenggarakan club buku dan bloger backpacker Jakarta, Aris memberikan tip-tip bagaimana membuat review film yang baik di blog.

1. Poster

Aris menjelaskan bahwa poster merupakan bagian penting yang dapat kita ulas untuk mengulas sebuah film. Apa yang pertama kali kita rasakan ketika melihat poster tersebut.

Advertisement

2. Alur cerita

Alur cerita terdiri dari awal, tengah, dan akhir cerita. Pada awal cerita, kita dapat menampilkan apa yang menjadi titik fokus kita. Kemudian, pada tengah cerita kita dapat menilai apakah cerita pada film yang kita tonton itu bertahan bagus atau tidak, nyambung atau tidak dari awal, serta mengalir atau tidak dengan jalan ceritanya. Pada akhir cerita, kita dapat menyampaikan apakah kita terkesan atau tidak setelah menonton film tersebut.

3. Pemain

Tentu saja pemain menjadi poin penting untuk diungkapkan dalam menilai sebuah film. Pada poin pemain, kita dapat menilai pemain utama, pemain pembantu, dan siapa pemain yang paling menarik perhatian.

4. Sinematografi

Pada poin ini memang kita agak sulit untuk peka, namun sinematografi pun dapat menjadi poin untuk kita mengulas sebuah film seperti bagaimana tata kameranya, komposisi, dan pencahayaannya. Untuk dapat menilai ketiga hal itu, Aris memberi tip agar kita mencari posisi duduk yang pas.

a. Tata suara dan musik

Kita dapat menuangkan apakah soundtrack sudah tepat atau tidak dengan jalan cerita? Apakah musiknya berlebihan atau tidak?

b. Sutradara

Tentu saja sutradara merupakan hal yang paling penting karena sutradara adalah seseorang yang membuat film. Setelah menonton keseluruhan film, kita dapat melihat apakah sutradara berhasil atau tidak. Bila sutradara tersebut sebelumnya pernah membuat film, kita dapat membandingkan keberhasilan sutradara tersebut dari film-film sebelumnya dengan film yang kita tonton.

c. Skenario

Seberapa kuat dialognya selama film tersebut berjalan.

d. Best moment

Kamu dapat menuangkan momen-momen dari film yang paling disuka atau diingat. Tapi ingat, jangan spoiler!

e. Kesan dan pesan yang didapat

“Filmnya bagus banget, aku bisa ngerasain gimana rasanya mengejar mimpi itu nggak mudah”. Biasanya kamu bisa saja berkata demikian dengan teman-teman atau siapapun yang sedang kamu ajak ngobrol mengenai film yang baru saja kamu tonton. Itu juga bisa menjadi poin untuk kamu tulis dalam review film di blog.

Lalu, bagaimana kalau mau review film agar menghasilkan uang? Aris memberikan 3 cara ini:


  1. Mengajukan kerjasama dengan production house.

  2. Update tentang lomba blog yang diadakan oleh production house.

  3. Bergabung dengan komunitas film.

Nah, itu adalah poin-poin yang dapat kamu pakai kalau kamu mau membuat review film di blog dan ingin menghasilkan uang dari tulisan kamu. Mudah bukan? Ayo coba!